Yuli Pimpin Laga NBL
Melalui Referee Development Program, penyelenggara menyeleksi wasit terbaik di tanah air yang memang layak memimpin laga-laga pada musim reguler hingga Championship Series.
Dari ratusan wasit yang mendaftar dan mengikuti seleksi, hanya 26 wasit yang kemudian terpilih untuk memimpin pertandingan.
Total ada 16, di antaranya akan memimpin laga-laga Speedy NBL Indonesia. Sedangkan, sisanya, menjadi pengadil laga-laga Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia.
Senior manager Basketball Operations PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia, Puji Agus Santoso menjelaskan, ada beberapa kriteria penilaian dalam melalukan evaluasi wasit.
Menurut Puji penilaian tersebut, di antaranya, assessment (penugasan), psychology (psikologi wasit), rules test (tes peraturan), serta tes fisik.
”Kecakapan dan ketegasan wasit dalam memimpin pertandingan, sangat kami perhatikan agar kualitas liga terus meningkat,” ungkap Puji, Rabu (19/02/14) malam.
“Dengan adanya evaluasi berupa promosi dan degradasi ini, diharapkan semua wasit NBL dan WNBL Indonesia terus menjaga kestabilan performanya,” sambung ia.
Performa tiap wasit selama memimpin pertandingan di NBL maupun WNBL Indonesia itu tetap terus terpantau. Evaluasi berlangsung pada pertengahan musim atau setelah menyelesaikan seri tiga.
Dari hasil evaluasi, pihak penyelenggara memutuskan dua wasit NBL Indonesia terdegradasi ke WNBL Indonesia, dan sebaliknya.
Dua wasit yang terdegradasi, ialah Risky Heris dan Ibnu Hajar. Kedua wasit ini, berada di dua peringkat terbawah dari hasil evaluasi peringkat wasit NBL Indonesia.
Sebagai konsekuensi dari degradasi, Risky dan Ibnu akan memimpin laga WNBL Indonesia mulai Seri Bandung, Maret mendatang.
Bila Risky dan Ibnu harus merasakan atmosfer WNBL Indonesia mulai seri Bandung, Arnaz Anggoro dan Yuli Wulandari justru akan merasakan suasana baru sebagai pemimpin laga di NBL Indonesia.
Arnaz dan Yuli, berhak mendapat promosi ke NBL Indonesia karena termasuk top two wasit WNBL Indonesia yang memiliki lisensi A.
Dengan promosi ini, Yuli pun siap mencatatkan namanya sebagai wasit perempuan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memimpin liga basket profesional pria.
Kehadiran Yuli di kancah NBL yang 100 persen berisi kaum adam tentu juga akan memberikan warna tersendiri bagi liga.