x

7 Atlet bak Anggur Merah, Makin Tua Makin Jadi!

Selasa, 18 Juli 2017 15:48 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
Kiri-kanan: Floyd Mayweather, Roger Federer, Valentino Rossi, Serena Williams, dan Gianluigi Buffon.

Bagi seorang atlet, usia menjadi faktor penting dalam menampilkan performa terbaik. Umumnya, "usia emas" olahragawan membentang usia 18 hingga 30 tahun. Selebihnya, fisik sangat dipengaruhi oleh usia, apalagi di cabang olahraga yang menguras tenaga atau sering terjadi kontak fisik antar pemain.

Namun dari sejumlah atlet kelas dunia, ada beberapa "anomali". Sepertinya usia tak berpengaruh terhadap performa mereka. Di usia yang biasanya dianggap melewati usia emas, yakni di atas 35 tahun, mereka seolah tak tergeser oleh talenta-talenta muda dan masih berada di puncak.

Roger Federer berhasil meraih gelar juara Wimbledon.

Baca Juga

Siapa saja mereka? Berikut INDOSPORT telah himpun tujuh olahragawan yang masih berada di puncak podium kelas dunia dan belum tertandingi oleh para pendatang baru di cabang keahlian masing-masing. 


1. Roger Federer

Petenis Swiss Roger Federer meraih trofi Grand Slam ke-19 setelah mengalahkan petenis Kroasia Marin Cilic, di final Wimbledon.

Disebut-sebut sebagai GOAT (Greatest of All Time) atau Yang Terbaik Sepanjang Masa, tampaknya tak berlebihan jika disematkan pada Roger Federer. Petenis Swiss ini menorehkan prestasi mengilap dalam hampir dua dekade ia bermain tenis profesional sejak 1998.

Ia sempat absen bermain selama enam bulan untuk pulih dari cedera di musim lalu. Saat comeback, ia langsung memenangkan Australia Terbuka 2017, yang menjadi gelar Grand Slam-nya yang ke-18. Ini saja sudah membuatnya menjadi pemenang Grand Slam terbanyak di era modern tenis pria.

Dan baru saja di hari Minggu (16/07/17) lalu, ia meraih gelar kedelapannya di Wimbledon, kembali memantapkan rekornya sebagai pemenang terbanyak di turnamen tenis paling bergengsi ini, satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-36. Luar biasanya lagi, ia telah mengoleksi total 93 gelar di sektor tunggal selama kariernya.

Usai memenangkan Wimbledon, Federer lalu meminta para petenis muda untuk segera bersinar. Pasalnya, empat besar dunia saat ini masih dikuasai oleh pemain-pemain senior selain dia, yakni Andy Murray, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.

Lantas apa rahasia Federer untuk para petenis muda yang ingin punya karier secemerlang yang dimilikinya?

"Saya selalu punya mimpi dan yakin dengan diri sendiri," ungkapnya.


2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic saat Man United juara Piala Liga Inggris.

Menurut data dari Telegraph pada Februari lalu, Zlatan Ibrahimovic menjadi pesepakbola aktif dengan koleksi gelar terbanyak kedua di dunia setelah Maxwell, yakni dengan torehan 32 gelar.

Dianggap sebagai salah satu striker terbaik saat ini, Ibra merupakan mesin gol efektif bagi beberapa tim yang telah dibelanya. Di Timnas Swedia, ia tercatat sebagai top skor sepanjang masa dengan catatan 62 gol. Ia juga menjadi legenda Paris Saint-German dengan menyumbangkan 156 gol dalam 180 kali penampilannya.

Tak heran ia diganjar berbagai penghargaan, baik sebagai klub maupun individu. Pemain 35 tahun ini menerima Guldbollen sebagai pemain terbaik Swedia sebanyak 11 kali, di antaranya 10 tahun beruntun, dari 2007 hingga 2016.

Koleksi penghargaan individunya juga nyaris lengkap, dengan meraih Puskas Award, Golden Foot, dan berkali-kali masuk nominasi Ballon d'Or.


3. Floyd Mayweather Jr.

Floyd Mayweather Jr.

Salah satu petinju terbaik sepanjang masa, Floyd Mayweather memegang rekor tak terkalahkan selama 49 kali pertarungan dalam karier profesional, 26 di antaranya menang KO. Peitnju berjuluk Pretty Boy ini telah mencatat 15 gelar juara dunia dari lima kelas berbeda.

Tak hanya sukses di atas ring, julukan Money Boy tak melekat begitu saja padanya. Ia menjadi atlet yang menarik paling banyak penonton pay-per-view selama masih aktif, mengalahkan para legenda seperti Mike Tyson,  Evander Holyfield, dan Oscar De La Hoya. Ia bahkan beberapa kali masuk daftar atlet dengan bayaran paling tinggi versi Forbes dan Sports Illustrated.

Ia terakhir kali melakoni pertarungan di usia 38 tahun pada 2015 silam melawan Andre Berto dan Manny Pacquiao. Namun pada 26 Agustus mendatang, ia rela keluar dari masa pensiunnya untuk meladeni tantangan juara dunia UFC, Conor McGregor dalam duel akbar.


4. Valentino Rossi

Valentino Rossi, Danilo Petrucci, dan Marc Marquez di podium MotoGP Belanda.

Valentino Rossi menjadi nama yang identik dengan MotoGP. Telah mengantongi tujuh gelar juara dunia di kelas ini, semangatnya untuk selalu menjadi yang terdepan masih membara. Di musim ini, The Doctor masih dijagokan untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.

Terbukti pada Grand Prix Belanda, Minggu (25/06/17) lalu, Rossi kembali naik di podium tertinggi. Kemenangan ini membuatnya tercatat sebagai pemenang MotoGP tertua dalam usianya yang menginjak 38 tahun dan 130 hari.

Secara keseluruhan, Rossi telah mencatat 115 kemenangan balap motor di semua kelas dan ia masih bertekad mengalahkan rekor legenda Giacomo Agostini yang mencatat 122 kemenangan.

Rossi juga terkenal tak pelit ilmu. Ini bisa terlihat dari misi mulianya, yakni ingin menciptakan pembalap-pembalap muda Italia yang bisa menjadi juara dunia. Ini ia wujudkan dengan mendirikan sekolah balap bernama VR46 Academy dan juga tim di Moto2 serta Moto3.

Bagaimana dengan mendirikan tim sendiri di MotoGP? Presiden Dorna sendiri, Carmelo Ezpeleta, memastikan akan memberikan jaminan tempat untuk tim Rossi di MotoGP nantinya. Namun setidaknya wacana ini belum bisa terwujud setidaknya hingga 2019 nanti karena seluruh tim yang ada sudah memegang kontrak.

Kata "pensiun" juga tampaknya masih belum mampir di pikirannya. Rossi telah menandatangani kontrak hingga akhir 2018, dan menurut Bos Yamaha Tech3, Herve Poncharal, pembalap Movistar Yamaha ini masih akan membalap di musim 2019.


5. Venus dan Serena Williams

Venus Williams (kiri) dan Serena Williams.

Venus (37 tahun) dan Serena Williams (35 tahun) barangkali adalah pasangan saudara tersukses dalam dunia tenis, bahkan olahraga secara keseluruhan. Keduanya total mengumpulkan 31 gelar Grand Slam, hanya di sektor tunggal. Bahkan Serena hanya butuh satu gelar lagi untuk menyamai rekor Grand Slam terbanyak milik Margaret Court.

Venus sendiri belum menunjukkan gelagat untuk gantung raket. Di awal tahun ini, ia melangkah ke babak final Australia Open sejak terakhir kali mencapainya pada 14 tahun silam. Di babak pamungkas ini, Venus melawan sang adik sendiri.

Namun akhirnya Serena-lah yang keluar sebagai juara dan merengkuh gelar Grand Slam-nya yang ke-23. Belakangan baru diketahui, ia memenangkan turnamen ini dalam keadaan hamil beberapa minggu.

Di Wimbledon 2017 yang baru berakhir pekan lalu, Venus juga mencapai babak pamungkas meski kalah dari Garbine Muguruza. Sementara Serena tengah absen hamil dan bertekad kembali meraih peringkat satu dunianya saat aktif lagi nantinya.

Tak hanya sukses di nomor individu, Williams Sisters juga berpasangan di sektor ganda. Mereka bahkan meraih medali emas pesta olahraga sedunia pada Olimpiade Sydney 2000, Olimpiade Beijing 2008, dan Olimpiade London 2012.

Dikenal sebagai atlet yang disiplin, pekerja keras, tapi juga rendah hati, tak berlebihan apabila Venus dan Serena dianggap sebagai sosok inspiratif bagi para perempuan-perempuan muda dan remaja kulit hitam.

Bahkan keduanya juga beberapa kali masuk daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi berbagai majalah seperti Time dan Forbes, serta dianggap menjadi sosok yang mampu mengangkat derajat tenis wanita.


6. Gianluigi Buffon

Kiper utama Juventus, Gianluigi Buffon.

Gigi Buffon menginjak usia 39 pada tahun ini dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Hingga saat ini, ia masih dipercaya sebagai kiper sekaligus kapten di tim Juventus dan Timnas Italia.

Total ia sudah merumput bersama Bianconeri dalam 622 penampilan dan hanya meraih empat kartu kuning dan delapan kartu merah. Dalam catatan kariernya, Buffon berhasil meraih 8 gelar juara Serie A Italia, 1 Liga Europa, dan 1 Piala Dunia.

Sudah tak terhitung pula beberapa penghargaan individual yang ia raih. Di Serie A Italia saja, ia telah terpilih sebagai kiper terbaik selama 11 kali. Pada 2016, ia menjadi kiper pertama yang meraih penghargaan Golden Foot, yakni penghormatan untuk para pemain dengan kemampuan luar biasa di lapangan dan kepribadian yang baik pula.

Satu-satunya prestasi yang masih mengingkarinya adalah Liga Champions. Turun di ajang ini selama 14 musim, belum sekali pun Buffon mengangkat trofi ini.

Namun ia masih punya satu kesempatan lagi, sebelum ia memutuskan pensiun usai membela Timnas Italia di ajang Piala Dunia 2018 mendatang di Rusia.

Valentino RossiSerena WilliamsFloyd MayweatherZlatan IbrahimovicVenus WilliamsGianluigi BuffonRoger Federer

Berita Terkini