In-depth

Cedera Jota dan Kembalinya Senyuman Firmino di Liverpool

Jumat, 18 Desember 2020 16:52 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Andrew Powell/Liverpool FC via Getty Images
Roberto Firmino, Diogo Jota, dan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Copyright: © Andrew Powell/Liverpool FC via Getty Images
Roberto Firmino, Diogo Jota, dan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

INDOSPORT.COM - Diogo Jota dan Roberto Firmino, dua pemain ini belakangan kerap dibanding-bandingkan lantaran performa mereka di klub Liga Inggris, Liverpool.

Seperti diketahui, Firmino sudah beberapa bulan terakhir menjadi buah bibir para penggemar dan pandit sepak bola akibat penampilannya yang dinilai tidak sebagus dulu.

Situasi pemain yang akrab disapa Bobby tersebut pun semakin diperparah dengan kedatangan Diogo Jota dari Wolverhampton Wanderers. Terlebih, si rekrutan anyar ini bisa langsung nyetel dan sukses mengambil hati publik Anfield dalam waktu singkat.

Bagaimana tidak, Jota tampil begitu impresif dengan menyarangkan sembilan gol hanya dari 17 pertandingan. Tentu, jangan lupakan fakta bahwa ia adalah pemain baru yang seharusnya masih mengalami fase adaptasi di skuat The Reds.

Namun pada kenyataannya, adaptasinya begitu cepat dan membuat banyak orang terkagum-kagum, hingga akhirnya seorang Roberto Firmino pun tersingkir. Padahal, Bobby sudah jadi tonggak penting revolusi Liverpool bersama Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Namun ketika Jota sedang begitu on fire, ia justru dihadapkan pada masalah klise pesepak bola. Cedera. Ya, pemain asal Portugal tersebut harus absen sementara waktu usai mengalami masalah fisik saat melawan FC Midtjylland di Liga Champions.

Jota mengalami cedera lutut namun pihak klub memastikan pemainnya tersebut tidak perlu sampai naik meja operasi. Hanya saja, ia mungkin harus menepi dari lapangan antara satu setengah sampai dua bulan.

Jurgen Klopp sendiri sudah buka suara soal kondisi Jota. Menurutnya, apa yang menimpa pemainnya tersebut sedikit di luar dugaan.

“Kami melihat situasinya ketika ia cedera. Ia sendiri, bahkan tidak ada satu pun yang tahu sesuatu telah terjadi,” kata Klopp seperti dikutip dari laman resmi Liverpool.

Jota yang merasa ada sedikit keanehan pada tubuhnya kemudian mendapat penanganan setelah pertandingan. Keesokan harinya, tim medis melakukan pemeriksaan dan Klopp bisa menghela napas laga setelah mendengar diagnosis dokter.