x

3 Alasan Shin Tae-yong Rombak Skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Senin, 28 November 2022 19:40 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam uji coba antara Timnas Indonesia U-20 vs Prancis U-20. (Foto: PSSI)

INDOSPORT.COM - Belum lama ini, PSSI mengumumkan 28 pemain pilihan Shin Tae-yong, untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2022.

TC Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2022 dimulai pada 28 November 2022 atau hari ini di Bali. Setelah itu, Shin Tae-yong akan mengerucutkan skuat untuk didaftarkan ke AFF.

Ajang sepak bola paling bergengsi se-Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2022 hingga 16 Januari 2023 mendatang.

Timnas Indonesia sendiri telah tergabung ke dalam Grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja dan Brunei Darussalam. Mereka memiliki kans besar lolos lantaran AFF telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Grup A.

Sementara itu, dalam pemanggilan 28 pemain ke Skuat Garuda senior, ada nama dua pemain naturalisasi baru yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh.

Baca Juga

Kemudian tiga pemain yang berkarier di Eropa yakni Elkan Baggott, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman juga ikut dipanggil Shin Tae-yong.

Selain pemain yang dipanggil, ternyata ada total 16 pemain alumni skuat Garuda di Piala AFF 2020 lalu yang dicoret oleh Shin Tae-yong.

Baca Juga

Yang menjadi perhatian adalah tidak adanya sosok Evan Dimas, Alfeandra Dewangga, Irfan Jaya dan Ezea Walian. Tentu dicoretnya para alumni tersebut bukan tanpa alasan dilakukan oleh pelatih asal Korea Selatan itu.

Berikut INDOSPORT telah merangkum tiga alasan mengapa Shin Tae-yong melakukan perombakan skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022.

Baca Juga

1. Sebagian Pemain Mengalami Penurunan Performa

Pemain Arema FC, Evan Dimas dalam performanya. Foto: Ian Setiawan/INDOSPORT

Ada alasan mengapa Shin Tae-yong mencoret beberapa pemain alumni Timnas Indonesia di Piala AFF edisi 2020. Alasan utama yakni karena Evan Dimas cs mengalami penurunan performa di klub.

Evan Dimas memang menjadi salah satu pemain yang memiliki caps terbanyak Timnas Indonesia di Pial AFF. Ia sudah tampil sejak edisi 2014 hingga 2020 lalu.

Baca Juga

Bahkan pada 2020 lalu, dirinya ditunjuk sebagai kapten oleh Shin Tae-yong. Namun penampilan buruk belakanga ini sepertinya tidak ditolerir meski punya segudang pengalaman.

Bersama Arema FC, Evan Dimas tercatat baru bermain sebanyak delapan pertandingan dengan belum mencetak gol maupun assist. Ia juga menjadi pemain yang sering diterpa cedera.

Baca Juga

Berikut 16 Pemain Alumni Piala AFF 2020 yang Gagal Ikut di Edisi 2022:

Kiper: Ernando Ari
Belakang: Ryuji Utomo, Victor Igbonefo, Alfeandra Dewangga, Rizky Dwi Febrianto, Marckho Sandy Meraudje.
Tengah: Evan Dimas, Kadek Agung, Ahmad Agung
Depan: Ezra Walian, Kushedya Hari Yudo, Ramai Rumakiek, Yabes Roni, Irfan Jaya, Dedik Setiawan, Hanis Sagara.

Baca Juga

2. Adanya Sejumlah Wajah Baru Termasuk Pemain Naturalisasi

Jordi Amat dan Sandy Walsh di Kemenkumham untuk rampungkan proses naturalisasi menjadi WNI, Kamis (17/12/22).

Selain menurunnya performa pemain lawas, Shin Tae-yong juga terpikat dengan beberapa wajah baru, termasuk dua pemain naturalisasi, Sandy Walsh dan Jordi Amat.

Sandy Walsh memiliki pengalaman bermain di Eropa yakni kasta tertinggi Liga Belgia. Ia selalu menjadi starter di klub bernama KV Mechelen.

Kemudian Jordi Amat memiliki pengalaman pernah bermain di Liga Inggris hingga Liga Spanyol. Saat ini ia juga tercatat sebagai pemain asing raksasa Liga Super Malaysia, JDT.

Selain itu, Hansamu Yama akhirnya mendapat panggilan dari Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia. Pemanggilan ini tak lain karena performa apiknya bersama Persija Jakarta.

Hansamu Yama Pranayta selalu menjadi pilihan utama Thomas Doll dan membuat Persija menjadi tim dengan kebobolan paling minim di kompetisi Liga 1 2022-2023.

Agar Tidak Mudah Dibaca oleh Pelatih Tim Lawan

Alasan terakhir mengapa Shin Tae-yong melakukan perombakan besar di skuat Timnas Indonesia yakni agar formasinya tidak mudah dibaca oleh calon lawan di Piala AFF 2022.

Seperti contoh Evan Dimas yang selalu menjadi jadangan saat Timnas Indonesia bersua Vietnam dan Singapira di semifinal Piala AFF tahun lalu.

Shin Tae-yong menganggap kalau haya permainan Evan Dimas sudah bisa dibaca oleh tim lawan karena sudah membela Timnas Indonesia sejak edisi 2014 lalu.

Evan DimasHansamu Yama PranataTimnas IndonesiaSandy WalshJordi AmatPiala AFF 2022

Berita Terkini

Berita Terpopuler