x

5 Pesepakbola dengan Tingkat IQ Tertinggi (Bagian I)

Rabu, 11 Februari 2015 19:19 WIB
Editor: Ramadhan

Sepakbola memang membutuhkan fisik dan stamina yang prima agar bisa bertahan selama 90 menit di atas lapangan hijau. Tidak hanya itu, untuk menerjemahkan strategi sang pelatih, sang pemain pun dibutuhkan pemahaman yang tinggi.

Kecerdasan seorang pesepakbola bisa dilihat dari ketepatannya dalam mengambil keputusan yang efektif selama berada di lapangan. Selain bisa menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya, pesepakbola yang cerdas juga selalu ingin mempelajari hal-hal lain di luar sepakbola.

Tidak hanya di dalam lapangan, sebagian besar pesepakbola juga kerap memikirkan aspek akademisnya jika berada di luar lapangan. Seperti rutin membaca buku, mempelajari banyak hal lain di luar sepakbola, hingga meneruskan jenjang pendidikan.

Juan Mata misalnya. Pemain Manchester United ini dikenal sebagai pesepakbola yang cerdas dan memiliki tingkat IQ di atas rata-rata. Di dalam lapangan, ia sering menjadi andalan timnya. Sikap dan pembawaannya pun membuat ia dihormati oleh rekan-rekannya.

Siapa saja pesepakbola lainnya yang memiliki tingkat IQ tinggi? Berikut INDOSPORT merangkumnya seperti dilansir oleh purelyfootball.


1. Juan Mata

Gelandang sederhana milik Manchester United ini menolak untuk membiarkan sepakbola profesional menghalangi pendidikannya. Ia telah mengambil sejumlah program seperti gelar ilmu olahraga, pendidikan jasmani dan pemasaran di Inggris.

Sedangkan untuk menambah gelar jurnalistik, ia belajar di Madrid. Juan Mata pernah berkata: “Saya tidak berpikir bahwa sepakbola dan belajar adalah dua hal yang eksklusif. Saya fokus pada karir saya tapi juga ingin menikmati hal-hal lain, seperti studi misalnya.”


2. Eamon Dunphy

Busby Babe Manchester United ini terkenal sebagai pemain yang baik di dalam lapangan. Tak heran, sejumlah pujian pun kerap menghampirinya.

Selain menggeluti dunia si kulit bundar, Dunhpy juga turut melatih dirinya untuk menjadi seorang jurnalis. Setelah karirnya selesai, Dunphy tidak butuh waktu lamauntuk mengklaim dirinya sebagai salah satu komentator sepakbola paling berpengaruh dalam sejarah.


3. Paul Breitner

Salah satu pemain yang paling kontroversial dari Jerman adalah bek legendaris, Paul Breitner. Breitner telah menaklukkan banyak hal yang mungkin dalam sepakbola pada usia 22 tahun.

Pendidikan Breitner yang diinginkan oleh orang tuanya sejak usia muda hingga melanjutkan untuk menyuarakan pendapat mengenai dunia sosial dan politik.

Pada awal karirnya, ia gagal untuk berkomitmen bersama Bayern karena ia belajar untuk menjadi seorang guru dan ingin bekerja dengan anak-anak cacat. Breitner tetap menjadi salah satu dari hanya beberapa orang yang telah mencetak gol di 2 final Piala Dunia yang berbeda.


4. Clarke Carlisle

Mantan bek QPR dan Burnley ini pernah terpilih sebagai pemain Inggris yang cerdas pada 2002. Carlisle turut mempelajari ilmu politik dan matematika di level A.

Pria berusia 35 tahun ini adalah salah satu pemain profesional yang pernah muncul dan menang di acara TV 'Countdown'. Carlisle pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional dan saat ini mewakili gerakan kampanye anti-rasisme.


5. Neil MacKenzie

Neil MacKenzie adalah pesepakbola cerdas yang menghabiskan sebagian besar hari-harinya bermain di liga sepakbola kasta rendah.

Meski kurang bersinar di atas lapangan, namun MacKenzie memegang kehormatan menjadi pesepakbola pertama yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi pada acara TV Countdown. MacKenzie, untuk bagian itu, memenangkan 7 hari berturut-turut yang luar biasa.

Puncak karirnya adalah ketika ia bermain di kasta kedua sepakbola Inggris dengan Stoke City pada 1996.

Juan MataEamon DunphyPaul BreitnerClarke CarlisleNeil MacKenzie

Berita Terkini