Puasa Jadi Rahasia Kemenangan Atlet MMA Ini
Adalah Irshaad Sayed, seorang petarung asal Afrika Selatan yang memulai karirnya dengan mengikuti kompetisi kickboxing di usia 15 tahun. Di masa awal tersebut, dia cukup sukses dengan meraih 9 kemenangan dan tak satu pun mengalami kekalahan. Dua tahun kemudian, mengikuti keinginannya untuk dapat menjadi petarung profesional, dia memutuskan mengembara ke Thailand dan mendalami bela diri Muay Thai.
Tak sia-sia, sepulang dari negeri Gajah Putih tersebut, Sayed memenangkan sabuk juara WPMF Lightweight dan South African National Kickboxing Championships pada 2007. Pada 2008, Sayed meraih juara WMC I-1 Asia Championship di Hong Kong, dan gelar WMC Lightweight pada 2010 setelah mengalahkan petarung Australia, Phillip "Flip" Street.
Secara statistik, Sayed selalu meraih kemenangan dalam 24 pertarungan Kickboxing dengan 21 diantaranya menang KO. Sementara dalam kompetisi Mixed martial Arts (MMA), Sayed telah meraih enam kemenangan dari delapan penampilannya.
Selain dua olahraga beladiri tersebut, petarung berjuluk White Tiger memang menyukai olahrga yang memacu adrenalin. Di saat tak ada kompetisi yang diikuti, selain latihan rutin, lelaki berusia 26 tahun itu akan melompat dari pesawat atau bermain jetski dan All-Terrain Vehicle (ATV). Jika tidak, dia akan meliuk-liuk mengendalikan papan yang ditungganginya saat bermain wakeboarding atau snowboarding.
Namun saat bulan Ramadhan seperti ini, Sayed yang tengah berusaha meraih promosi ke EFC Afrika, mengalihkan fokusnya pada Allah SWT, Nabi Muhammad, dan pada Al Qur'an. Dia pun membatasi latihan dan aktivitas fisik lainnya hanya sekali sehari mengingat menurunnya energi karena puasa yang dia jalani. Sayed memang dikenal sebagai petarung yang religius.
"Agama saya adalah prioritas. MMA, karir, dan hal lainnya akan mengikuti," ucap Irshaad Sayed.
"Tujuan dari Ramadhan adalah agar kita menyadari bahwa kita beruntung memiliki apa yang kita miliki saat ini. Rasa lapar membuat kita menyadari ada orang-orang lain yang kurang beruntung."
Sayed juga memilih untuk vakum sementara dari semua kompetisi yang berlangsung selama bulan Ramadhan. Bagi kalangan non muslim, terutama di negara dimana Islam merupakan agama minoritas, keputusan Sayed ini menjadi pertanyaan besar. Agen dan promotor Sayed pun tak habis pikir bahwa Sayed rela melepas kesempatan yang akan membuat karirnya semakin cemerlang. Bagi dia, puasa dan ibadah yang dia lakukan di bulan Ramadhan akan memberinya lebih dari sekedar kemenangan dan gelar juara yang didapat dalam pertandingan.
"Orang lain akan berpikir ini akan merusak karir saya, tapi saya melihatnya sebagai hal yang positif. Saya memberi tubuh saya 30 hari untuk menyembuhkan dan membersihkan diri sembari meningkatkan spiritualitas saya."