x

5 Tim Kandidat Juara IBL

Selasa, 12 April 2016 21:03 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja

Para peserta ajang IBL baru saja menyelesaikan seri kelima yang berlangsung di Bandung. Turnamen ini semakin ketat karena setiap tim berusaha tampil maksimal untuk merebut tiket ke babak playoff.

Seri ke-VI yang berlangsung di Surabaya merupakan petarungan terakhir para peserta IBL untuk memperebutkan jatah ke babak playoff.

Sampai saat ini, CLS Knight Surabaya masih memuncaki klasemen dengan torehan 52 poin dari 27 pertandingan. Posisi kedua berhasil di tempati oleh Pelita Jaya EMP Jakarta.

Selain kedua tim itu, ada tiga tim lagi yang pantas diunggulkan menjadi juara. Berikut ini, INDOSPORT akan coba ulas kelima tim yang diunggulkan untuk meraih juara IBL pada musim ini.


1. CLS Knight Surabaya

Mario Wuysang menjadi andalan CLS dalam mendobrak pertahanan Satria Muda.

Kehadiran pemain naturalisasi, Jamar Andre Johnson membuat skuat CLS Knight Surabaya menjadi semakin tangguh baik saat menyerang atau pun bertahan.

Pemain yang menempati posisi Power Forward itu selalu menjadi andalan CLS dalam menghasilkan poin dan juga dalam bertahan. Johnson tidak bekerja sendirian.


Jamar Andre Johnson menjadi pemain andalan CLS dalam membuat angka.

Dia mendapatkan bantuan dari playmaker jempolan Mario Wuysang. Mantan pemain Aspac dan Garuda Bandung itu acap kali memberikan permainan yang menghibur para pendukung CLS.

Lalu ada Sandy Febyansyakh. Pemain yang menempati posisi shooting guard itu juga sangat vital untuk CLS. Sandy sering sekali menciptakan poin krusial untuk tim asal Surabaya itu.


2. Pelita Jaya EMP Jakarta

Faisal Julius Achmad tampil gemilang melawan eks klubnya Satria Muda.

Tim asuhan Benjamin Alvarezsipin III tersebut juga tampil sangat gemilang di kompetisi IBL musim ini. Sama seperti CLS, Pelita Jaya juga diperkuat seorang pemain naturalisasi.

Dia adalah Brandon Jawato. Pemain yang menempati posisi small forward itu merupakan salah satu kunci penampilan cemerlang Pelita Jaya pada musim ini.

Brandon mampu menciptakan angka dan melakukan rebound sangat baik. Rata-rata, Brandon mengumpilkan 10.75 poin setiap pertandingannya. Dia tidak bekerja sendiri.

Brandon mendapatkan bantuan dari playmaker andalan Kelly Purwanto. Dia membuat 4.74 dan 4.39 assist di setiap pertandingannya.

Selain Brandon, tim asal Jakarta itu masih memiliki Ponsianus Nyoman Indrawan yang rata-rata membuat 10.25 poin setiap pertandingan.


3. M88 Aspac Jakarta

Andakara Prastawa dikepung oleh tiga pemain lawan.

Tim ketiga yang pantas diunggulkan adalah M88 Aspac Jakarta. Tim ini memiliki pemain-pemain muda yang bisa diandalkan untuk menciptakan angka dalam setiap pertandingan IBL.

Di posisi point guard ada Andakara Prastawa. Dia merupakan pemain terbanyak dalamn menciptakan angka. Prastawa mampu menciptakan rata-rata 15.29 poin setiap pertandingan.

Kemudian shooting guard di tempati oleh Okiwira Sanjaya. Rata-rata, Okiwira mencetak 12.28 poin setiap pertandingan. Selain itu, Aspac juga memiliki pemain naturalisasi Ebrahim Enguio Lopez.

Saat ini, tim asuhan Jugianto Kuntardjo berhasil menempati peringkat ketiga klasemen sementara IBL dengan mengumpulkan 49 poin dari 27 pertandingan.


4. Garuda Bandung

Shooting Guard Garuda Bandung, Daniel Wenas.

Tidak seperti ketiga tim di atas, kekuatan skuat Garuda Bandung lebih merata. Namun, tim ini memiliki pelatih berpengalaman yang pernah membawa Satria Muda Jakarta mendominasi laga basket nasional.

Dia adalah Fictor Gideon Roring. Mantan pebasket nasional itu memang terkenal sangat cerdik dalam meramu strategi yang diterapkan dengan anak asuhnya dengan sangat baik.

Untuk posisi shooting guard, Garuda Bandung memiliki Diftha Pratama yang bisa menghasilkan poin dengan rata-rata membuat 14.08 poin setiap pertandingannya.

Sedangkan di posisi bigman, pelatih yang akrab disapa Ito tersebut bisa mengandalkan Muhammad Rizal Falconi.  Rata-rata, Falconi menmbuat 10.60 poin dan 7.76 rebound setiap pertandingannya.

Sementara untuk posisi cente/forward, Garuda Bandung masih mempunyai Galank Gunawan yang rata-rata membuat 11.56 rebound setiap pertandingannya.


5. Satria Muda Pertamina Jakarta

Pemain Satria Muda Pertamina Jakarta Shooting bola basket dari jarak jauh.

Posisi kelima ada nama Satria Muda Pertamina Jakarta. Mungkin, kekuatan tim asal Jakarta ini tidak setangguh musim sebelumnya saat masih berkiprah dengan nama NBL.

Mereka juga sudah tidak dilatih oleh Fictor Gideon Roring lagi. Namun, jangan pertanyakan mental juara yang dimiliki para pemain Satria Muda.

Mereka masih memiliki pemain yang berpengalaman seperti Arki Dikania Wisnu. Playmaker Satria Muda tersebut rata-rata membuat 10.74 poin setiap pertandingannya.

Lalu ada Vinton Surawi. Pemain yang menempati posisi Power Forward tersebut mampu menghasilkan 8.82 poin per game.

Serta ada pemain center Christian Ronaldo Sitepu yang bisa bertahan dan mencetak angka dengan baik.

Indonesian Basketball League (IBL)

Berita Terkini