x

6 Masa Kejayaan dan Kejatuhan Sepp Blatter

Rabu, 3 Juni 2015 07:01 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Joseph Blatter lahir di kota Valais, Swiss, 79 tahun lalu, ia terpilih menjadi presiden FIFA ke delapan pada 8 Juni 1998. 17 tahun, pria yang sempat bekerja di Badan Parawisata Valais memimpin FIFA. Pro kontra terus membayangi masa kepemimpinannya. Suap dan korupsi menjadi hal yang tak terpisahkan dari FIFA sejak dipimpin Blatter.

Meski terus menyangkal bahwa organisasi yang ia pimpin memiliki reputasi buruk tersebut, penangkapan pejabat tinggi FIFA menjadi fakta hukum yang tak bisa ditampik oleh Sepp Blatter. Terus mendapat desakan untuk mundur, Sepp Blatter akhirnya memutuskan pengunduran diri selang empat hari ia terpilih sebagai presiden FIFA untuk periode ketiga. 

Berikut enam masa kejayaan dan kejatuhan Sepp Blater: 


1. Terpilih sebagai presiden FIFA

8 Juni 1998, Sepp Blater sukses menggulingkan presiden FIFA sebelumnya, Joao Havelange yang sudah memimpin FIFA selama 24 tahun. Sepp Blatter yang memiliki latat belakang pendidikan Administrasi dan Ekonomi sukses menggeser posisi Havelange yang memiliki latar belakang pendidikan Hukum. Blatter sukses ungguli saingannya, Lennart Johansson. 


2. Periode ke 2

Pada 2002, Blatter kembali terpilih sebagai presiden FIFA masa periode ke 2. Saat itu mulai santer terdengar isu penyuapan anggota FIFA untuk memilih Blatter sebagai presiden FIFA dibanding saingannya kala itu, presiden UEFA, Lennart Johansson. 


3. Suap ke Konfederasi Sepakbola Afrika

Di masa pemilihan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA periode ke 2, Blatter dituduh membayar 100.000 Dollar kepada konfederasi sepakbola Afrika dan Federasi sepakbola Afrika. Suap itu disinyalir diberikan Blatter saat ia maju sebagai presiden FIFA di periode pertamanya. Namun meski diterjang rumor negatif, Sepp Blatter tetap terpilih sebagai presiden FIFA. 


4. Seks

Pada 2004, Blatter sempat melontarkan pernyataan kontroversial terkait sepakbola perempuan. Kala itu, pria yang sempat bekerja di perusahaan jam tangan Longines itu mengatakan jika pesepakbola perempuan harusnya menggunakan pakaian seperti atlet voli pantai agar terlihat lebih menarik. Pernyataan ini membuat Blatter dicap sebagai pecandu seks. Blatter memang dikenal memiliki reputasi penyuka perempuan-perempuan muda. 


5. Penyumbang dana terbesar negara-negara kecil

Jeffrey Webb dan Sepp Blatter

Sepp Blatter dikenal memiliki kedekatan dengan Jeffrey Webb (salah satu pejabat tinggi FIFA yang ditangkap Swiss), Webb ialah orang nomor satu di Concacaf. Tiap tahun FIFA 'menyetor' dana ke Kepulauan Cayman (negara asal Webb). Tercatat dengan dalih dana untuk program 'Goal Project', Blatter lewat FIFA memberikan bantuan sebesar Rp 29 miliar sejak 2002. Menurut CEO federasi sepakbola Belanda, Bert van Oostveen, Blatter sukses merangkul negara-negara kecil, anggota FIFA. 


6. Mundur dan penangkapan pejabat tinggi FIFA

2015 menjadi masa keterpurukan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA. Sejak pengumuman Qatar dan Rusia sebagai penyelenggara Piala Dunia 2018 dan 2022, Blatter dan para pejabat tingginya disebut-sebut menerima suap dan terlibat kasus korupsi. Benar saja, beberapa waktu lalu, beberapa pejabat tinggi FIFA ditangkap otoritas keamanan Swiss dan dituntut Jaksa Agung Amerika Serikat. Meski begitu, ia kembali terpilih sebagai presiden FIFA periode ketiga. Selang empat hari, ia mengundurkan diri usai berita yang menyebutkan orang paling dekatnya, Sekjen FIFA, Jerome Valcke ditudh menerima suap. 

FIFASepp BlatterPresiden FIFA

Berita Terkini