Malaysia Jadi Kunci
Pada SEA Games Indonesia 2011, tim basket putra Merah-Putih hanya mampu merebut medali perunggu. Di SEA Games Myanmar 2013, tim basket putra Indonesia mengincar perbaikan prestasi.
Jumat (06/12/13), Kelly Purwanto dan kawan-kawan telah melangsungkan latihan perdana di Training Hall Wunna Theikdi Sports Complex, Nay Pyi Taw, Myanmar.
Pelatih Tjetjep Firmansyah menggelar latihan selama sejam, sejak pukul 15.00 waktu setempat. Tjetjep menuturkan anak asuhnya bermotivasi tinggi jelang gelaran SEAG ke-27 itu.
Format pertandingan untuk menentukan siap yang berhak atas medali emas, perak, dan perunggu adalah setengah kompetisi.
''Kalau saya lihat, pokoknya harus fight dan fokus sejak awal di SEA Games ini, kalau nggak mau kecolongan start,'' sebut Tjetjep di laman NBL Indonesia, Sabtu (07/12/13).
Tujuh negara berpartisipasi di kategori putra, yakni Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, dan tuan rumah Myanmar.
Jadwal pertandingan di Myanmar tak membuat Tjetjep gusar. Dalam tiga hari pertandingan, Indonesia akan beristirahat sehari, bertanding sekali lalu istirahat sehari, baru dua kali pertandingan beruntun.
Indonesia akan membuka petualangan di Myanmar dengan meladeni Malaysia, Minggu 08 Desember 2013. Sebuah langkah penting bagi Indonesia dan Tjetjep berani menyatakan peluang perunggu tetap terbuka.
''Game pertama selalu ada pressure tersendiri. Banyak yang bilang dalam format setengah kompetisi ini, pertandingan perdana menentukan 50 persen kesuksesan langkah tim selanjutnya,” tutur ex Pelatih Aspac Jakarta itu.
Karakter permainan Malaysia sudah dalam genggaman Tjetjep. Para point guard adalah ujung timbak Negeri Jiran untuk mendulang angka dan Tjetjep telah menyiapkan strategi tandingan untuk melibas Malaysia.
Sabtu (07/12/13) sore waktu Myanmar, tim basket Indonesia akan menjajal arena pertandingan di Stadion Zayar Thiri Indoor. Tim putra mendapatkan porsi 45 menit mencoba stadion yang terletak di utara ibu kota Myanmar itu.