x

Hadapi Nuralim Dkk, Asisten Pelatih Arema FC Teringat Masa Jaya 2 Dekade Silam

Sabtu, 28 November 2020 17:38 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Herry Ibrahim
Laga tribute Almarhum Ricky Yacobi antara Persija Glory vs NZR Red Bold Legend di Jakarta.

INDOSPORT.COM - Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto teringat langsung dengan masa jayanya dua dekade silam, ketika kembali menghadapi Nuralim dkk di Lapangan C Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/11/20).

Momen itu terhampar dalam laga tribute atas kepergian Ricky Yacobi. Striker legendaris Timnas Indonesia itu wafat pada Sabtu (21/11/20) lalu.

Charis Yulianto tergabung dalam tim NZR Red Bold Legend yang diusung eks Manajer Borneo FC, Wibie Dwi Andriyas. Bersamanya, terdapat sejumlah pemain legendaris Arema lainnya seperti I Putu Gede, Harianto, Rudi Hariantoko hingga Agung Prasetyo.

Baca Juga
Baca Juga

Sementara Persija Glory yang menjadi lawan, dihuni para skuat yang juara Liga Indonesia tahun 2001, seperti Nuralim, Alexander Pulalo, Gendut Doni, Leo Soputan hingga Warsidi hingga Hary Saputra.

"Melawan Persija dengan Nuralim, jadi teringat babak 8 besar di (Stadion) Senayan (Gelora Bung Karno)," kata Charis Yulianto kepada INDOSPORT Sabtu (28/11/20).

"Saya agak lupa tahunnya. Pokoknya waktu itu, Pacho (Rubio, striker Arema) berkelahi dengan Luciano (Leandro, playmaker Persija)," sambung dia.

Baca Juga
Baca Juga

Momen yang dia maksud adalah laga antara Arema melawan Persija, Minggu 09 Juli 2000. Matchday pertama Grup Barat Babak 8 Besar Ligina itu dimenangkan Arema dengan skor 2-1 melalui sepasang gol Pacho Rubio menit 22 dan 40, yang hanya dibalas oleh satu gol Imran Nahumarury menit 65.

"Yang pasti, senang sekali masih bisa silaturahmi. Apalagi momennya tribute untuk Ricky Yacobi, sosok luar biasa di sepak bola kita," tandas dia.

Pada laga tribute itu, tercipta 9 gol cukup seru dengan NZR Red Bold Legend sebagai pemenang dengan skor 5-4 saat melawan Persija Glory.

Persija JakartaRicky YacobiLiga IndonesiaCharis YuliantoArema FC

Berita Terkini