x

Reaksi dan Ucapan Pembalap MotoGP Terkait Crash Horor Alex Marquez dan Johann Zarco di Catalunya

Senin, 18 Mei 2026 16:03 WIB
Editor: Redaksi
Pembalat Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, Johann Zarco dan Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan pada awal balapan MotoGP di Sirkuit de Barcelona-Catalunya. (Foto: REUTERS/Nacho Doce)

INDOSPORT.COM - Fabio Di Giannantonio memang berhasil menjadi pemenang di MotoGP Catalunya 2026. Namun, suasana paddock di Barcelona tidak hanya membicarakan hasil akhir, karena balapan utama diwarnai dua red flag dan sejumlah kecelakaan besar.

GP Catalunya dihentikan dua kali setelah insiden terpisah yang melibatkan Álex Márquez dan Johann Zarco. Setelah balapan, hasil akhir juga berubah karena penalti tekanan ban, termasuk Joan Mir yang turun posisi dan Pecco Bagnaia naik ke podium.

Baca Juga

Bagi banyak pembalap, kemenangan Di Giannantonio terasa penting, tetapi keselamatan para rider menjadi perhatian utama. Kecelakaan besar yang menimpa Márquez dan Zarco membuat banyak pembalap mengaku sulit kembali fokus saat balapan harus dimulai ulang.

Di Giannantonio sendiri menyebut kecelakaan pertama sebagai momen yang sangat menakutkan. Ia merasa lega karena para pembalap yang terlibat insiden masih mendapat penanganan dan, dalam situasi seperti itu, keselamatan menjadi hal paling penting.

“Crash pertama sangat mengerikan, jadi sangat berarti bagi saya mengetahui semua orang kurang lebih baik-baik saja,” ujar Di Giannantonio. Ia menilai hari itu tetap menjadi hari besar bagi motorsport karena semua pembalap mendapat perhatian medis.

Pembalap VR46 itu juga mengaku sempat harus mengatur ulang pikirannya setelah terlibat dalam insiden. Menurutnya, tidak mudah kembali ke lintasan ketika belum sepenuhnya mengetahui kondisi rider lain yang mengalami kecelakaan.

Fermin Aldeguer juga merasakan tekanan emosional yang sama setelah balapan berlangsung kacau. Ia mengatakan pembalap profesional memang harus mampu memisahkan emosi, tetapi kabar positif soal kondisi Álex Márquez sangat membantunya tetap fokus.

“Tidak pernah mudah balapan dalam situasi seperti ini,” ujar Aldeguer. Ia menegaskan moral tim tetap tinggi setelah podium, meski secara fisik mereka belum sepenuhnya berada dalam kondisi terbaik.

Marco Bezzecchi secara terbuka menyampaikan harapan agar Álex Márquez dan Johann Zarco baik-baik saja. Ia menyebut kecelakaan Márquez sangat menakutkan karena serpihan motor berhamburan dan bahkan mengenai beberapa pembalap lain di lintasan.

“Crash Álex cukup mengerikan, dengan bagian motor terbang ke mana-mana dan mengenai beberapa rider, termasuk saya,” kata Bezzecchi. Ia juga menilai kecelakaan Zarco merupakan insiden serius yang membuat akhir pekan terasa berat.

Baca Juga

Fabio Quartararo mengaku balapan kedua menjadi sangat sulit secara mental. Ia berusaha tidak melihat layar besar dalam situasi seperti itu, tetapi melihat Álex tergeletak di area Tikungan 10 membuatnya merinding.

“Saat melewati Tikungan 10 dan melihat Álex di tanah seperti itu, Anda tidak merasa ingin memulai ulang balapan,” ujar Quartararo. Ia mengatakan ban dan motor yang terbang adalah pemandangan yang tidak mudah dilupakan.

Luca Marini juga menyampaikan dukungan untuk Zarco dan Álex Márquez. Ia mengatakan kecelakaan Zarco sangat sulit dilihat, tetapi tim medis bekerja cepat dan melakukan tugas penting dalam situasi darurat.

“Saya pernah berada dalam situasi seperti itu, dan itu bukan pengalaman yang saya harapkan dialami siapa pun,” kata Marini. Baginya, balapan menjadi nomor dua ketika ada rekan pembalap mengalami insiden besar.

Diogo Moreira menilai balapan tersebut sangat sulit karena para pembalap harus mengatur ulang mental setelah melihat insiden. Ia menegaskan hal paling penting adalah semua rider yang terlibat, termasuk rekan setimnya, berada dalam kondisi sadar.

Franco Morbidelli juga menggambarkan kecelakaan itu sebagai momen yang sangat mengerikan. Meski begitu, ia tetap melihat sisi positif bagi timnya karena Di Giannantonio mampu memenangi balapan penuh tekanan tersebut.

Augusto Fernandez mengatakan situasi setelah dua red flag tidak mudah dikendalikan. Baginya, red flag pertama terasa paling berat karena Álex Márquez sempat tidak sadarkan diri setelah kecelakaan besar tersebut.

Joan Mir, yang sempat berada di podium sebelum terkena penalti, memilih menempatkan keselamatan pembalap sebagai hal utama. Ia menyebut hari itu sangat berat dan berharap Álex Márquez serta Johann Zarco mendapat pemulihan terbaik.

Álex Rins bahkan mengatakan balapan menjadi urusan kedua ketika insiden sebesar itu terjadi. Ia mengaku hatinya hancur saat melihat Álex Márquez tergeletak, karena di balik kompetisi keras mereka tetap manusia biasa.

“Saya sangat terpengaruh dan mencoba banyak bernapas di garasi,” ujar Rins. Ia mengatakan tidak menyenangkan melihat seorang rekan berada di lintasan dalam kondisi seperti itu.

Jack Miller juga menyampaikan simpati kepada Márquez dan Zarco setelah insiden di Catalunya. Ia menegaskan tidak ada pembalap di grid yang mudah melihat kecelakaan seperti itu, sehingga semua berharap keduanya pulih secepat mungkin.

Toprak Razgatlioglu mengaku sangat sedih melihat dua kecelakaan besar yang menimpa Álex Márquez dan Johann Zarco. Ia langsung meminta tim memberi kabar terbaru karena dari lintasan, insiden tersebut tampak sangat serius.

“Ketika sesuatu seperti itu terjadi, tidak mudah untuk kembali fokus penuh pada balapan,” ujar Toprak. Menurutnya, hal terpenting adalah kedua pembalap sadar dan mendapat perawatan terbaik dari tim medis.

Pedro Acosta memberi pernyataan paling tajam soal keputusan melanjutkan balapan. Ia mempertanyakan apakah balapan ketiga benar-benar diperlukan, karena menurutnya para pembalap adalah pihak yang membuat pertunjukan dan menanggung risikonya.

“Saya selalu bilang pertunjukan harus terus berjalan, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata Acosta. Ia menegaskan masalah pribadinya dalam balapan tidak penting dibanding kondisi Álex Márquez dan Johann Zarco.

Jorge Martin juga menyebut hasil pribadinya tidak lagi menjadi pusat perhatian. Baginya, hal terpenting adalah Álex dan Johann dalam kondisi baik setelah hari yang menurutnya sangat berbahaya.

“Harus melewati tiga start ulang terasa berlebihan bagi saya,” ujar Martin. Ia mengatakan pembalap tetap manusia, dan setelah melihat kecelakaan sebesar itu, tidak mudah kembali berkonsentrasi penuh.

Enea Bastianini turut menyampaikan harapan agar Álex Márquez segera pulih. Ia menyaksikan kecelakaan itu dari luar dan menyebut insiden tersebut brutal, sehingga kondisi Márquez menjadi perhatian utamanya.

Di luar reaksi para pembalap, hasil resmi GP Catalunya juga berubah setelah hukuman pascabalapan. MotoGP mencatat Di Giannantonio menang, sementara penalti tekanan ban membuat Joan Mir kehilangan podium dan Bagnaia dipromosikan ke posisi ketiga.

Balapan ini akhirnya dikenang bukan hanya karena kemenangan Di Giannantonio. MotoGP Catalunya menjadi pengingat keras bahwa di balik drama, strategi, dan perebutan poin, keselamatan pembalap tetap menjadi pusat dari semua percakapan.

MotoGPAlex MarquezMotoGP CatalunyaJohann Zarco

Berita Terkini