In-depth

Indra Sjafri, Penyumbang 2 Medali di Tengah Karut-marutnya Federasi

Rabu, 27 Februari 2019 06:43 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Zainal Hasan/INDOSPORT
Aksi selebrasi Timnas Indonesia U-22 merayakan kemenangan sebagai juara Piala AFF U-22 Copyright: © Zainal Hasan/INDOSPORT
Aksi selebrasi Timnas Indonesia U-22 merayakan kemenangan sebagai juara Piala AFF U-22
Terulangnya Sejarah: Skandal Mafia Bola dan Prestasi Timnas U-22

Selepas terakhir melatih Timnas Indonesia U-19 di kompetisi Piala Asia U-19 2018, Indra Sjafri akhirnya ditawari pekerjaan baru sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22. 

Ternyata keputusan PSSI untuk menunjuk Indra Sjafri tepat karena pelatih asal Sumatera Barat itu sanggup mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan padanya. 

Hampir enam tahun berselang setelah membawa Timnas U-19 juara, Indra Sjafri sukses mempersembahkan trofi Piala AFF U-22 untuk Timnas Indonesia U-22.

Akan tetapi, sama seperti tahun 2013 lalu, gelar juara yang diraih Timnas U-22 di Piala AFF U-22 berbarengan dengan pergolakan besar yang tengah terjadi dalam tubuh PSSI dan sepak bola nasional. 

Jika pada 2013 lalu ada dualisme liga dan federasi, maka masalah yang menimpa kali ini adalah terbongkarnya skandal pengaturan skor yang melibatkan banyak elite PSSI. 

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri tengah berbicara dengan salah satu jajarannya. Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTPelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri tengah berbicara asistennya, Nova Arianto.

Indra Sjafri dan tim berangkat ke Kamboja dengan kondisi di mana Plt. Ketua Umum PSSI telah berstatus tersangka oleh Satgas Antimafia bola.

Tak hanya ketua umum, sejumlah exco dan anggota Komdis pun juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal pengaturan skor.

Namun, di tengah karut marutnya PSSI, Indra Sjafri sanggup membawa Timnas U-22 merengkuh trofi juara Piala AFF U-22 2019. Hal ini identik dengan yang dilakukannya pada Timnas U-16 tahun 2016 silam. 

Sepakan Deja Vu, Indra Sjafri kembali mampu mempersembahkan medali bagi Timnas Indonesia di tengah karut marut yang tengah terjadi di tubuh PSSI dan sepak bola nasional. 

Tentu saja hal ini bisa dengan mudah kita sebut sebagai kebetulan semata. Namun, bukan tak mungkin gonjang-ganjing di tubuh PSSI justru bisa memberikan motivasi lebih kepada pemain untuk membuktikan diri di lapangan. 

Hal serupa juga pernah terjadi di Italia saat Timnas Azzurri sanggup merengkuh juara Piala Dunia 2006 di tengah skandal Calciopoli yang menimpa Liga Italia dan klub-klub besar di dalamnya. 

Lalu, apakah kita harus menunggu PSSI tumbang dulu agar Timnas Indonesia bisa berprestasi? Hanya waktu dan Indra Sjafri yang bisa membuktikan. 

Terus Ikuti Perkembangan Timnas Indonesia dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%