Liga Indonesia

Perjuangan Pelatih Indonesia Selesaikan Lisensi B Saat Solo Berstatus KLB Corona

Rabu, 8 April 2020 19:24 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Dok Pribadi Peserta
Para peserta dan instruktur kepelatihan lisensi B AFC yang berkegiatan di Kota Solo. Copyright: © Dok Pribadi Peserta
Para peserta dan instruktur kepelatihan lisensi B AFC yang berkegiatan di Kota Solo.

INDOSPORT.COM – PSSI baru saja menyelesaikan proses kursus Lisensi B AFC yang diselenggarakan di Kota Solo pada pertengahan Bulan Maret 2020 silam.

PSSI sebenarnya menyelenggarakan program kursus lisensi B AFC di kota lainnya yakni Depok, Sidoarjo, dan Denpasar. Namun proses penyelesaian kursus lisensi B AFC di Solo yang memiliki cerita menarik.

Instruktur kepelatihan di Kota Solo yang dipimpin Bambang Nurdiansyah punya cara tersendiri memperjuangkan kursus tersebut dapat selesai di tengah Kota Solo yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena Corona.

Awal mulanya, proses kursus kepelatihan lisensi B diselenggarakan di tanggal 9 – 21 Maret 2020. Namun di tanggal 13 Maret 2020, ada pasien Corona yang meninggal di Kota Solo karena positif Corona.

Alhasil, setelah itu Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menerapkan status KLB dan kegiatan kemasyarakat yang bisa menimbulkan kerumunan dilarang. Padahal dalam proses kursus lisensi B ada kegiatan untuk mengaplikasikan ilmu di lapangan dan sebelum-sebelumnya digelar di Stadion Sriwedari.

“Saat itu kami bingung karena Kota Solo statusnya KLB Corona, namun kami tidak bisa berdiam diri saja dan kami mencoba cari cara. Kalau di Sriwedari jelas tidak mungkin karena itu di tengah Kota Solo,” ujar Bambang Nurdiansyah kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT.

“Untungnya waktu itu ada peserta yang jadi manajer di akademi Pasoepati Football Academy (PFA), akhirnya kami memindahkan kursus praktiknya ke lapangan yang dekat bandara jadi masuknya Kabupaten Boyolali dan dibantu adik-adik akademi PFA itu,” imbuh pria yang akrab disapa Banur ini.

Di dalam kursus lisensi B AFC yang digelar di Kota Solo memang ada salah satu peserta yang menjadi manajer PFA yakni Dwi Joko Prihatin sehingga membantu para instruktur dan pelatih-pelatih yang menjadi peserta.

Salah satu peserta kursus lisensi B AFC yang di Solo yakni Budi Kurnia juga menceritakan hal yang sama. Pelatih fisik Persis Solo ini menyebut bahwa akademi PFA menjadi pahlawan tim instruktur dan para pelatih yang mengikuti kursus.

“Saat itu adik-adik PFA memang pahlawan, kalau tidak ada mereka, kami mau praktik sama siapa. Padahal jarak lapangan di daerah Donohudan sama hotel dan pusat kota Solo sekitar 45 sampai 50 menit,” kenangnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%