Cara Menikung Aman Versi Calon Pembalap MotoGP Indonesia
Pembalap bernama lengkap Ali Adrian Rusmiputro itu saat ini tengah berjuang keras untuk dapat membalap di ajang CEV European Championship kelas Moto2. Kelas Moto2 sendiri berada satu tingkat di bawah kelas bergengsi, MotoGP. Jika terwujud, Ali akan membawa nama Indonesia ke ajang balap motor tersohor tersebut.
Menekuni dunia balap sejak usia belia, membuat Ali sudah terbiasa berada di atas tunggangan yang dipacu dengan kecepatan di atas normal. Mesi begitu ia mengakui jika balapan tak pernah menjadi ‘olahraga aman’ mengingat segala resiko yang berpotensi ditimbulkan.
Bertahun-tahun berada di dunia balap dan memacu motor, Ali pun tak luput dari kecelakaan yang membuatnya cedera. Di awal balap Moto2 yang sempat diikutinya, rider 22 tahun itu bahkan punya pengalaman harus membalap dalam kondisi tangan kanan cedera.
Jatuh cedera menjadi risiko yang harus ditanggung oleh setiap orang yang memutuskan untuk berkecimpung atau sekadar menikmati hobi di dunia balap. Sebagai seorang rider profesional, Ali Adrian pun tak ragu membagi pengalaman membalapnya kepada INDOSPORT yang mungkin dapat dijadikan pedoman untuk para pemula.
1. Cara Menikung yang Aman
Tikungan tajam menjadi hal biasa yang dapat kita temukan dengan mudah saat trengah menyaksikan ajang balap motor seperti MotoGP. Legenda MotoGP, Valentino Rossi, bahkan dikenal dengan kemampuannya yang mampu menyalip lawannya di tikungan sebuah sirkuit.
Ali Adrian mengungkap jika tak ada cara yang 100 persen aman untuk melalui tikungan. Resiko terjatuh saat tak mampu mengendalikan motor terbuka lebar bagi para pembalap, terutama yang belum terbiasa.
“Tidak ada tikungan yang aman apalagi saat kita mengendarai motor dengan kecepatan 180 km/per jam atau 200km/per jam. Jadi pelajari dulu dasarnya, semakin banyak km yang dilalui dalam sirkuit, makin confident dengan motornya, ya makin aman” jelas Ali.
2. Resiko Terjatuh
Saat memutuskan untuk menekuni dunia balap, bersiaplah untk merasakan terjatuh. Jatuh merupakan suatu keniscayaan yang hampir pasti akan dialami oleh siapa pun yang mengendarai sepeda motor, apalagi jika memacunya dengan kecepatan di atas rata-rata.
“Jatuh sudah pasti pernah, seperti yang banyak orang bilang, jika kita bermain api maka kita akan terbakar, ketika bermain air kita akan basah balap itu gak ada yang aman. Kita tidak bisa megharapkan itu aman banget,” katanya.
Sebagai seorang profesional, jatuh yang menyebabkan cedera tangan terkadang tak bisa dijadikan alasan untuk berhenti membalap. Ali bahkan pernah merasakan terpaksa membalap meski tangan kanannya mengalami cedera.
3. Menyatu dengan Motor
Bagi pemula dan calon pembalap muda yang ingin terjun ke dunia balap, cara latihannya harus disesuaikan betul dengan kategori umur mereka. Namun menurut pembalap berdarah Jawa-Kalimantan itu, yang terpenting ialah obsesi dan percaya diri dengan motor yang dikendarai.
“Harus enjoy the ride, senang dengan motornya. Tergantung anak umur berapa untuk tips latihan, tapi yang terpenting kerja keras obsessed dengan bidang ini.
"Ada orang yang bilang di dunia ini tak ada istilah talent, kita semua sama, yang beda hanya obsesi. Ada yang punya obsesi 100 persen, ada yang 80 persen,” jelas Ali.