Liga Europa

Liga Europa: Jurus UFC Lutut Terbang ala Lindelof Jadi Sorotan Legenda Man United

Jumat, 26 Februari 2021 13:34 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© thesun/News Group Newspapers Ltd
Pemain Manchester United, Victor Lindelof melakukan aksi UFC lutut terbang di laga Manchester United vs Real Sociedad. Copyright: © thesun/News Group Newspapers Ltd
Pemain Manchester United, Victor Lindelof melakukan aksi UFC lutut terbang di laga Manchester United vs Real Sociedad.

INDOSPORT.COM – Victor Lindelof menjadi sorotan legenda Manchester United, Paul Scholes, menyusul aksinya melakukan jurus UFC lutut terbang saat menghadapi Real Sociedad di Liga Europa, Jumat (26/02/21).

Manchester United berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Europa meski bermain imbang 0-0 di Old Trafford berkat kemenangan besar 4-0 atas Real Sociedad di pertemuan pertama pekan lalu.

Pada pertemuan kedua itu, pasukan Ole Gunnar Solskjaer sejatinya bakal menang setelah pemain pengganti Tuanzebe mencetak gol di babak kedua lewat sundulan peluru.

Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR karena Lindelof dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap Bautista beberapa detik sebelum tendangan luar biasa Axel Tuanzebe.

Dalam tayangan ulang yang diunggah seorang fans memperlihatkan, Lindelof melakukan tendangan bak petarung UFC. Dia melompat tinggi dan lututnya tepat mendarat di sisi kepala striker Sociedad, Bautista.

Aksi Lindelof ini mengingatkan kita dengan salah satu petarung UFC, Jorge Masdival yang pernah menggunakan tendangan lutut. Masdival terkenal melakukan setelah melakukan tendangan itu untuk menumbangkan Ben Askren pada UFC 239 lalu.

Bautista yang mendapat benturan keras pun terkapar di lapangan. Sedangkan Lindelof langsung diganjar kartu kuning oleh wasit.

Memberi pembelaan, legenda Man United Scholes mengklaim bahwa aksi Lindelof itu bukanlah pelanggaran karena dilakukan dengan tidak sengaja.

“Saya rasa itu (lompatan lutut Lindelof) seharnya bukan sebuah pelanggaran,” ujar Scholes seperti dilansir dari laman The Sun.

“Dia (Lindelof) pasti bukan dengan sengaja melakukan itu. Dalam situasi bola liar semua bisa terjadi. Tapi saya tidak melihatnya itu sebagai pelanggaran,” ujarnya lagi.

Ucapan Scholes mungkin ada benarnya. Lindelof sejatinya hanya ingin menyambut bola yang melambung dari upaya tendangan pojok. Namun, lompatannya terlalu tinggi hingga tidak sengaja mengenai kepala Bautista.