Memori Buruk LeBron
LeBron James dan kawan-kawan ada di bawah tekanan. Mereka harus petik kemenangan saat jamu San Antonio Spurs di game 6 final NBA 2013. Jika Kalah Heat harus relakan trofi jadi milik Spurs.
Heat seakan sedang alami déjà vu. Mereka pernah alami kondisi serupa pada final NBA 2011. Kala itu LeBron james dkk hadapi Dallas Mavericks di laga puncak.
Situasinya, Heat tertinggal 2-3 dan jadi tuan rumah pada game 6. Mereka hanya butuh sapu bersih dua laga untuk jadi juara. Tapi Heat dengan “Big Three”, James, Dwyane Wade, Chris Bosh lumpuh.
Pada laga tersebut James 6 kali kehilangan bola dan Heat kalah dengan selisih 24 poin. Dallas juara di kandang Heat.
“Kita lihat apakah kami lebih baik daripada yang dulu,” kata James. “Tantangan besok adalah yang terbesar buat kami.”
Di antara bintang Heat lain, beban paling berat ada di pundak James. Jika Heat menang dan berbalik jadi juara, James akan kukuhkan diri sebagai pemain terbaik NBA saat ini.
Jika kalah, publik akan menyalahkan LeBron. “Kami punya kesempatan di kandang sendiri dengan dukungan suporter. Kami siap untuk raih kesempatan itu,” James dengan tegas.
Selain kenangan buruk 2 tahun silam, James juga masih belum bisa melupakan apa yang menimpanya pada final 2007, ketika Spurs membantai LeBron bersama Cleveland Cavalier.
“Saya harus tampil bagus di game 6. Saya memang menaruh tekanan besar di pundak saya sendiri agar kami bisa memaksa game 7. Saya siap hadapi ujian ini,” kata James.