x

Song Ka-yeon, Petarung Cantik MMA yang Jadi Korban Bully dan Diskriminasi

Rabu, 3 Juni 2020 18:00 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Korea Selatan, Song Ka-yeon kini tengah menjadi sorotan lantaran berniat untuk comeback usai absen selama enam tahun.

INDOSPORT.COM – Petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Korea Selatan, Song Ka-yeon kini tengah menjadi sorotan lantaran berniat untuk comeback usai absen selama enam tahun.

Ka-yeon merupakan petarung MMA yang wajahnya dianggap seperti seorang idol K-Pop lantaran memiliki paras yang begitu cantik. Meski demikian, wajah ayu-nya dianggap mematikan, lantaran ia memiliki skill bertarung yang menakutkan hingga mendapatkan julukan ‘The Deadly Beauty’.

Memutuskan untuk menjadi seorang petarung MMA tak dijalaninya dengan mudah. Ia berkali-kali harus menerima seksisme, diskriminasi dan juga perundungan yang bahkan membuatnya sempat depresi.

Sebelum menjadi petarung, Song Ka-yeon sempat berprofesi sebagai seorang ring girl juga mengalami masa sulit, harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal dunia saat dirinya masih remaja.

Baca Juga
Baca Juga

Ia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang ring girl dan mendapatkan diskriminasi, yang juga membuatnya termotivasi untuk menjadi seorang petarung profesional dengan terus berlatih.

Usai diputus kontraknya sebagai ring girl secara sepihak, wanita yang mahir dalam disiplin judo, Taekwondo, dan Hapkindo itu menjajal kickboxing amatir dan sukses mengalahkan dua pria. Kemudian kariernya sebagai petarung MMA pun dimulai, meski masih dijalaninya dengan penuh pesakitan.

Kala menjalani debutnya sebagai petarung profesional, dan meraih kemenangan atas Emi Sato lewat keputusan TKO di ronde pertama di Road FC 17 pada 2014. Ka-yeon mendapatkan kritikan karena dinilai lawannya itu lemah dan tak sebanding dengannya.

Tak sampai situ saja, kritikan pedas tersebut berkembang menjadi ancaman pembunuhan. Haters tersebut mengancam akan membunuhnya dengan menggunakan gergaji. Ia juga mendapatkan cibiran saat muncul di acara reality show Roommate yang dianggap untuk menaikan popularitasnya saja.

Lalu, dirinya kembali bertarung melawan Satomi Takano yang lebih berpengalaman dan berakhir kalah lewat keputusan Submission di Road FC 20 pada 2014.

Jalan terjalnya kembali berlanjut setelah ia memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Road FC lantaran meninggalkan agensinya lantaran tak mampu memenuhi kewajiban mereka pada 2015. Meski menang dengan keputusannya tersebut, agensinya malah mencoba merusak reputasinya.

Song Ka-yeon mengaku bahwa sang promotor pernah memaksanya untuk melakukan pemotretan dengan pose setengah telanjang tanpa adanya keterangan yang jelas.

“Saya hanya dipaksa untuk hanya menggunakan sebuah tali kulit dan memakai pad di dadaku. Saat itu, rasanya sangat memalukan dan sangat menyakitkan bagi saya setelahnya,” ujar Ka-yeon, dilansir dari Mixedmartialarts.com

Semua pengalaman pahitnya termasuk tuduhan melakukan operasi plastik pada wajahnya membuat kesehatan mentalnya terganggu dan sempat depresi. Ia juga harus menjalani konsultasi psikiater hingga akhirnya mampu bangkit, dan merencanakan pertarungan comeback setelah absen selama enam tahun.

Baca Juga
Baca Juga

“Meskipun saya memiliki catatan bagus dalam kompetisi, orang tidak akan menghargai kerja keras saya. Mereka hanya berasumsi saya tidak memiliki keterampilan. Diskriminasi tak akan menghentikan saya,” ujar Song Ka-yeon, dilansir dari laman SCMP.

“Semua pengalaman yang saya alami hanya membuat saya bersemangat untuk membuktikan bahwa mereka semua salah. Kebanyakan orang Asia berambisi memiliki tubuh yang sesuai dengan standar kecantikan,”

“Tapi, saya dilahirkan dengan kulit kecokelatan dan kaki yang kuat serta berani. Saya tidak terlalu peduli dengan apa yang orang pikirkan tentang saya, karena saya tahu diri saya sendiri. Saya sangat feminin dan tubuh saya bukan representasi dari itu. Diskriminasi ini membuat saya semangat untuk comeback,” tukasnya.

Song Ka-yeon saat ini tengah secara rutin menghabiskan waktu 12 jam sehari untuk latihan di gym dengan Evolve Fight Team yang berbasis di Singapura. Ia bekerja bersama orang-orang seperti legenda MMA wanita, Misha Tate.

Korea SelatanMixed Martial Arts (MMA)Berita OlahragaBerita SportBerita MMABerita SportainmentK-pop

Berita Terkini

Berita Terpopuler