Aturan Dasar di Ultimate Fighting Championship
Conor McGreagor menjadi trending topic usai kalahkan Chand Mendes di pertarungan bertajuk 'UFC 189', petarung asal Irlandia tersebut sukses membuat wajah Mendes penuh dengan luka lebam.
Conor ialah petarung UFC yang memiliki style bertarung campuran. Ia memadupadankan aliran bertarung tinju, taekwondo, karate, Brasil jiu jitsu, Kickboxing hingga Capoeira.
Lantas bagaimana wasit UFC bisa memberi nilai untuk Conor dalam satu petarungan? bagaimana aturan dasar dalam UFC? apa yang tida boleh dilakukan si petarung? berikut aturan-aturan di UFC:
1. Teknik bertarung
- Petarung UFC diperbolehkan memukul, menyikut, menyerang dengan bahu, menendang di bagian kepala kecuali belakang kepala, belakang leher serta sepanjang tulang punggung.
- Si petarung juga boleh gunakan teknik kuncian seperti olahraga gulat kecuali kuncian pada persendian kaki dan tangan.
2. Dilarang
- Petarung dilarang untuk menyiku secara vertikal dari atas ke bawah (searah jam 12 ke jam 6).
- Petarung juga dilarang menendang kepala lawan serta menginjak kepala lawan yang sedang berada di lantai.
- Petarung juga dilarang menyeran kemaluan, menggigit, mencakar, menjambak, memegang cage sehingga lawan tidak mampu melakukan takedown.
- Petarung juga dilarang untuk menggunakan seragam yang digunakan altet dari seni beladiri yang ia tekuni.
3. Wasit
- Jika terjadi keadaan pasif di antara petarung (petarung tidak saling menyerang), wasit memperbolehkan untuk melakukan position reset, agar kedua petarung segera bertarung.
- Jika keadaan pasif berada di kondisi clinch, wasit dapat memisahkan petarung.