x

Jalan Sejarah Kompetisi Idola Warga Amerika

Rabu, 3 Agustus 2016 14:01 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra

Suatu hari di New York City, enam puluh tujuh tahun lalu, sejumlah orang berkumpul di sebuah ruangan yang terletak di Empire State Building. Mereka yang hadir merupakan kubu berbeda dari dua pengelola liga basket di Amerika Serikat.

Usai mejalani sebuah diskusi yang alot, kedua kubu bersepakat untuk membuat sebuah kompetisi baru. Kompetisi ini menggabungkan masing-masing kompetisi menjadi satu.

Inilah ihwal pertama kali tercetusnya National Basketball League. Siapa sangka jika kompetisi ini merupakan cikal bakal dari idola Amerika Serikat hingga lebih dari seabad kemudian.


Hari ini, 67 tahun lalu  NBA pertama kali berdiri di New York City, Amerika Serikat.

Dari kompetisi inilah kita mengenal nama Wilt Chamberlain, Larry Bird hingga Michael Jordan pada medio sebelum tahun 2000-an. Memasuki milenium baru, Kobe Bryant, LeBron James dan Stephen Curry menjadi idola yang dikenal dari kompetisi ini.

Bagaimana selanjutnya sejarah awal berdirinya NBA untuk pertama kali. Berikut rangkuman ulasannya yang coba dirangkai oleh tim INDOSPORT;


1. Kisah Penjejak Awal Kompetisi Idola

National Basketball League (NBL) memasuki tahun keduabelas mereka kompetisi pada tahun 1949. NBL merupakan kompetisi basket terbesar di Amerika Serikat saat itu.

Hegemoni NBL bermula pada tahun 1937 saat pertama kali didirikan. Kompetisi ini didukung oleh tiga perusuhaan raksasa, General Electric, Firestone dan Goodyear.

Leo Fischer ditunjuk menjadi presiden pertama NBL kala itu. Fischer merupakan salah seorang editor dalam sebuah media olahraga di Chicago.


Berita soal kompetisi NBL di musim pertamanya pada tahun 1937 di Amerika Serikat.

Seiring perjalaan, 38 tim tercatat pernah mengikuti kompetisi ini. Akron Goodyear Wingfoots menjadi jawara pertama NBL dalam sejarah.

Pada tahun 1946, muncul sebuah saingan baru bagi NBL dari kubu Basketball Association of America (BAA). BAA mencoba melakukan inovasi dalam kompetisi basket ini.

BAA mengadopsi aturan dari olahraga American Football dengan musim reguler. BAA juga yang pertama kali menginisiasi pertandingan basket di kota-kota besar.

Karena sebelumnya, kompetisi NBL hanya meliputi beberapa daerah di wilayah barat Amerika Serikat. BAA juga menjadi pioner kompetisi yang digelar secara profesional.

Adalah Maurice Podoloff yang pertama kali menjadi Presiden BAA. Lewat tangan dingin Podoloff inilah, bola basket bisa dinikmati sebagai salah satu hiburan baru.

BAA mengawali kompetisi dengan 11 klub yang ikut serta. Philadelphia Warriors mencatat sejarah sebagai tim pertama yang menjadi juara.


Philadelphia Warriors berhasil menjadi BAA untuk pertama kali di tahun 1946.

Kehadiran BAA kemudian mulai mengguncang eksistensi NBL. Bahkan beberapa klub NBL akhirnya memutuskan untuk hijrah ke BAA.

Bahkan BAA diklaim sebagai kompetisi pertama dalam sejarah NBA. Pasalnya kompetisi ini dikemas dengan pola yang lebih profesional.

Inilah ihwal pertama kali rivalitas sengit dalam catatan sejaraah olahraga di Amerika Serikat. Namun persaingan ini justru menjadi embrio dari sumber mata air bagi bisnis olahraga negara Paman Sam ini.


2. Rivalitas Berujung Emas

Memasuki musim ketiga di BAA, rivalitas antara mereka dengan NBL kian sengit. Sejumlah klub dari NBL bahkan berpindah pengelola ke BAA di tahun 1949.

Periode ini membuat kedua kubu sadar bahwa akan terjadi kompetisi yang tidak sehat. Rivalitas mereka akan berujung pada hilangnya antusias penonton untuk menyaksikan laga kompetisi.

Hal ini membuat kedua kubu sepakat untuk duduk bersama dalam satu meja. Akhirnya, tertanggal 3 Agustus 1949 kedua kubu sepakat untuk melakukan penggabungan.

BAA dan NBL akhirnya berdamai untuk membuat sebuah kompetisi baru. Nama National Basketball Association (NBA) pun untuk pertama kali diperkenalkan.

Maurice Podoloff yang sebelumnya menjadi Presiden BAA ditunjuk sebagai Presiden NBA yang pertama. 17 tim tercatat ikut serta dalam kompetisi baru ini.


Maurice Podoloff (kanan) merupakan Presiden NBA pertama sepanjang sejarah.

Ketujuhbelas tim terbagi menjadi tiga wilayah di musim pertamanya. Pada akhir kompetisi, Minneapolis Lakers menjadi juara pertama dalam sejarah NBA.

Penggabungan dua kompetisi ini menjadi angin baru bagi dunia olahraga di Amerika Serikat. Perpaduan antara olahraga dan pengelolaan secara profesional membuat tumbuh kembang NBA semakin cepat.

Tidak butuh waktu lama bagi NBA untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat Amerika Serikat. Dalam rentang dua puluh tahun kemudian, NBA akan menjelma menjadi ladang emas baru di dunia olahraga.


3. Dari Persaingan Hingga Tinta Emas Michael Jordan

Pasang surut kompetisi mengawali permulaan bergulirnya NBA di awal dasawarsa mereka. Dari 11 tim yang pertama kali ikut serta, hanya tersisa 9 tim pada musim 1953/54.

Hal ini membuat antusias penonton mulai berkurang. Pihak NBA tidak kehabisan akal untuk memacu daya tarik.

Untuk kali pertama sistem 24 seconds violation pun diperkenalkan. Peraturan ini mengatur kesempatan waktu 24 detik bagi masing-masing tim untuk melakukan serangan.

Peraturan baru ini pun membuat pertandingan NBA bertambah sengit. Kompetisi semakin ketat pula di tahun berikutnya.

Antusias penonton kembali bergairah. Warga Amerika Serikat akhirnya kembali di kursi penonton untuk menyaksikan laga.

Periode kompetisi 1960-1970an, NBA melahirkan nama seorang Wilt Chamberlain. Pria kelahiran tahun 1936 ini merupakan pemain pertama di NBA yang memiliki tinggi di atas 2 meter.

Postur menjulang Chamberlain membuatnya sangat kontras di lapangan. Linear pula dengan tingginya, prestasi Chamberlain pun terbilang menawan.


Wilt Chamberlain menjadi pemain yang memiliki tinggi lebih dari 2 meter pertama di NBA.

Chamberlain berhasil dua kali membawa timnya menjadi juara NBA. Pertama kali pada tahun 1967 bersama Philadelphia Warriors, kemudian pada tahun 1972 bersama Los Angeles Lakers.

Usai jejak Chamberlain terukir manis di NBA, giliran generasi Kareem Abdul Jabar, Larry Bird serta Ervin 'Magic' Johnson yang menguasai NBA di dekade 1970-1980an.

Bintang NBA semakin bersinar pada periode ini. Jumlah penonton pun semakin bertambah penuh di setiap laga.

Puncaknya adalah lahirnya generasi emas NBA yang paling dikenal sejarah, Michael Jordan. Pemain yang menjadi ikon abadi NBA ini membubuhkan karier gemilang saat masih bersama Chicago Bulls.

Jordan pertama kali menapak jalan di NBA usai ditarik dari Universitas North Carolina pada tahun 1984. Hanya butuh 5 tahun bagi Jordan untuk merebut karier gemilang di NBA.

Pemain yang dijuluki 'Air Jordan' ini berhasil merengkuh 6 gelar NBA sepanjang kariernya bersama Bulls di tahun 1991-1993. Sempat pensiun dan memutuskan menjadi pemain baseball, Jordan kembali di tahun 1995 untuk kemudian membawa Bulls kembali juara di periode 1996-1998.


MIchael Jordan (merah) merupakan salah satu pemain paling sukses dalam sejarah NBA.

Berkat Jordan pula, pamor NBA kian meningkat pesat. Bisa dibilang Michael Jordan menjadi atlet tersukses dalam kompetisi NBA sepanjang sejarah.

Hal ini ditandai dengan menurunnya animo penonton saat Jordan pensiun pertama kali di tahun 1993-1995. NBA seperti kehilangan gemilaunya.

Pun demikian dengan periode saat Jordan memutuskan gantung sepatu untuk kali kedua. Akan tetapi, the show must go on.

Ladang emas harus tetap ditambang dan NBA pun kian berkembang, hingga sekarang.


4. Menapak Dekade Ketujuh

LeBron James mengawali Cavaliers mengangkat gelar juara NBA 2015/16.

Panggung NBA menapak dekade ketujuhnya tahun ini. Hampir tujuh puluh tahun setelah pertama kali dicetuskan, NBA masih bertahan.

Hari ini NBA kembali dengan kemasan yang jauh berbeda. Meskipun mungkin saja inilah harapan dan cita-cita awal dari Maurice Podoloff saat pertama kali.


Antusias penonton NBA terus bertambah dari tahun ke tahun.

Perseteruan sengit dari dua kompetisi hari ini menjadi demam persaingan dua hal di Amerika Serikat. Gengsi olahraga serta bisnis hiburan menjadi euforia baru yang membungkus NBA. 

Keberhasilan NBA dapat dilihat dari jajaran bintang yang selalu lahir di setiap periode. Usai generasi Michael Jordan, kita bisa saksikan Shaquile O'Neal, LeBron James serta Stephen Curry yang dikenal pecinta basket di seluruh jagad.


(Ki-ka) Stephen Curry, LeBron James dan Kobe Bryant merupakan 3 magnet NBA di era milenium baru.

Hampir tujuh puluh tahun setelah batu pertama yang diletakan para pengurus NBL dan BAA, NBA kini menjadi sawah baru. Pendukung yang semakin ramai berarti pemasukan yang membuat senyum pemilik klub melebar.

Para penonton yang semakin terhibur berarti nilai gaji yang membuat para pemain bisa tertidur pulas. Inovasi demi inovasi mengawal perjalanan panjang kompetisi yang diawali rivalitas wilayah.

Hingga hari ini!

NBALos Angeles LakersChicago BullsStephen CurryWilt ChamberlainMichael JordanFlashback

Berita Terkini