4 Fakta Unik Indonesian Badass Championship
Meningkatnya animo masyarakat Indonesia akan olahraga tarung bebas atau Mix Martial Art (MMA) berbanding lurus dengan maraknya kemunculan sasana atau tempat latihan. Bahkan, dari perkembangan tarung bebas ini telah menghasilkan banyak program tanding.
Indonesian Badass Championship (IBC) merupakan salah satu program tanding yang dirancang secara tersturktur guna menarik animo masyarakat. Sejauh ini, munculnya IBC berdampak positif bagi para petarung yang ingin menyalurkan hasrat dan menuntaskan rasa penasaran untuk bergulat di atas ring.
Sebelumnya telah diadakan IBC pertama dan IBC Unlocked, pada pagelaran kejuaraan yang akan berlangsung besok, Sabtu 16 April, ada sejumlah hal yang akan mewarnai IBC, seperti peraturan yang sedikit nyeleneh, jumlah peserta, hingga perangkat dan ofisial pertandingan.
Berikut INDOSPORT mencoba mengupas sejumlah hal yang menarik dari ajang IBC 2016 ini.
1. Kejuaraan Reguler ke Tiga
Indonesian Badass Championship (IBC) kali ini merupakan ajang tarung bebas atau yang biasa dikenal dengan Mix Martial Art (MMA). Acara ini ,erupakan yang ketiga kalinya setelah IBC pertama dan IBC Unlocked.
“Ini IBC yang kedua setelah yang pertama pada Agustus 2015 dan IBC Unlocked. Animo peserta juga cukup baik, terbukti kali ini kita ada 13 partai,” tutur Andy, selaku promotor acara kepada INDOSPORT.
Kejuaraan IBC kali ini akan memperebutkan 3 sabuk juara di kelas Flyweight, Heavyweight, dan Bantamweight. Sementara itu ada 13 pertandingan yang akan dimainkan pada Sabtu (16/04/16).
2. Peraturan Menarik
Ada hal yang menarik pada gelaran IBC kali ini, para petarung ditekankan untuk bisa menjaga atau sebisa mungkin menghilangkan bau badannya. Para petarung juga diminta untuk tidak memasang bebat atau sarung tangan terbuka khusus MMA secara sendiri. Pemasangan nantinya wajib dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman.
“Sebenarnya bisa dikatakan berpenggaruh atau tidak tergantung kepada orangnya lagi. Setiap orang berbeda, ada yang suka keringatan dan memicu bau badan, kita tidak ada unsur diskriminasi semacam itu. Peraturan ini bisa dibilang cuma himbauan dan ajakan,” ujar Andy selaku promotor, yang kemudian diiringi gemuruh tawa para fighter.
“Nantinya ada dua orang khusus untuk memasang bebat atau sarung tangan. Keduanya berasal dari Thailand dan sudah memiliki jam terbang tinggi, kebetulan mereka lagi kasih training camp di sini. Tim ataupun petarung tidak dibolehkan memasang sendiri,” ucap Andy secara rinci.
3. Libatkan Petarung Wanita
Promotor acara juga mengaku cukup antusias dengan kejuaraan kali ini. Sebab, ini pertama kalinya ada fighter wanita yang ikut bergabung. Ke depannya pihak penyelenggara berharap akan semakin banyak kalangan yang ambil bagian.
“Di IBC pertama itu tidak ada petarung perumpuan. Baru kali ini ada dua partai dikategori women fighter. Saya rasa itu cukup menarik buat penonton yang datang menyaksikan pertandingan,” ucap Andy kepada INDOSPORT.
Tarung bebas atau MMA ini sejatinya memang sudah banyak menarik animo masyarakat di seluruh dunia. Bahkan, di Amerika sendiri telah banyak atlet wanita yang ikut serta dalam olahraga bela diri ini.
4. Ofisial Pertandingan
Pada IBC kali ini akan ada 3 wasit yang bergiliran memimpin pertandingan. Ketiganya juga bertindak sebagai juri. Selain itu ada juga tim dokter yang masing-masing akan menemani para petarung yang bertanding.
“Jadi ada 3 wasit, mereka juga bertindak sebagi juri. Jadi saat salah satunya memimpin pertandingan maka dua lainnya duduk di meja juri. Mereka akan secara bergilir memimpin lagan anti,” ujar Andy selaku promotor kepada INDOSPORT.
Lebih lanjut, Andy juga menegaskan bahwa setiap jeda per-ronde tim dokter akan memeriksa dan menyatakan apakah petarung bisa melanjutkan laga atau tidak.
“Nanti ada dua dokter yang stay di sudut merah dan biru. Mereka akan memeriksa si petarung setiap ronde. Jika dokter menyatakan tidak bisa lanjut maka pertandingan diberhentikan, dan itu tidak bisa diganggu gugat. Nanti juga ada ambulance yang standby jika ada sesuatu yang tidak terduga,” terangnya lebih rinci.