Liga Indonesia

Masuk Pesantren, Begini Resolusi Yudha Febrian di Tahun 2021

Selasa, 5 Januari 2021 09:32 WIB
Penulis: Martini | Editor: Lanjar Wiratri
© 2018 Asian Football Confederation (AFC)
Setelah ketahuan 'dugem' dan dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-19, Mochamad Yudha Febrian mendapat sanksi masuk ke pondok pesantren. Copyright: © 2018 Asian Football Confederation (AFC)
Setelah ketahuan 'dugem' dan dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-19, Mochamad Yudha Febrian mendapat sanksi masuk ke pondok pesantren.

INDOSPORT.COM - Setelah ketahuan 'dugem' dan dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-19, Mochamad Yudha Febrian mendapat sanksi masuk ke pondok pesantren, lalu menuliskan resolusinya untuk tahun 2021.

Yudha Febrian merupakan pemain muda binaan PS Barito Putera. Alih-alih memberi sanksi usai Yudha ketahuan dugem, pihak klub justru memberikan pembinaan mental dan akhlak di sebuah pondok pesantren.

Sejak pertengahan Desember 2020 lalu, bek berusia 18 tahun itu menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Tasikmalaya, Jawa Barat. Tak lupa, ia juga berlatih sepak bola bersama pelatih yang ditunjuk Barito Putera.

Yudha Febrian juga tetap aktif menggunakan media sosial. Dalam sebuah unggahan di Instagram, pemilik akun @febrian13yudhaa itu menuliskan ungkapan hatinya saat di pesantren, dan resolusi untuk tahun 2021.

"Jangan pernah berhenti untuk berlatih, jangan pernah mengeluh, teruslah berusaha meraih masa depan. Jangan pernah berhenti juga untuk berdoa," ungkap Yudha Febrian.

"Semoga di tahun 2021 nanti bisa berubah lebih baik lagi, diberikan selalu kesehatan dan lebih baik lagi. Berharap menjadi yang terbaik di 2021," tambah pemain asal Bogor itu.

Perlu diketahui, Yudha Febrian adalah salah satu pemain muda dari akademi yang musim ini dipromosikan ke tim senior Barito Putera, musim kompetisi Liga 1 2020 hingga 2021.

Yudha Febrian diharapkan dapat menutupi krisis bek Barito Putera setelah ditinggal OK John ke Liga 2, dan Bagas Kaffa yang masih disibukkan dengan agenda Timnas U-19.

Yudha Febrian juga lebih berpengalaman di Timnas U-16 maupun Garuda Select, jika dibandingkan bek promosi lainnya di klub, yaitu Yuswanto Aditya, Muhammad Firly, atau pemain anyar, Nyoman Paul Aro.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%