Dream Team NBL Indonesia Versi INDOSPORT
Satria Muda Britama Jakarta berhasil menjadi kampiun NBL Indonesia musim 2014/15. Hampir seluruh pemain Satria Muda tampil dengan performa terbaiknnya disepanjang kompetisi kemarin.
Namun, bukan berarti tim lain tidak memiliki pemain yang hebat. Buktinya, Satria Muda juga pernah menelan kekalahan. Tak hanya itu, Satria Muda juga harus melalui jalan yang terjal untuk meraih kemenangan.
Setiap tim tentu memiliki masing-masing pemain berbakat dan menonjol sepanjang musim 2014/15 kemarin. Lalu, bagaimana jika pemain bintang dari setiap tim NBL tersebut digabungkan menjadi satu tim impian?
Berdasarkan penampilan yang ditunjukkan oleh pemain tersebut di ajang NBL Indonesia musim 2014/15, berikut sejumlah pebasket top NBL yang masuk dalam 'Dream Team' NBL Indonesia versi INDOSPORT.
1. Christian Ronaldo Sitepu
Bagi pecinta basket Indonesia, sosok yang memiliki tinggi hingga 2 meter ini tentu sudah tidak asing lagi. Ya, bermain diposisi center, pebasket yang kerap disapa Dodo ini selalu diandalkan dalam hal rebounds.
Selama musim reguler kemarin, bersama timnya, Satria Muda Britama, pebasket berusia 28 tahun ini total sukses melakukan 200 rebounds baik secara ofense maupun defense.
2. Adhi Pratama
Rasanya cukup aneh jika tidak memasukkan pebasket kelahiran Jakarta, 31 Maret, 22 tahun silam ini. Ya, center milik Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta ini telah dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) musim 2014/15 kemarin.
Tidak hanya itu, secara kemampuan, Adhi juga kuat saat memegang bola dan memiliki keseimbangan tubuh yang bagus. Jika melihat gaya bermainnya, mungkin kita akan teringat dengan bintang basket dunia, Shaquille O'Neal.
3. Xaverius Prawiro
Siapa yang meragukan gaya bermain dari legenda milik M88 Aspac Jakarta ini? Ya, pebasket berusia 28 tahun ini disebut sebagai salah satu shooting guard terbaik milik Indonesia.
Tidak hanya itu, Xaverius juga mampu bermain di posisi yang berbeda, yakni sebagai forward. Sosok kepemimpinannya yang tegas serta kemampuan asisst-nya yang akurat tentu akan diperlukan oleh tim manapun. Sayang pada musim ini, pebasket yang kerap disapa Iyus ini memutuskan untuk pensiun dari klubnya.
4. Mario Wuysang
Memiliki gaya bermain yang tenang serta kemampuan menembak bola yang akurat, membuat Mario Wuysang disebut-sebut memiliki gaya bermain layaknya pemain NBA.
Pada musim reguler 2014/15 kemarin, Wuysang berhasil mencatatkan 309 poin untuk CLS Knights Surabaya. Dari jumlah poin tersebut, sebanyak 42 poin berhasil ia ukir dari dari lemparan jarak jauh.
5. Andakara Prastawa Dhyaksa
Memiliki pergerakan cepat dan pandai mencari ruang tembak, membuat tim lawan di NBL Indonesia musim kemarin melakukan penjagaan ketat bagi pebasket berusia 22 tahun tersebut.
Tidak hanya itu, pemain yang biasa dipanggil Pras ini juga berhasil membukukan total 389 poin di musim reguler. Sayang, catatan impresifnya tersebut jurstru gagal membawa timnya, M88 Aspac Jakarta, keluar sebagai juara.
6. Kristian Liem
Pemain yang baru saja menjalani debutnya bersama M88 Aspac Jakarta ini sukses merengkuh gelar individu sebagai rookie of the year musim 2014/15.
Permainannya terkadang memang terlihat cukup lama saat memegang bola, namun tidak sedikit rekan setim, pelatih atau dari kubu lawan yang menyebut dirinya memiliki potensi untuk menjadi bintang di masa depan.
Center yang baru berusia 20 tahun ini memiliki tinggi yang ideal untuk ukuran pemain ukuran Indonesia. Selain itu, ia juga mampu menahan bola dengan baik
7. Kelly Purwanto
Point guard Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta ini cukup gesit saat membawa bola. Selain itu, ia juga mampu bermain untuk mengelabui lawan-lawannya dengan baik.
Kelly juga pernah mengaku kepada INDOSPORT jika dirinya sangat terinspirasi dengan legenda tim Philadelphia 76ers, Allen Iverson. Setiap kali bertanding, pebasket yang memiliki banyak tato di lengannya ini mengikuti gaya bermain dari idolanya tersebut.
Pada NBL Indonesia musim 2014/15, Kelly membawa timnya ke partai puncak melawan Satria Muda Britama Jakarta. Sayang, dirinya gagal meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut yang berakhir dengan skor 54-62.
8. Ebrahim Enguio Lopez
Penampilan pebasket naturalisasi berkebangsaan Filipina ini cukup merepotkan pertahanan lawan selama musim reguler kemarin.
Sepanjang musim reguler 2014/15, shooting guard yang akrab dipanggil Biboy ini telah mencetak 347 poin, tidak hanya itu, ia juga memiliki kemampuan menembak bola yang akurat. Sayang, ia gagal membawa timnya, M88 Aspac mempertahankan gelar juara yang didapat pada musim lalu.
9. Dimaz Muharri
Point guard milik CLS Knights Surabaya dikenal cerdas dalam mengatur serangan timnya. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan untuk merebut bola dengan baik serta assist yang sempurna untuk timnya.
10. Ponsianus Nyoman Indrawan
Memiliki ketenangan saat bertanding dan jiwa kemimpinan yang tinggi membuat dirinya menjadi sosok teladan yang dihormati oleh rekan setimnya di Pelita Jaya.
Pebasket yang kerap dipanggil Komink ini memang sering terlihat memberikan motivasi kepada rekan-rekannya baik saat di lapangan maupun saat sesi latihan. Ia juga memiliki keseimbangan dan kemampuan menahan bola dengan baik.
11. Rony Gunawan
Sama seperti rekan setimnya, Christian Ronaldo Sitepu dan kompatriotnya di timnas Indonesia yang bermain dengan Aspac, Xaverius Prawiro, nama Rony Gunawan tentu sudah tidak asing lagi didengar bagi pecinta basket Indonesia.
Pebasket yang kerap dipanggil Rogun ini seakan sudah menjadi ikon bagi timnya ataupun olahraga basket di Indonesia. Di usianya yang telah menginjak 35 tahun, Rogun terbilang sukses ketika mencetak 298 poin disepanjang musim reguler 2014/15 kemarin.