Hangtuah Cegat Satya Wacana ke Babak Playoffs
Pada dua pertemuan sebelumnya, Hangtuah Sumsel harus lebih dulu mengakui keunggulan Satya Wacana. Namun lepas seri IV di Semarang, grafik permainan Hangtuah meningkat, hal ini tidak lepas dari tangan dingin pelatih Paul Mario Watulingas Sanggor yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih menggantikan Tondi Raja Syailendra.
Pelan tapi pasti, Hangtuah yang di motori oleh Andrie “Yayan” Ekayana tersebut, dapat memperbaiki kinerja timnya, hingga kembali berpeluang lolos ke babak playoffs.
Sementara Satya Wacana Salatiga, musim ini mereka berkesempatan menorehkan tinta sejarah untuk lolos pertama kalinya ke babak playoffs. Prestasi yang tentunya akan di kenang oleh Respati Ragil Pamungkas cs.
Pada kuarter pertama, Satya Wacana memulai pertandingan dengan mulus, Andre Andriano berperan besar mengantarkan klubnya mengatasi Hangtuah dengan sumbangsih delapan poin. Tidak hanya Andre, kapten tim SWS, Respati Ragil Pamungkas juga bermain baik dan berkontribusi membuat lima poin, sekaligus menutup kemenangan sementara 20-14.
Namun pada sisa kuarter berikutnya, justru anak-anak Hangtuah Sumsel yang akhrinya berhasil bangkit. Mario sapaan akrab pelatih Hangtuah, menginstruksikan para pemainnya untuk bermain dengan penyesuaian sistem zone defense yang berbeda, sehingga kerap membuat Satya Wacana kesulitan menembus benteng kokoh paint area HTS, yang galang oleh Fadlan dan juga Tony Sugiharto.
Sempat terjadi jual beli serangan, namun HTS mampu lebih banyak mendominasi pertandingan, puncaknya saat kuarter keempat berakhir Hangtuah berhasil menjaga margin keunggulan mereka 66-55 dan hasil ini membuka peluang yang sangat besar untuk tim Hangtuah kebabak playoffs.
Andrie Ekayana menjadi top skor bagi timnya dengan torehan 18 poin. Di ikut oleh Mei Joni (17) dan Ary Sapto (13). Sementara Andrie dan Respati Ragil Pamungkas sama-sama membuat 17 angka untuk tim Satya Wacana Salatiga.