Dua Klub Belum Daftar IBL, Ini Komentar Pelatih Pelita Jaya
M88 Aspac Jakarta dan Stadium Happy 8 Jakarta masih belum bersedia memastikan diri untuk ikut IBL pada Januari 2017. Hal itu membuat sampai saat ini, baru ada 10 tim yang sudah terdaftar.
Publik di media sosial menilai, IBL tidak akan menarik tanpa kehadiran dua tim tersebut. Pasalnya, absennya kedua klub itu akan mengurangi sengitnya persaingan di liga basket nasional.
Namun itu tidak berarti bagi pelatih tim Pelita Jaya, Johannis Winar. Pria dengan sapaan Ahang itu mengatakan, IBL akan tetap sengit meski harus berjalan dengan 10 tim, tanpa Aspac dan Stadium. Sebab, seluruh tim yang sudah terdaftar di IBL memiliki kualitas pemain yang sangat baik.
Aspac menjadi salah satu klub yang belum terdaftar di IBL 2017.
"Kompetitif bukan berdasarkan dari jumlah klub yang ikut. Tapi berdasarkan dari kualitas materi pemain, dari klub peserta," kata Ahang kepada INDOSPORT.
Karena itu timnya saat ini tengah mematangkan persiapan. Menjelang IBL, Ahang memfokuskan latihan pada cara menyerang dan bertahan.
Dalam kesempata itu Ahang juga mengaku tidak punya target di IBL mendatang. Ahang hanya meminta Respati Ragil Pamungkas dkk. bertanding sekuat tenaga tanpa terbebankan target.
"Tidak ada target apa-apa di IBL. Yang terpenting usaha main bagus di setiap game-nya," tutup Ahang.
Pelatih Pelita Jaya menyebut IBL akan tetap kompetitif meski hanya memiliki 10 klub.
IBL rencananya bergulir pada 14 Januari 2017. Sampai saat ini, pihak IBL tengah memberikan tawaran bermain untuk Aspac dan Stadium, yang terkendala masalah administrasi.
Namun kedua tim itu belum bersedia menerima tawaran tersebut. Pasalnya, penawaran itu menyebut bahwa Aspac dan Stadium tidak akan menerima subsidi selama dua tahun dari IBL.
Bila dua tim asal Jakarta itu tetap tidak bersedia, IBL akan tetap berjalan dengan 10 klub yang sudah terdaftar.