x

3 Peraturan Konyol Korea Utara yang Wajib Ditaati Atlet Saat Berlaga di Ajang Olahraga Dunia

Selasa, 13 Februari 2018 21:22 WIB
Editor: Ardini Maharani Dwi Setyarini
Kontingen atlet Korea Utara

Olimpiade Musim Dingin merupakan ajang olahraga musim dingin antar negara-negara dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Dilansir dari situs resmi olympic.org, setiap pertandingan dilakukan di atas es atau salju, misalnya ski.

Olimpiade ini unik dan tak banyak diikuti lantaran negara-negara yang berada di ekuator tak memiliki fasilitas untuk olahraga musim dingin. Sejak 1924 hingga kini, hanya sekitar belasan negara yang rajin mengikuti, di antaranya Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, dan tentu saja tuan rumah tahun ini, Korea Selatan.

Baca Juga

Namun ada pemandangan berbeda saat olimpiade kali ini. Apa lagi kalau bukan keikutsertaan Korea Utara di ajang olahraga musim dingin itu. Sontak kontingen mereka menjadi pusat perhatian dari banyak pihak. Tak hanya para atletnya, ternyata kebijakan Korut delegasinya juga menarik untuk disimak.

Dilansir dari berbagai sumber, ini beberapa kebijakan diterapkan Korut untuk atlet-atlet mereka yang ikut ajang olahraga dunia. Apa saja? Simak uraian INDOSPORT yang dikutip dari berbagai sumber.


1. Eksekusi Mati

Lupakan rivalitas, atlet Korea Selatan dan Korea Utara selfie bareng di Olimpiade Rio 2016.

Kebijakan mengerikan ini diterapkan bagi seluruh atlet dan pertama kali diterapkan saat Olimpiade Rio 2016. Korea Utara mengultimatum delegasi mereka agar menghindari swafoto alias selfie. Ini lantaran ada peristiwa yang menggegerkan.

Pada Olimpiade Rio 2 tahun lalu, beredar foto selfie pesenam Korut Hong Un-jong dan atlet senam negara lain. Celakanya, atlet itu berasal dari Korea Selatan, yakni Lee Eun-ju, padahal seperti yang diketahui, kedua 'saudara' itu sudah berseteru cukup lama bahkan sampai sekarang.

Untungnya, Hong merupakan atlet berprestasi dan pernah mengharumkan nama Korut dengan meraih medali emas senam di Olimpiade Beijing 2008 silam. Jika ini menimpa atlet lain, apalagi yang pulang tidak bawa medali, mungkin lain ceritanya. Untuk yang satu ini hukuman eksekusi siap menanti para olahragawan. Menyeramkan.


2. Menolak Hadiah Berbau Korea Selatan

Bendera Korea Utara.

ua negara bersaudara ini dilanda seteru yang belum habis bahkan hingga sekarang. Sentimen politik antar keduanya masih suka terjadi. Namun kabar baiknya adalah, pemerintah Korea Utara kini sudah mau bernegosiasi dengan Korea Selatan, terutama masalah olahraga.

Meski demikian, Korut mengultimatum atlet-atletnya agar jaga jarak dengan seluruh hal berbau Korsel. Pada Olimpiade Rio 2016, kontingen negeri yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu dilarang menerima smartphone merek Samsung edisi Galaxy S7 yang jadi cinderamata. Di Olimpiade Musim Dingin 2018, mereka juga tak boleh menerima smartphone bermerek serupa edisi khusus.


3. Kerja Paksa

Caption

Jadi, sebelum para atlet diberangkatkan ke Olimpiade Musim Dingin 2018, Korea Utara menggelar parade militer besar-besaran, sekaligus memperingati 70 tahun usia angkatan bersenjata mereka. Saat itu Kim Jong-un sebagai pemimpin memberikan kata sambutan untuk olahragawan yang singkat namun mengena.

Jong-un menginstruksikan seluruh atlet membawa pulang medali dan memenangkan setiap pertandingan. Jika tidak maka mereka akan masuk ke kamp kerja paksa yang sistemnya terkejam di dunia. Tak banyak yang pulang dalam keadaan hidup setelah menjalani gulag Korea Utara. Bikin bulu kuduk berdiri.

Korea UtaraKim Jong-UnOlimpiade Musim Dingin 2018Berita Transfer

Berita Terkini