Squash Hanya Berani Incar Perak di Singapura
Squash Indonesia membidik dua medali perak dari beregu putra-putri dan satu perunggu dari individu saat berlaga di cabang squash di pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games 2015 yang berlangsung di Singapura.
“Nanti akan diperebutkan lima emas di cabang olah raga squash, namun kami menincar dua perak dari beregu putra-putri dan perunggu dari individu," kata manajer pelatnas squash SEA Games Sandy Suryo.
Sandi mengatakan target yang ditetapkan PSI tidak berlebihan karena saat ini Malaysia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang terkuat serta rangking pertama dunia dalam cabang olahraga squash.
“Tim putri Malaysia sudah menjadi rangking pertama dan putranya masuk dalam sepuluh besar. Sehingga membuat kami kesulitan untuk menargetkan emas, namun bila Merah Putih sudah masuk final maka lain ceritanya," ujar Sandy.
Pertimbangan lain adalah melihat kondisi terkini. Squash Malaysia telah melakukan pembinaan yang serius dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Nicol David dari Malaysia pernah menjadi juara dunia tujuh kali berturut-turut.
Dibandingkan Malaysia yang telah melakukan pembinaan sejak dini, pembinaan atlet Indonesia sudah sangat ketinggalan. PSI sudah mulai pemusatan latihan sejak awal Mei 2014 dengan harapan setiap atlet memiliki kemampuan yang sempurna.
“Kami melihat potensi, kemampuan dan jam terbang atlet dan saya yakin optimistis bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia," ujar Sandy sambil menjelaskan PSI akan menurunkan empat putra dan empat putri untuk nomor beregu dan individu. Kemudian dua tunggal putra-putri dan untuk beregu putra-putri dengan komposisi tiga pemain satu cadangan.