x

Ahmad Bustomi Sesalkan Kepemimpinan Wasit

Kamis, 30 Oktober 2014 09:54 WIB
Editor: Daniel Sasongko
Ahmad Bustomi (Arema Cronus)

Keputusan-keputusan kontroversial wasit Novari Ikhsan Arilaha yang memimpin pertandingan Semen Padang kontra Arema Cronus di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Rabu sore kemarin, tak luput dari penilaian kapten tim Singo Edan, Ahmad Bustomi.

"Memang ada beberapa yang mungkin memang perlu dipertanyakan," ucap Bustomi. 

Contohnya adalah pada awal pertandingan tepatnya pada menit kedua. Saat itu, penyerang Semen Padang, Osas Saha lolos off-side. Dia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. 

Pada saat bersamaan, kiper Arema, Kurnia Meiga datang merangsek dan menghalau bola dengan mengarahkan kaki ke paha Saha. Legiun asing Laskar Kabau Sirah pun terjatuh dijegal.

Namun, wasit tidak menghadiahi kartu merah kepada kiper nomer satu Arema dan Timnas Indonesia yang melanggar Osas Saha di luar kotak penalti. Yang terjadi, Semen Padang hanya mendapatkan sepak pojok, bukan tendangan bebas. Menjadi hal yang aneh karena pelanggaran terhadap Saha itu terjadi ketika dia tinggal berhadapan dengan Kurnia untuk mencetak gol.

Kontroversial kedua terjadi pada injury time, ketika Novari membiarkan pelanggaran terhadap Esteban Vizcarra di kotak penalti Arema. 

Vizcarra yang menahan bola, ditekel bek Arema, Victor Igbonefo, dari belakang hingga terjengkang. Wasit hanya melambaikan tangan tanda pertandingan terus berjalan.

Kejadian itu membuat pemain Semen Padang beramai-ramai mendekati Novari Ikhsan Arilaha. Beberapa dari mereka tampak mendorong wasit dengan tubuh mereka. Wasit sempat mendatangi asisten dan berdiskusi. Hasilnya, play -on alias pertandingan berlanjut dan tak ada penalti untuk Semen Padang.

Para pemain Semen Padang terlihat tidak senang dengan keputusan Novari. "Dari kubu Semen Padang memang kurang bisa menerima keputusan wasit," timpal Ahmad Bustomi.

Terlepas dari itu, Bustomi menyebut laga penentu tiket ke semifinal 8 Besar ISL 2014 itu berjalan menarik. "Pertandingan sendiri luar biasa. Kami mencoba untuk bermain sportif, fair play, di luar keputusan wasit," beber dia memungkasi.

ISLArema CronusSemen Padang8 Besar ISL

Berita Terkini