x

(VIDEO) 5 Aliran Pencak Silat di Indonesia (Jilid I)

Minggu, 12 Juli 2015 14:22 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Jika mengkaitkan apa yang dikatakan oleh antroplog, Koenjaraningrat bahwa nilai budaya yang berkembang di masyarakat memiliki konsepsi yang begitu bernilai dan berharga, maka bisa dikatakan bahwa pencak silat tidak hanya sekedar olahraga namun juga identitas budaya bangsa ini. 

Sebagai satu jenis olahraga beladiri, pencak silat memiliki aliran. Meski memiliki banyak aliran, kesemua aliran dalam pencak silat di negeri ini bertujuan untuk menciptakan pribadi yang rendah hati dan mampu memberi sumbangsih untuk bangsa. 

Menariknya meski olahraga asli negeri sendiri, pencak silat kurang diminati bahkan banyak orang yang tak memiliki pengetahuan mengenai pencak silat. 

Berikut lima aliran pencak silat di Indonesia: 


1. Silat Beksi H.Hasbullah

Ilustrasi Silat Beksi H.Hasbullah

Perguruan silat Beksi yang berpusat di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang didirikan oleh tokoh pencak silat Betawi, H.Hasbullah. Tiap gerakan Beksi sendiri terpengaruh dengan beberapa gerakan seni bela diri China, hal ini bisa terlihat dari asal usul sejarahnya yang didirikan oleh Lie Cie Oek pada abad 19. Tokoh ini kemudian menurunkan ilmu beladirinya kepada 3 orang penduduk asli Betawi yaitu, Haji Ghozali, Haji Marhali dan Haji. Hasbullah. 

Selain Haji Hasbullah, Haji Ghozali juga mengajarkan ilmu silatnya pada dua muridnya yaitu Engkong Nur dan Engkong Simin, sehingga jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan gurunya masing-masing: H. Hasbullah, Engkong Nur dan Engkong Simin. Secara keseluruhan tiga perguruan silat ini sama yaitu silat Beksi, hanya ada beberapa gerakan yang membedakannya yang mencirikan kekhasan masing-masing perguruan. 

Dari ketiga muridnya ini, Beksi dikembangkan dengan pesat oleh Haji Hasbullah. Haji Hasbullah dikenal dengan panggilan “Kong As” dan silat Beksi pun terkenalnya di bantu oleh munculnya film nasional yang berjudul “Darah Muda” pada tahun 1977, dimana Kong As ikut bermain peran dalam film ini dengan Raja Dangdut H. Rhoma Irama. 


2. Persaudaraan Setia Hati Terate

Ilustrasi Persaudaraan Setia Hati Terate

Persaudaraan Setia Hati Terate ialah perguruan silat yang berpusat di Madiun, Jawa Timur. SH Terate merupakan salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia yang sudah memiliki banyak cabang di luar negeri. Tercatat SH Terate memiliki cabang di Malaysia, Belanda, Rusia, Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Belgia hingga ke Prancis. 

Pada 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan latihan Setia Hati bagi generasi muda. Pada perkembangan selanjutnya, Ki Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati "Pemuda Sport Club"(SH PSC) yang kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club" yang berupa sebuah Organisasi. Organisasi ini kemudian disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT pada tahun 1948 dalam kongres pertama di Madiun. 


3. Silat Kijang Berantai

Ilustrasi Silat Kijang Berantai

Pencak silat Kijang Berantai didirikan pada 1976 oleh seorang perempuan bernama Almarhum Hj Djanuardi Bin.Alm HJ Alwi di Kampung Dagang, bagian timur Kota Sambas, Kalimantan Barat. 

Kijang Berantai terkenal awal mulanya di Kampung Dagang atas perjuangan Hj Emi Faisal S.Sos sebagai Maha Guru terus diwakili oleh Dicky Agustion AMd termasuk kiprah besar sang pelatih, Safransyah (Jhon) dari Kota Sambas sampai Kota Pontianak termasuk kota-kota besar lainnya telah menyebar dengan pesat Perguruan Pencak Silat Kijang Berantai seni beladiri warisan nenek moyang dari negeri Indonesia sendiri hingga kini merambah di Kabupaten Sanggau masuk ke Kecamatan Sekayam Februari 2010, yang mempunyai murid Khususnya di Kecamatan Sekayam 115 orang murid. 

Bintang film, Iko Uwais disebut-sebut sebagai salah seorang pendekar beladiri Kijang Berantai. 


4. Silat Nasional Perisai Diri

Ilustrasi Silat Nasional Perisai Diri

Pencak Silat Nasional Perisai Diri didirikan oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Dirdjo. Oleh pemerintah, Pak Dirdjo pernah mendapat penghargaan oleh pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama. Ia juga pernah mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara serta mempelajari beladiri kungfu aliran Siauw Liem Sie. 

Teknik Kombinasi merupakan teknik-teknik di silat Perisai Diri yang berasal dari perguruan-perguruan silat di seluruh Indonesia yang meliputi 156 aliran. Rangkuman teknik silat tersebut kemudian dipilah dan dikelompokkan sesuai dengan karakter dari masing-masing aliran. Teknik Kombinasi diantaranya adalah Cimande, Betawen, Bawean dan Jawa Timuran. Di samping itu ada juga Teknik Minangkabau yang diambil dari teknik pencak silat tanah Minang yang dilengkapi dengan beberapa teknik lain.

Teknik Asli dalam silat Perisai Diri sebagian besar digali dari aliran Siauw Liem Sie (Shaolinshi). Dengan kreativitas Pak Dirdjo, yang mirip hanyalah sikap awalnya saja, sedangkan gerakan maupun implementasinya sudah dijiwai oleh karakter pencak silat Indonesia.


5. Silat Minang Syahbandar

Ilustrasi Silat Minang Syahbandar

Silat Syahbandar di Indonesia dikenal dengan banyak sebutan, diantaranya “Gerak Sabandar, Gerak Panca Tunggak, Jurus Lima “. Silat Syahbandar saat ini menjadi dasar atau aliran dari berbagai Perguruan Pencak Silat di Indonesia.

Silat Syahbandar berawal dari seorang Pendekar Silat Pagaruyung, yaitu Mohammad Kasim Amak Syahbandar yang di lahirkan pada tahun 1766 di Pagaruyung (Minangkabau Timur) atau Kabupaten Tanah Datar saat ini. Beliau meninggal pada tahun 1880 dan dimakamkan di Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam atau yang disebut dengan istilah tenaga batin, atau dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis yaitu Gayung Lahir (gayung basambuik/ bersambut) dan Gayung Batin (gayung tak bersambut).

Pencak SilatKi Hadjar Hardjo OetomoH.HasbullahHj Djanuardi Bin.Alm HJ AlwiRM. Soebandiman DirdjoatmodjoIkatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Berita Terkini