x

Siap Digelar, IBL 2022 Boleh Ada Penonton Tapi Ada Syaratnya

Jumat, 7 Januari 2022 02:00 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Juni Adi
Logo IBL

INDOSPORT.COM - Kompetisi bola basket Indonesia, IBL 2022, akan segera dimulai dengan bolehnya kehadiran penonton di stadion tapi ada syaratnya.

Perhelatan kompetisi bola baket Indonesia, Indonesia Basketball Leauge (IBL) 2022 akan segera dimulai. Ajang bola basket tertinggi di Indonesia ini akan dimulai pada 15 Januari 2022 mendatang.

Sebanyak 16 tim bersiap untuk menjadi untuk yang terbaik. Untuk musim ini IBL 2022 pun akan digelar dengan adanya penonton. Hal ini diutarakan langsung oleh Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.

"Jadi kita sudah dapat izin untuk IBL 2022 boleh ada penonton. Tapi nanti tanggal 7 kita akan gelar simulasi terlebih dahulu di Hall Basket Senayan," buka Junas dalam peluncuran IBL 2022 di Jakarta.

Baca Juga
Baca Juga

"Nanti ada pertemuan lagi tgl 7 di hall basket senayan bersama seluruh pihak termasuk BNPB, Kepolisian, Pemda dsb utk finalisasi akhir untuk penonton. Persyaratannya vaksin, antigen, dan pembelian hanya dilakukan online, tidak ada On The Spot," tambah ia.

IBL 2022 ini sendiri akan berlangsung dalam 6 seri. Dimana dimulai di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya dan Denpasar.


1. Syarat Adanya Penonton

Persiapan Hangtuah Jakarta jelang IBL 2022

Meski sudah mendapat izin adanya penonton, Junas menegaskan akan diberlakukan dalam protokol kesehatan yang ketat. Dimana masing-masing seri akan berbeda-beda jumlah penonton yang boleh hadir di stadion.

"Buat kami untuk 2022 targetnya bukan untuk memenuhi GOR karena kita tahu situasi pandemi belum selesai apalagi hari ini Jakarta masih ada kenaikan," ujarnyanya.

"Jadi buat kami berapa pun yang disetujui pemerintah itu sudah lebih dari cukup artinya pemain sudah bisa kembali dihadiri fans dan keluarganya tanpa harus menunggulebih dari setahun," jelas Junas.
 
"Untuk angkanya itu beda-beda, kalau di Jakarta kita akan berada di angka 15-20 persen, angkanya sekitar 500, Bandung juga sama, Jogja sedikit lebih tinggi. Bali paling banyak mencapai 50 persen tapi karena kapasitas GORnya lebih kecil jadi beda-beda tergantung kotanya."

"Ada catatan juga H-7 itu akan dilihat situasi di kota tersebut. Kalau ada lonjakan kenaikan kita tidak akan berspekulasi lah.

Menariknya kalauo kita lihat dari sistem kemarin bubble akan dilakukan. 2021 bubble terpusat, tapi skrg bubble tidak terpusat," pungkas ia.

IBLBasket

Berita Terkini