JNE BSC Pukul NSH GMC
Dua mesin poin JNE BSC Bandung, Surliyadin dan Haritsa Herlusdityo bermain buruk dalam pertandingan kali ini.
Power forward berusia 25 tahun ini sukses membukukan double-double pertama sepanjang karirnya di NBL Indonesia.
Menyusul kombinasi 19 poin dan 11 rebound yang dia bukukan dalam game ini. Tampil dengan minute play 24:59, pemain dengan tinggi 188 cm ini juga menyumbang tiga block shot.
Pelatih BSC Bandung Utama, Bintoro mengungkapkan, Luke Martinus menjadi dewa penyelamat bagi timnya setelah tim lawan mengetahui kelemahan squadnya.
”Sejak kuarter awal, mereka (NSH GMC) mereka mengunci ruang gerak dua shooter kami,” terang head coach BSC Bandung Utama, Bintoro.
Surliyadin dan Haritsa (Herlusdityo) kesulitan melepaskan tembakan. Karena itu kami mengoptimalkan poin dari under basket dengan mengandalkan para big man kami,” sambung Bintoro.
Selain Luke, power forward Khalif Akbar memberikan kontribusi penting dengan donasi 13 poin. Center veteran Andre Tiara juga ikut berkontribusi lewat sumbangan 11 poin.
Sementara itu, Surliyadin tampil scoreless alias tak menyumbang poin sama sekali dalam laga ini.
Padahal, Surliyadin biasanya menjadi mesin poin utama JNE BSC Bandung Utama. Hal yang sama juga terjadi pada Haritsa yang hanya mencetak 5 poin.
Bagi JNE BSC Bandung Utama, tambahan kemenangan ini sangat krusial untuk menjaga posisi mereka di zona playoff. Ini merupakan kemenangan kedua dari empat laga di seri Solo.
Mereka masih memiliki sisa satu laga lagi pada seri ketiga ini, yakni menantang Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, Jumat (14/02/14) nanti.
Dari kubu NSH GMC, hanya Raylly Pratama yang tampil mengesankan. Small forward kelahiran Semarang ini mengemas 10 angka.
Menyusul kekalahan ini, kans NSH GMC untuk bersaing lolos ke Championship Series makin menipis. Max Yanto dkk tercecer di dasar klasemen dengan hanya meraup sekali kemenangan.