Bola Internasional

Jadi Korban Rasis Sejak Bocah, Berikut Pengakuan Menyedihkan Balotelli

Selasa, 8 Januari 2019 21:53 WIB
Editor: Isman Fadil
© ligue1.com
Mario Balotelli kini bermain di bawah arahan mantan rekannya, Patrick Vieira. Copyright: © ligue1.com
Mario Balotelli kini bermain di bawah arahan mantan rekannya, Patrick Vieira.

INDOSPORT.COM - Mario Balotelli sempat dikenal sebagai salah satu talenta yang dimiliki Italia. Tumbuh besar bersama Inter Milan membuat Balotelli matang sebagai pemain saat masih diasuh oleh Roberto Mancini.

Kini Balotelli membela Nice dan berkarier di Ligue 1 sejak 2 musim belakangan. Pemain yang mengorbit bersama AC Milan ini juga dikenal memiliki sejumlah kontroversi dan perangai buruk.

Namun siapa sangka, bahwa ternyata pemain keturunan Ghana ini memiliki trauma mendalam yang dialaminya sejak bocah. Memiliki darah Afrika, Balotelli seperti dikutip Calciomercato (08/01/19) mengaku sering mengalami perlakuan rasis saat masih belia.

"Kejadian pertama yang saya rasakan sebagai perlakuan rasis pertama kali terjadi pada saat saya berusia 13 atau 14 tahun, saat seseorang di lapangan berkata 'hei lihat si negro, ayo kita pulang' dan hal tersebut membuat saya sedih," ujarnya.

Balotelli juga mengatakan bahwa tumbuh di Brescia sebagai pria berkulit hitam adalah hal yang tak biasa. Hal ini membuatnya jarang mendapatkan teman saat masih bocah.

"Jadi di Brescia mungkin hanya ada 5 anak berkulit hitam di seluruh kota, jadi saya sering merasa tak pernah punya teman," ujarnya.

Balotelli sendiri kini tengah mengalami masa sulit bersama Nice yang diasuh oleh Patrick Vieira musim ini. Namun, Marseille telah menyatakan siap menampung Balotelli jika memutuskan untuk hijrah.

Terus Ikuti Perkembangan Sepak Bola Internasional Hanya di INDOSPORT.COM

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%