3 Faktor yang Buat Penampilan Persija Melempem Akhir-akhir Ini
INDOSPORT.COM - Persija Jakarta tengah dirundung awan kelam dalam penampilannya di Liga 1 musim ini. Macan Kemayoran secara mengejutkan mengalami penurunan performa, terutama pasca libur lebaran.
Dari empat laga terakhir, Persija kesulitan merah kemenangan, dengan rincian dua kali kalah, dan dua kali imbang. Cukup ironis memang tim sekelas Persija harus mengalami paceklik kemenangan.
Padahal, di awal musim lalu mereka jadi salah satu tim yang difavoritkan akan memenangkan tittle Liga 1 musim ini, setelah tampil memukau di dua turnamen pramusim, Piala Presiden 2018 dan Boost Sports Super Fix Cup 2018 dimana mereka keluar jadi juara.
Hal tersebut jelas membuat suporter fanatik mereka, The Jakmania geram melihattnya. Bahkan usai kekalahan melawan Bali United beberapa waktu lalu, The Jak meminta Stefano Cugurra Teco mundur dari kursi pelatih.
Selain itu, mereka juga mengkampanyekan tagar #TecoOut di media sosial Twitter yang jadi trending topic dalam beberapa jam.
Lantas apa saja faktor-faktor yang membuat Persija Jakarta bisa mengalami rentetan penampilan buruk? Berikut INDOSPORT coba merangkumnya.
1. Simic Tumpul
Penyerang asal Kroasia ini sempat tampil menjanjikan di Persija dengan jadi mesin gol di Piala AFC dan juga Piala Presiden 2018.
Hal tersebut membuat Persija dan The Jakmania optimis menyongsong Liga 1 musim baru. Sayang, konsistensinya menurun saat kompetisi memasuki pertengahan musim. Simic mulai kehilangan tajinya di depan gawang lawan.
Selain itu, masalah di luar lapangan dengan penyanyi dangdut ternama Tanah Air dan hukuman larangan tampil selama empat laga semakin membelenggu penampilannya.
Tumpulnya Simic, membuat Persija harus merekrut penyerang baru untuk menjawab permasalahan lini depan dengan mendatangkan Ivan Carlos dan Osas Saha.
Sayang, kehadiran dua pemain tersebut sejauh ini belum menjadi solusi. Hal itu bisa dilihat dari statistik yang dihimpun dari Statoskop.id.
Dari dua laga terakhir melawan Sriwijaya FC dan Bali United, Persija mampu melepaskan 35 tembakan ke gawang lawan, namun hanya delapan yang tepat sasaran, dan dua yang menjadi gol.
"Kami punya banyak peluang, tapi tidak bisa mencetak gol. Kami banyak melakukan serangan, tapi mungkin akurasi untuk mencetak gol tidak ada," ungkap Teco usai laga melawan Bali United.
2. Pindah Stadion
Nasib sial harus dialami oleh Persija Jakarta musim ini. Sebab mereka masih harus jadi tim musafir, meski Stadion Gelora Bung Karno telah usai direnovasi.
Sebenarnya mereka sempat menjadikan GBK home di awal-awal Liga 1, namun karena akan digunakan Asian Games 2018, membuat Persija harus terusir dari Ibukota.
Faktor berpindah-pindahnya kandang mereka rupanya jadi salah satu penyebab buruknya penampilan Persija dalam beberapa laga terakhir.
Hal itu diungkap oleh Direktur Utama Persija, Gede Widiade. Ia mengatakan pemain kelelahan karena harus menempuh perjalanan cukup jauh baik laga kandang, maupun tandang.
"Musim lalu kami bermain di Stadion Patriot jarang merasakan kekalahan baik kandang dan tandang. Semangat tim juga masih ada karena bisa bermain di Jakarta dan sekitarnya. Jadi kami itu membutuhkan stadion di Jakarta," kata Gede mengutip dari Bolasport.
3. Rapuhnya Lini Belakang
Tak hanya depan, lini belakang Persija juga patut disalahkan atas penampilan buruk mereka dalam empat laga terakhir. Pertahanan yang dikomandoi Ismed SOfyan dan Jaimerson Xavier sangat rapuh.
Terbukti, mereka sudah kebobolan 21 gol dari 16 pertandingan di Liga 1, yang artinya 1,3 gol bersarang di gawang Persija tiap laga.
Absennya Andritany Ardhiyasa karena cedera sempat ditunding jadi baing keladinya. Nyatanya, sejak ia bisa kembali bermain pada 26 Juni lalu, lini belakang Persija tetap kropos.
Mereka hanya bisa menciptakan satu kali cleansheet, yakni melawan Persib Bandung. Sisanya, dari enam pertandingan Andritany harus memungut bola dari gawangnya.