Ubaya Hempaskan Brawijaya
Dari kemenangan tersebut Ubaya berhasil menjuarai Liga Mahasiswa Basketball McDonald’s East Java Conference 2014.
Padahal sebelumnya, tim putra Universitas Brawijaya tampil mengejutkan di Semifinal.
Bermain sebagai tuan rumah, Brawijaya sempat mengejutkan Ubaya dengan start cepat di kuarter pertama.
Ryan Ardhika berhasil mencetak 8 poin untuk membantu Brawijaya untuk meraih keunggulan 21-17 di kuarter pertama.
Namun di kuarter dua, para pemain Ubaya mulai panas. Mesin skor Ubaya, seperti, Katon Ajie, Yericho Tuasela dan Bryant Enchance memborbardir defense Brawijaya pada kuarter ini.
Di kuarter dua ini, Ubaya berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 28 poin. Three-point Rico Pratama saat buzzer berbunyi memberikan Ubaya unggul 45-33 saat halftime.
Anak asuh Coach Wellyanto menghabisi perlawanan Brawijaya di kuarter tiga lewat Yericho dan Bryant yang tengah on fire.
Kedua pemain ini menyiksa defense Brawijaya lewat lay-up mereka serta akurasi tinggi dari garis three-point.
Yericho dan Bryant mencetak 16 poin total di 4 menit terakhir kuarter tiga yang menyebabkan keunggulan Ubaya meledak menjadi 74-48 memasuki kuarter terakhir.
Ketinggalan dengan margin besar, para pemain Brawijaya mencoba untuk bangkit demi memperkecil ketinggalan mereka.
Namun, para pemain Ubaya tetap bermain dengan disiplin dan berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 92-61.
Katon berhasil berhasil keluar sebagai Most Valuable Player (MVP) setelah mencetak 20 poin dan 8 rebounds.
Yericho juga berandil besar dengan sumbangan 20 poin serta Bryant yang menorehkan 15 poin malam ini.
Tim putri mereka yang bermain lebih dulu juga berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tim putri Universitas Airlangga dengan skor sangat tipi 61-60.
Dengan hasil ini Ubaya berhasil mempertahankan tradisi mereka menjuarai conference Jawa Timur.
Ubaya mengikuti jejak tim UPH Jakarta yang berhasil mengawinkan gelar juara di tingkat conference musim ini.