Bola Internasional

Giliran Richarlison Dilempar Pisang, Federasi Sepak Bola Brasil Tak Main-main Perangi Rasisme

Rabu, 28 September 2022 23:02 WIB
Penulis: Yudha Riefwan Najib | Editor: Isman Fadil
© REUTERS/Gonzalo Fuentes
Neymar (kanan) dan Raphinha melakukan selebrasi usai mencetak gol di laga Brasil vs Tunisia (28/09/22). (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes) Copyright: © REUTERS/Gonzalo Fuentes
Neymar (kanan) dan Raphinha melakukan selebrasi usai mencetak gol di laga Brasil vs Tunisia (28/09/22). (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Brasil Berdiri Paling Depan Memerangi Perilaku Rasisme

Timnas Brasil menegaskan bahwa mereka berdiri paling depan untuk memerangi perilaku rasisme yang menimpa para pemainnya.

Hal tersebut juga terwujud ketika beberapa tim dari Brasil seperti, Atletico Mineiro, Fluminese, dan tim-tim Amerika lainnya.

Dukungan dari beberapa tim tersebut disalurkan melalui cuitan di akun media sosial Twitter. Bahkan, cuitan tersebut di re-tweet oleh Richarlison.

Sementara, pemain yang memiliki nama lengkap Richarlison de Andrade tersebut juga terjun langsung ke Twitter, dengan bermaksud agar pihak berwenang segera menindaklanjuti peristiwa rasisme.

Pasalnya, memang hingga sekarang Federasi Sepak Bola Dunia memang terkesan tidak serius dalam menangani persitiwa rasisme tersebut.

Meski, sebenarnya setiap pertandingan yang terdaftar dalam agenda FIFA yang ditayangkan lewat saluran Televisi, selalu terdapat tagar No Racism.

“Selama (pihak berwenang) tetap 'bla bla bla' dan tidak menghukum, itu akan terus seperti ini, terjadi setiap hari dan di mana-mana,” tulis Richarlison lewat akun Twitternya.

Cuitan tersebut dilakukan Richarlison memang kecewa dengan perlakuan para penonton sepak bola yang melakukan tindakan rasisme terhadap dirinya.

Sehingga, keadaan tersebut juga memicu para pemain tim nasional Brasil melakukan sesi foto dengan menggunakan spanduk anti rasisme.

Spanduk tersebut berbunyi, ‘Tanpa pemain kulit hitam (yang berada di tim) kami, kami tidak akan memiliki bintang di baju kami’.