Tuah Tuan Rumah
Pelatih Satya Wacana, Efri Meldi mengaku puas dengan hasil ini, meski ia mengakui, kalau performa timnya sempat menurun drastis ketimbang pertandingan sehari sebelumnya, akibat kelelahan.
"Saya senang karena kami bisa menang. Beberapa pemain memang tidak bisa menunjukan performa terbaiknya karena tekanan yang ketat dari lawan. Faktor fisik memang membuat anak-anak bermain kurang maksimal hari ini," kata dia.
Sementara itu pelatih NSH, Mayckel Ferdinadus, mengaku tidak terlalu kecewa atas performa timnya karena meski kalah mampu bermain baik dengan menekan tim sekelas Satya Wacana.
"Pemain bagus hari ini, mereka bisa menekan para pemain Satya Wacana, padahal sebelumnya kita pernah kalah beda 20 poin oleh mereka. Hanya, anak-anak kali ini kalah mental dari tim lawan," ucap Mayckel menambahkan.
Pertandingan berlangsung sengit. Satya Wacana Metro LBC yang ingin menunjukkan kapasitasnya sekaligus memetik kemenangan di seri perdana ini langsung tancap gas sejak awal kuarter pertama dan unggul 24-18.
Berada di atas angin, tim Bandung itu tetap berupaya menjaga peluang, meski NSH mulai menemukan formasi permainan terbaiknya dengan mengejar point lawannya sehingga di akhir kuarter kedua mendekat dengan skor 34-31.
Mendapat tekanan pada kuarter kedua, Satya Wacana mengubah strategi dengan mengoptimalkan permainan Firman Nugroho yang tampil sangat prima di kubu tim Bandung itu. Satya Wacana melejit dengan skor 52-43 dengan memanfaatkan kesulitan lawan pada babak tersebut.
Keunggulan tim asuhan pelatih Efri Merdi tersebut tak terhadang dengan memastikan kemenangan pada pertandingan itu dengan skor telak 61-55.
Satya Wacana yang sempat unggul dua angka atas NSH GMC kembali kecolongan, sehingga jaraknya mulai didekati NSH. Satya Wacana mampu mengamankan keunggulan hingga quarter empat berakhir.