5 Atlet Indonesia yang Idap Penyakit Serius
Banyak sebab yang mengakibatkan penyakit yang cukup serius menyerang para atlet-atlet terbaik Indonesia. Bahkan diantaranya harus terpaksa mengakhiri karirnya sebagai atlet, dan ada juga yang yang memprihatinkan hidupnya pacsa menderita penyakitnya itu.
Berikut INDOSPORT merangkumnya dalam 5 atlet Indonesia yang menderita penyakit serius:
1. Amin Ikhsan
Mantan atlet senam asal Jawa Barat, Amin Ikhsan di Vonis menderita gagal ginjal setelah dia mengikuti Porda XIII/2014 Kabupaten Bekasi. Meski saat itu dirinya sudah merasakan sakit, Amin tetap memaksa untuk tampil memperkuat Kabupaten Bekasi pada ajang olah raga empat tahunan tersebut.
Akibat bagi seseorang penderita gagal ginjal harus meneriman kenyataan bahwa ia harus menjalani cuci darah seumur hidup. Selain biayanya mahal, dampak ikutan dari proses cuci darah itu pun membuat hidup menjadi tidak nyaman. Hal tersebut harus demikian, karena ginjal tidak mampu berfungsi lagi.
Begitupun yang dialamai Amin. mantan atlet olah raga senam itu yang pernah memperkuat beberapa daerah di Jawa Barat pada Porda, juga beberapa kali memperkuat Jabar untuk tampil di PON, bahkan pernah tampil membela Indonesia pada tujuh kejuaraan dunia dan lima kejuaraan ASEAN, harus menjalani cuci darah seumur hidupnya.
Yang sangat memprihatinkan, pasca pensiun dari dunia olah raga tahun lalu, Amin yang bertahan hidup dengan hanya mengandalkan usaha rumah kontrakan dan rental studio band yang ia miliki di di RT 01/03 Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat, satu-satunya andalan untuk menjadi mata pencahariannya itu kini telah sirna, karena rumah serta kontrakan dan studio band yang turut menjadi saksi sejarah Amin dalam pencapaian prestasi olah raga senam kini sirna, setelah Pemkot Bandung melakukan revitalisasi di wilayah tersebut bulan agustur lalu, sehingga bangunan yang berada di sana terpaksa harus dibongkar, dan Amin pun dikabarkan hingga saat ini tak ingin berpindah tempat, dan memilih bertahan tinggal di tenda yang dibuatnya sendiri.
2. Anis Dewi
Penyakit Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012.
Salah satu wanita Indonesia yang terkena penyaklit yang mematikan itu yakni mantan atlet Taekwondo, Anis Dewi.
Sejak tahun 2008 silam, Anis di vonis menderita kanker Rahim. Dan pada saat itupula, dirinya langsung menjalani kemoterapi. Kanker ganas itu menjalar ke paru-paru hingga ke otaknya.
Namun usahanya dalam melawan penyakit ganas tersebut tak berlangsung lama. Tepat tanggal 5 September 2009, Peraih emas taekwondo di SEA Games 1989 dan 1991 itu sudah dipanggil berpulang menghadap Sang Khalik.
Anis Dewi tidak akan pernah merasakan nikmatnya mendiami rumah hadiah dari pemerintah atas prestasinya di masa lalu. Rencananya, Anis akan mendapatkan hadiah rumah dari Kantor Menegpora pada peringatan Hari Olahraga Nasional 9 September 2009 tepat lima hari setelah ia dikabarkan wafat.
3. Siti Mualifah
Berikutinya Siiti Mualifah, atlet Indonesia dari cabang olahraga sepak takraw asal Salatiga yang menderita penyakit serius. Siit menderita penyakit lumpuhan sejak Oktober 2014.
Siti sempat dirawat di rumah sakit sebanyak tiga kali dan menjalani operasi tulang belakang. Namun usai operasi, kondisinya justru kian memburuk.
Selain lumpuh, gadis yang pernah memperkuat Salatiga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2013 di Banyumas tersebut, mengalami kebutaan. Lantaran sakitnya lama tak kunjung sembuh, dia merasa trauma dirawat di rumah sakit.
Hingga akhirnya Siti pun dikabarkan meninggal dunia di RSUD Salatiga pada Jumat (19/6/15) sekitar pukul 11.40. Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kelumpuhan Siti. Namun, diduga dirinya menderita kanker otak dan tumor di pankreas.
4. Selvanus Geh
Atlet bulutangkis potensial ganda putra Indonesia, Selvanus Geh yang pernah berada di daftar nama penghuni pelatnas Cipayung tahun 2014 lalu, di tahun 2015 tak masuk dalam daftar. Hal ini mengejutkan sejumlah pihak karena Geh yang awalnya berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo dinilai, salah satunya oleh Kabid Binpres PBSI Rexy Mainaky, sebagai calon ganda putra hebat.
Usut punya usut, ternyata Geh kini sedang sakit dan terpaksa dikeluarkan dulu dari pelatnas karena sedang menderita sakit paru-paru yang bisa menular. Menurut sumber yang didapat, Geh untuk sementara dikembalikan dulu sampai sembuh.
Geh dinyatakan terkena penyalit paru-paru setelah dirinya dirinya melakoni pertandingan Hong Kong Terbuka pada akhir November 2014 lalu. Geh mulai menunjukkan gejala penyakit itu. Setelah dikonfirmasi penyakit tersebut bisa menular, maka diambillah keputusan memulangkan Geh. Sampai saat ini, PBSI masih menunggu kesembuhan Geh. Namun setelah sembuh nanti bukan berarti Geh bisa begitu saja kembali masuk pelatnas, dan harus mengikuti tes lagi.
Ada enam jenis penyakit paru-paru yakni Tuberkulosis (TBC),Kanker Paru-paru,Bronkitis Emfisema,Asma, dan Pneumonia. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti jenis penyakit paru-paru apa yang diderita Geh.
5. Eri Irianto
Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, dan kapan saja. Salah satu penyakit yang juga mematikan ini dialami oleh mantan pesepakbola Persebaya Surabaya, Eri Irianto.
Eri Irianto adalah pemain sepakbola kelahiran Sidoarjo, 12 Januari 1974. Ia meninggal pada 3 April 2000 di RSUD Dr Soetomo, setelah terkena serangan jantung di lapangan saat pertandingan liga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November.
Untuk menghormati jasa-jasa Eri untuk Persebaya, mess Persebaya kemudian dinamai "Wisma Eri Irianto". Nomor 19 yang pernah dipakai dirinya dipensiunkan setelah kematiannya dan kostumnya disimpan di dalam sebuah lemari kaca di mess Persebaya.