In-depth

Piala Indonesia: Turnamen Bergengsi yang Justru Dinomorduakan

Kamis, 13 Desember 2018 17:27 WIB
Penulis: Coro Mountana | Editor: Lanjar Wiratri
© twitter.com/Persija_Jkt
Aksi pemain Persija Jakarta, Fitra Ridwan di laga melawan Bogor FC pada babak 64 besar Piala Indonesia, Rabu (12/12/18). Copyright: © twitter.com/Persija_Jkt
Aksi pemain Persija Jakarta, Fitra Ridwan di laga melawan Bogor FC pada babak 64 besar Piala Indonesia, Rabu (12/12/18).
Piala Indonesia Telah Lahir Kembali Secara Tarkam

Kerinduan pecinta sepak bola Indonesia akan Piala Indonesia akhirnya terobati dengan kembalinya turnamen tersebut digelar pada 2018. Piala Indonesia telah lahir kembali setelah mati suri beberapa tahun.

Namun jika kita telaah bagaimana jadwal Piala Indonesia digelar, sungguh itu turnamen bergengsi yang telah dilahirkan kembali dengan cara tarkam. Jadwal yang sangat berantakan telah membuat sejumlah klub di Indonesia alami kerugian yang sangat banyak.

Pertama, sebagian besar klub hanya mengontrak pelatih dan pemain sampai bulan Desember saja. Hal itu menjadi masuk akal karena di awal kompetisi, para klub tahunya musim 2018 berakhir di bulan Desember saja.

© INDOSPORT
Jonathan Bauman Copyright: INDOSPORTJonathan Bauman

Akibatnya beberapa klub telah melepas pemain bintangnya seperti Manuchekhr Dzhalilov (Sriwijaya FC) dan Jonathan Bauman (Persib Bandung). Klub-klub tersebut pun harus segera mengontrak pemain baru jika tidak ingin diperkuat oleh para pemain yang bukan masuk dalam tim inti.

Masalah kedua adalah sejumlah klub rata-rata memiliki kerja sama dengan pihak sponsor untuk semusim saja. Memang kontrak dengan sponsor bisa diperpanjang, tetapi apakah mereka sudi memperpanjang untuk klub yang sudah terdegradasi seperti PSMS Medan.

Masalah yang paling pelik adalah kompetisi Liga 1 2019 yang kabarnya bakal digelar pada bulan April. Sedangkan Piala Indonesia selesai pada Maret 2019, artinya para pemain tidak akan merasakan istirahat karena langsung berkompetisi di liga setelah Piala selesai.

Jeda kompetisi yang tidak ada sama sekali tentu mengundang berbagai reaksi negatif berupa protes sana-sini dari para pemain hingga tim kepelatihan. Para pemain tidak mendapatkan masa recovery sama sekali ketika jeda kompetisi

“Kita harus memberikan liburan kepada pemain usai kompetisi ini. Karena menurut aturan FIFA, tim harus memberikan libur selama satu bulan dalam satu tahun,” ucap Mario Gomez yang telah dipecat dari pelatih Persib Bandung seperti yang dikutip dari FourFourTwo.

Jika sudah begini, Piala Indonesia yang baru saja dilahirkan kembali malah digelar dengan kesan tarkam alias tidak profesional karena bertabrakan dengan Liga 1 2019. Apakah mungkin maksud PSSI adalah agar para klub bermain dengan tidak serius di Piala Indonesia? karena biar bagaimana pun gelar juara sudah diatur, oleh yang maha kuasa.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Piala Indonesia 2018 Lainnya di INDOSPORT.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%