Liga Indonesia

Persebaya Bisa Bertanding Lawan Persinga, Djanur Sebut Ada Hikmah

Jumat, 15 Februari 2019 15:02 WIB
Penulis: Fitra Herdian Ariestianto | Editor: Lanjar Wiratri
© Fitra Herdian Ariestianto/INDOSPORT
Djajang Nurdjaman memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Selasa (12/02/19). Copyright: © Fitra Herdian Ariestianto/INDOSPORT
Djajang Nurdjaman memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Selasa (12/02/19).

INDOSPORT.COM - Persebaya Surabaya akhirnya bisa berlaga di babak 32 besar Kratingdaeng Piala Indonesia melawan Persinga Ngawi. Pertandingan ini sebelumnya mengalami empat kali penundaan dan akhirnya bisa berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (16/02/19).

Pertandingan antara Persinga Ngawi vs Persebaya Surabaya sudah empat kali mengalami penundaan. Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, mengaku ada hikmah meski pertandingan melawan Persinga ditunda.

Beberapa pemain yang tidak bisa didaftarkan Persebaya di pertandingan Kratingdeng Piala Indonesia melawan Persinga Ngawi pun bisa didaftarkan yakni Amido Balde, Manuchekr Dhzalilov, dan Otavio Dutra.

"Alhamdulillah meskipun pertandingan yang akan kita lakoni mundur-mundur terus ada hikmahnya," ujar Djadjang Nurdjaman saat konfrensi pers. Jumat (15/02/19).

"Tiga pemain asing kita sudah sah kita daftarkan untuk membela Persebaya melawan Persinga Ngawi nanti," tambahnya.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu tetap harus mewaspadai kekuatan lawan meskipun calon lawannya ini dari kasta Liga 3. Hal ini dikarenakan target Persebaya Surabaya di Kratingdeng Piala Indonesia fokus untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

"Kita fokus untuk bisa meraih tiket ke babak 16 besar. Meskipun besok bermain lawan Liga 3 kita tetap tampil seperti biasanya," tutup Djanur.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT 

 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%