Liga Indonesia

Bentrokan Jakmania-Bobotoh, Panpel Sebut Satu Suporter Terluka

Rabu, 9 Oktober 2019 20:53 WIB
Penulis: Ronald Seger Prabowo | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Miris! laga Persija Putri Versus Persib Putri diwarnai bentrokan suporter. Copyright: © Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Miris! laga Persija Putri Versus Persib Putri diwarnai bentrokan suporter.

INDOSPORT.COM - Kejadian bentrokan antara Jakmania dengan Bobotoh kembali terjadi. Ironisnya, hal memalukan itu muncul dalam gelaran Liga 1 Putri 2019 saat Persija Jakarta bertemu Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Rabu (9/10/19).

Insiden negatif sendiri sudah terjadi bahkan laga babak pertama belum genap berjalan 10 menit. Adanya nyanyian dan teriakan rasis membuat wasit Herlin asal Bukitinggi, Sumatera Barat, menghentikan laga Liga 1 Putri itu. Setelah berdiskusi dengan kedua kapten, duel itu kembali berlanjut.

Kejadian negatif kembali berlanjut di pertengahan babak kedua. Bahkan, Jakmania dan Bobotoh sempat terlibat saling lempar dan nyaris terjadi baku hantam membuat laga kembali terhenti.

Ketua panpel PSS Sleman, Tri Mulyanto, saat dihubungi INDOSPORT menyayangkan adanya insiden tersebut. Apalagi, kejadian terjadi di sepak bola putri.

"Tentu disayangkan adanya kejadian ini. Rasialisme juga sangat dilarang dalam regulasi kompetisi tingkat apapun," kata pria yang akrab disapa Mbah Mul itu di sela-sela pertandingan.

"Mudah-mudahan ada edukasi dari teman-teman suporter di mana pun. Artinya bisa menjaga suasana terutama terhadap pemain," tambah dia.

Mbah Mul memaparkan, sistem keamanan untuk Liga 1 Putri sejatinya sudah maksimal. Anggota kepolisian dari Polsek Ngemplak dan Depok Timur, ditambah tim keamanan internal PSS selalu berjaga mengawal setiap pertandingan.

Dirinya bersyukur tidak ada korban serius maupun kerusakan. Dari data yang diterima, hanya ada satu suporter mengalami luka ringan.

"Ada satu suporter Persib tadi terkena lemparan pecahan keramik, hanya luka ringan. Panpel sudah sigap terutama untuk mengevakuasi kepulangan kedua kelompok suporter hingga tidak berjumpa di jalan," tegasnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
13%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
25%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
25%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
38%