x

Tips Meminimalisir Kemungkinan Cedera Akibat Olahraga Kalistenik

Kamis, 17 November 2022 21:30 WIB
Penulis: Ammara Marthiara | Editor: Prio Hari Kristanto
Meski kalistenik merupakan jenis olahraga yang tidak memerlukan banyak alat, namun kemungkinan terjadinya cedera bisa terjadi. (Foto: AKSI)

INDOSPORT.COM – Meski kalistenik merupakan jenis olahraga yang tidak memerlukan banyak alat, tetapi kemungkinan terjadinya cedera sangat mungkin terjadi.

Olahraga kalistenik saat ini semakin ramai peminat. Hal itu terlihat dari sejumlah komunitas yang terbentuk dari berbagai wilayah.

Baca Juga

Olahraga yang mengandalkan berat tubuh ini biasa dilakukan di ruangan terbuka, termasuk di beberapa taman salah satunya.

Komunitas-komunitas kalistenik aktif tersebut berada di bawah payung AKSI, yang merupakan Asosiasi Kalistenik dan Street Workout Indonesia.

Baca Juga

Ketua Asosiasi Kalistenik dan Street Workout Indonesia (AKSI), Teuku Aufra Maretto, kepada INDOSPORT membagikan sejumput tips untuk meminimalisir terjadinya cedera.

“Cedera itu berhubungan dengan banyak hal, bukan hanya metode latihannya,” kata Aufra kepada INDOSPORT, Rabu (16/11/22).

Baca Juga

Lebih lanjut, Aufra menambahkan bahwa di olahraga kalistenik sendiri bagian tubuh atas menjadi titik pusat yang rentan mengalami cedera.

Bagian-bagian tersebut di antaranya yakni pergelangan tangan, siku, serta bahu. Aufra juga menjelaskan bahwa sejatinya penyebab utama seorang atlet kalistenik mengalami cedera ialah dikarenakan emosional dari dalam diri.

“Dalam latihan, seringkali terjadinya justru karena ego dan enggak sabaran. Ngga hanya di kalistenik, olahraga lain pun akan sama,” jelas Aufra.


1. Tips Meminimalisir Kemungkinan Cedera Akibat Olahraga Kalistenik

AKSI (Asosiasi Kalistenik dan Street Workout Indonesia) (Foto: AKSI)

1. Tidak Memaksa Diri

Cara pertama yang dibagikan Teuku Aufra Maretto untuk meminimalisir cedera akibat olahraga kalistenik adalah agar tidak memaksan diri dalam berlatih.

Semisal diri sendiri belum mampu melakukan gerakan A, sebaiknya jangan dipaksa. Tips yang pertama ini secara langsung mengajarkan Anda untuk menghilangkan rasa gengsi serta tidak menyimpan rasa malu untuk terus belajar dan bertanya.

2. Sesuaikan Level Kemampuan

Selanjutnya ialah Anda dianjurkan untuk terlebih dahulu menurunkan tingkat kesulitan gerakan dan sesuaikan dengan level kemampuan Anda.

Aufra mengibaratkan tips kedua ini seperti ketika seseorang sedang belajar pelajaran matematika.

Singkatnya, Anda disarankan untuk mempelajari gerakan olahraga kalistenik secara bertahap.

Baca Juga

3. Jadwalkan Program Latihan

Memiliki program latihan yang apik dikatakan Aufra juga bakal sangat membantu meminimalisir terjadinya cedera saat tengah melakukan kalistenik.

Tak hanya menentukan jadwal, konsistensi juga merupakan kunci utama agar Anda tetap bisa rutin melakukan latihan kalistenik secara teratur.

Baca Juga

2. AKSI Jadi Wadah Komunitas Kalistenik di Indonesia

AKSI (Asosiasi Kalistenik dan Street Workout Indonesia). (Foto: AKSI)

Mewakili AKSI, Teuku Aufra Maretto berharap agar komunitas olahraga kalistenik di Indonesia kian merambah dan komunitas yang sudah terbentuk bisa berumur panjang.

Selain itu, dirinya juga berharap agar kedepannya semakin banyak pusat-pusat kebugaran yang mengadopsi kalistenik sebagai salah satu metode latihan yang disuguhkan.

Tak lupa, ia juga berharap supaya semakin menyebar taman-taman berfasilitas kalistenik yang dibangun di berbagai wilayah tanah air.

AKSI sendiri merupakan singkatan dari Asosiasi Kalistenik dan Street Workout Indonesia. Asosiasi ini menjadi wadah dari komunitas olahraga Kalistenik dan Street Workout di segala penjuru Nusantara.

Sekedar informasi, Kalistenik sendiri merupakan suatu jenis olahraga yang hanya mengandalkan berat badan tubuh.

Sementara itu untuk Street Workout, merupakan jenis olahraga yang dilakukan di ruangan terbuka atau biasanya di jalanan.

Sudah berdiri sejak 21 September 2017 silam, AKSI bertekad ingin mengembangkan metode kedua olahraga ini agar tak sekedar menjadi tren yang bersifat musiman.

Komunitas Sehat

Berita Terkini