September Penuh Kenangan Michael Jordan, Sang Legenda Basket Sepanjang Masa
Michael Jordan memiliki nama yang pastinya akan dikenang sepanjang masa di cabang olahraga basket, hal itu dikarenakan penampillannya yang kerap memukau di setiap kali ia bertanding.
Saat masih aktif bermain, Jordan berhasil mengangkat 6 gelar juara NBA serta meraih 4 medali emas untuk timnas AS dengan perincian, 2 di Olimpiade, 1 di Kejuaraan Amerika FIBA, dan 1 PAN American Games.
Michael Jordan, legenda basket NBA yang melambungkan namanya bersama Chicago Bulls.
Meski telah lama pensiun, pastinya beberapa pebasket baik dari kalangan profesional atau amatir sekalipun menjadikan Michael Jordan sebagai panutan mereka saat sedang bermain basket.
Kendati demikian, tentunya tidak banyak juga yang mengetahui beberapa hal internal dari pemain yang akrab dipanggil MJ tersebut, terutama sejumlah kenangan yang ia miliki di bulan September ini.
Apa sajakah itu? Berikut ini INDOSPORT menyajikannya mulai dari pertama kali ia bermain basket, hingga pada akhirnya gantung sepatu yang lebih dari sekali:
1. Bermain Basket Sejak Sekolah
Besar kemungkinan, Michael Jordan memulai main basket sejak usianya masih kecil. Namun kepiawaiannya baru terlihat saat dirinya bermain untuk tim SMA-nya, Emsley A. Laney.
Selain basket, Jordan juga rupanya aktif di cabang olahraga lain, yaitu bisbol dan sepakbola. Namun, olahraga basket selalu menjadi nomor satu dalam pilihannya.
Pemain yang memiliki nama lengkap Michael Jeffrey Jordan ini pun kembali melanjutkan hubungan cintanya dengan basket saat ia bermain untuk tim basket di kampusnya, North Carolina dari tahun 1981 hingga 1984.
Saat bermain untuk tim kampusnya tersebut, sepertinya tim pencari bakat dari tim NBA, Chicago Bulls telah meliriknya.
2. Awal Karier di NBA
Benar saja, Bulls pun berhasil memboyong Michael Jordan di 12 September tahun 1984, MJ yang kala itu berada di tahun terakhir masa pendidikannya sebagai mahasiswa, rela berkorban untuk meninggalkan jabatannya untuk menjadi Sarjana di bidang Cultural Geography.
Pada pertama kali ia dikontrak, Bulls tak tanggung-tanggung dengan langsung memberikannya kontrak selama 5 tahun dan opsi tambahan 2 tahun yang berarti total 7 tahun.
Michael Jordan saat press conference perdana sejak kedatangannya di Chicago Bulls.
Jordan juga menerima bayaran sebesar 7 juta USD atau lebih dari Rp91,6 miliar, hal ini membuat dirinya menjadi pemain rookie (pemain muda yang melakukan debut di NBA) dengan menerima gaji terbesar ketiga di sepanjang sejarah NBA.
Seketika itu juga, banyak kalangan yang menilai jika Bulls telah melakukan aksi nekat karena berani membayar mahal untuk seorang pemain yang belum pernah mencicipi kompetisi NBA.
MJ pun membungkam para pengkritik tersebut dengan membuktikan jika Bulls tidak salah telah merekrutnya melalui permainannya yang atraktif.
3. Kontrak dan Gaji Ditambah, Meskiâ¦
Selang 4 tahun, meski penampilan Michael Jordan tetap impresif dan merepotkan tim lawan, namun ia belum juga memberikan gelar juara untuk tim yang bermarkas di United Center tersebut.
Menariknya, Bulls justru memberikannya kontrak baru pada tanggal 21 September tahun 1988 dengan tambahan kontrak selama 8 tahun, plus kenaikan gaji sebesar 25 juta USD atau setara dengan Rp327miliar.
Dari sinilah, penampilan Jordan semakin menggila, ia baru dapat memberikan gelar juara tiga kali secara beruntun untuk tim berlogo Banteng Merah tersebut di tahun 1991 hingga 1993.
Michael Jordan berikan 3 gelar juara beruntun untuk Chicago Bulls.
Usai memberikan tiga gelar tersebut, Jordan yang kala itu telah berusia 30 tahun secara mengejutkan memberikan pengumuman untuk menggantung ‘satu’ sepatunya (pensiun).
Setahun kemudian di musim 1993/94, MJ mencoba peruntungan dengan membanting setir di cabang olahraga lain, yaitu bisbol. Ia pun ikut bermain bersama tim Scorpions Scottsdale.
Michael Jordan saat mencoba peruntungannya di olahraga bisbol bersama tim Scorpion Scottsdale.
Sayangnya, pada cabang olahraga ini Jordan merasa kurang puas karena dirinya kerap bermain buruk, sehingga ia pun memutuskan untuk kembali 'memakai sepatu basketnya' di pertengahan musim 1994/95.
Namun meski kembali, ia hanya mampu membawa Bulls ke semifinal playoffs konferensi wilayah Timur. Bulls menelan kekalahan dari Orlando Magic dengan skor 2-4.
Barulah pada musim 1995/96, pebasket yang identik dengan nomor punggung 23 ini kembali menunjukkan permainan trengginasnya.
Tak tanggung-tanggung, ia kembali mencatatkan gelar hattrick untuk Bulls dari tahun 1996 hingga 1998. Hal ini juga menegaskan jika 6 gelar yang dimiliki Bulls berkat andil dari MJ23.
Michael Jordan (kiri) berikan 3 gelar juara beruntun untuk kedua kalinya bagi Chicago Bulls, ia berfoto dengan pelatihnya kala itu, Phil Jackson.
Pada pertengahan musim berikutnya atau tepat di bulan Januari 1999, pebasket yang berposisi sebagai shooting guard ini seakan membuat para fans-nya ingin berkata “Terserah Anda Saja”.
Hal ini dikarenakan Jordan kembali ‘gantungkan satu sepatunya lagi’ dan saat itu juga ia mengatakan jika dirinya benar-benar tidak ingin bermain basket lagi.
4. 25 September Kembali Lagi dengan Tim yang Berbeda
Rupanya, Michael Jordan benar-benar belum bisa move on dari basket sepenuhnya, hal itu ditunjukkannya saat ia kembali memakai sepatu basketnya di tanggal 25 September 2001 namun bersama tim yang berbeda, Washington Wizards.
Ternyata, kembalinya MJ 23 ke dunia NBA didasarkan untuk aksi amal terhadap korban “Tragedi Serangan 11 September” atau di AS lebih dikenal dengan nama 9/11 yang berasal dari gajinya bersama tim Wizards.
Ya, pada tanggal 11 September di tahun yang sama, banyak warga AS yang mendapat serangan dari teroris Islam dari kelompok Al-Qaeda hingga menyebabkan 2.996 orang tewas dan lebih dari 6 ribu orang luka-luka.
Michael Jordan saat bermain untuk Washington Wizards.
Namun, MJ23 sepertinya tidak ditakdirkan untuk dapat bermain cemerlang bersama Wizards. Pasalnya, Jordan lebih banyak mendekam di meja operasi karena kerap cedera dan puncaknya adalah saat ia mengalami cedera robek tulang rawan pada lutut kanannya.
Ia pun baru benar-benar menggantungkan sepatunya tepat pada tanggal 16 April 2003, saat pertengahan pertandingan antara Wizards melawan tuan rumah Philadelphia 76ers.
Ketika Jordan keluar, seluruh penonton, rekan setim, tim lawan, dan semua yang hadir di Wells Fargo Center memberikan penghormatan standing ovation, bahkan pertandingan sempat dihentikan selama tiga menit untuk momen terakhir dari sang legenda.
Michael Jordan mendapat standing ovation dari seluruh fans kawan maupun lawan.
5. Pernah Jadi Bintang Film, Nama Sepatu dan Pakaian, Hingga Pemilik Tim Basket
Sekadar untuk informasi tambahan, sosok Michael Jordan yang fenomenal di dunia basket ini juga sempat masuk dalam dunia perfilman.
Tentu nama Michael Jordan ini semakin dikenal seluruh dunia, kala itu ia menjadi bintang film Space Jam, sebuah film yang menceritakan tentang kariernya di dunia basket, sekaligus menggabungkannya dengan kombinasi cerita lainnya.
Film bergenre, aksi, komedi, dan kartun ini dirilis pada tanggal 15 November 1996 silam dan sempat meledak di dunia perfilman.
Salah satu adegan Michael Jordan (tengah/putih) dalam film Space Jam.
Mundur 12 tahun ke belakang, yaitu tepatnya di tahun 1984, perusahaan apparel olahraga terkenal, Nike menjalin kerja sama dengan Jordan untuk menciptakan sepatu dan pakaian.
Keduanya pun sepakat menggunakan nama Nike Air Jordan dan menggunakan logo sosok Jordan saat sedang slam dunk dengan gara ciri khasnya saat bermain di lapangan.
Michael Jordan bekerja sama dengan Nike untuk menciptakan produk sepatu dan pakaian yang diberi nama Nike Air Jordan.
Seiiring berjalannya waktu, Jordan yang pensiun di tahun 2001 sepertinya masih ‘gatal’ dengan dunia basket. Pada tanggal 15 Juni 2006, ia membeli hak minoritas di tim Charlotte Bobcats dan bekerja sama dengan pemilik mayoritas, Robert L. Johnson.
Setelah cukup berandil dan bekerja sama dengan baik, pada bulan Februari 2010, MJ23 ingin memiliki hak penuh atas Bobcats. Keinginannya pun tercapai tidak sampai satu bulan, tepatnya Jordan berhasil mengakuisisi Charlotte Bobcats di tanggal 17 Maret 2010.
Selang beberapa tahun, Michael Jordan kembali membuat gebrakan dengan mengubah nama Bobcats menjadi Hornets di tahun 2013 dan baru benar-benar digunakan nama Charlotte Hornets sejak musim 2014/15 kemarin hingga saat ini.
Komisioner Hornets, Adam Silver (kiri) dan Michael Jordan (kanan) resmi memegang kepemilikan penuh atas tim Charlotte Hornets.