Ketum KONI Jabar 2014-2018 Resmi Dilantik
Ahmad Saefudin resmi bertugas sebagai Ketum KONI Jabar pada Rabu (15/10/14), setelah dilantik oleh Ketum KONI Pusat, Tono Suratman, di Bandung.
Pelantikan Ahmad dan jajarannya berlangsung di hadapan Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mizwar, dan ratusan atlet Jabar dari berbagai cabang olahraga.
Tono berharap, dengan kepengurusan KONI Jabar di bawah komando Ahmad Saefudin, olahraga Bumi Parahyangan menjadi jauh lebih baik hingga berdampak positif pada perolahragaan Tanah Air.
Selama ini, kata Tono, dunia olahraga Tanah Air cukup terpuruk. Hal itu terlihat dari pencapaian Asian Games Incheon 2014 beberapa waktu lalu.
Kontingen Indonesia hanya mampu menempati peringkat 17 dengan perolehan empat medali emas, lima perak, dan 11 perunggu.
"Ada dua hal penting yang bisa dijadikan pembelajaran ke depan. Pertama, prestasi olahraga Tanah Air saat ini masih sangat kurang, masih harus mengakui keunggulan tetangga kita. Dan itu sangatlah pahit. Ini yang harus menjadi cambuk ke depannya," ujar Tono saat ditemui awak media, termasuk INDOSPORT, seusai pelantikan jajaran kepengurusan KONI Jabar.
"Yang kedua, Korsel telah menjadi tuan rumah Asian Games yang terbilang sukses. Ada tiga hal yang mensukseskan. Pertama, penyiapan venue dan transportasi. Kedua, acara yang berlangsung tertib dan lancar dan ketiga, Korsel berhasil menduduki peringkat kedua," sambung Tono lagi.
Tentu saja, lanjut dia, hal itu perlu dicontoh Jabar, mengingat dalam dua tahun ke depan, Jabar akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX.
"Untuk itu, seluruh kekuatan Jabar, harus fokus berupaya untuk mensukseskan PON ke-19 tersebut. Dengan kepengurusan yang telah dilantik, saya percaya ke depannya olahraga Tanah Air akan menjadi lebih baik," kata Tono Suratman.
Hal senada diungkapkan Wagub Jabar, Dedi Mizwar. Meski pada awal pemilihan Ketum KONI Jabar Ahmad Saefudin mendapatkan kecaman berbagai pihak, namun Demiz --sapaan Dedi Mizwar-- mengatakan itu adalah sebuah kewajaran.
"Itu masalah rumah tangga KONI. Tentunya harus segera dimediasi apa yang menjadi ketidaksepahaman. Jangan sampai ini dijadikan kambing hitam dari kegagalan prestasi Jabar," urai Demiz.
Yang jelas, kata dia lagi, ketum saat ini harus bisa membina dan menjadikan olahraga Jabar menjadi lebih baik lagi.
"Apalagi kan program olahraga kita cukup banyak, ada Popda, Popnas, Porda, PON, Asian Games hingga Olympiade. Tentunya para atlet ini harus lebih berprestasi," tegasnya.
Sementara itu, Ketum KONI Jabar, Ahmad Saefudin berharap dapat membawa perolahragaan Jabar menjadi lebih baik.
"Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan Jabar menjadi Jabar Kahiji. Tentunya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak," pungkas Dedi Mizwar.