(Analisis) 5 Alasan Inter Milan Agresif di Bursa Transfer 2015
Sejauh ini, Inter Milan sudah mendatangkan 3 pemain dari hasil perburuan di bursa transfer kali ini. Dalam waktu singkat, Inter sudah mendapatkan tanda tangan Geoffrey Kondogbia dari AS Monaco, Miranda dari Inter Milan dan Martin Montoya dari Barcelona.
Baca Informasi Terkini Copa America 2015 di sini.
Tak cukup sampai di situ, tim asuhan Roberto Mancini kini masih berburu pemain lainnya untuk segera didatangkan. Inter memang bergerak cepat untuk membeli para pemain anyarnya demi memperkuat tim jelang menghadapi musim 2015/16.
Wajib Baca
8 Pesepakbola Ini Memiliki Nama Yang Unik
10 Transfer Terburuk Arsenal
8 Laga Derbi Terpanas di Eropa
8 Bek Terbaik Eropa Musim 2014/15
5 Pesepakbola di Indonesia yang Memiliki Kekasih Artis
Nama-nama seperti Mario Suarez (Atletico Madrid), Stevan Jovetic (Manchester City), Ivan Perisic (Wolfsburg), Juan Cuadrado (Chelsea), Aymen Abdennour (AS Monaco), Mohamed Salah (Chelsea) masuk dalam daftar buruan selanjutnya.
Apa alasan dan motivasi Inter bergerak agresif di bursa transfer kali ini? Berikut INDOSPORT coba menganalisis 5 alasan Inter agresif di bursa transfer 2015.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Faktor Investasi
Sudah cukup lama Inter tak mendatangkan pemain top di bursa transfer dengan gelontoran dana besar. Hal itulah yang akhirnya membuat prestasi Inter melorot dan pamor Serie A pun ikut menurun.
Presiden Inter, Erick Thohir, tak segan menggelontorkan dana besar demi mendatangkan para pemain top. Dalam hal ini, transfer Kondogbia menjadi bukti nyata. Tak tanggung-tanggung, Thohir merogoh kocek hingga 25juta Pounds demi mendapatkan tanda tangan Kondogbia.
Tak cukup sampai disitu, Thohir tentu akan melakukan investasti dengan nilai yang besar untuk pemain-pemain berikutnya.
2. Menutup Kelemahan Musim Lalu
Musim lalu, Inter finish di posisi ke-8 klasemen akhir Serie A. Tim asuhan Roberto Mancini berhasil mencetak 59 gol dan kebobolan sebanyak 48 gol.
Jumlah raihan gol dan kebobolan Inter berjarak tak terlalu jauh, yang artinya kekuatan Inter khususnya di lini depan dan belakang masih setara.
Yang menjadi sorotan tentu lini belakang. Barisan bek Inter memang masih keropos. Inter tak bisa hanya mengandalkan seorang Vidic dan Nagatomo.
Keputusan untuk mendatangkan Miranda tentu merupakan langkah tepat bagi Inter karena Miranda adalah sosok bek tangguh yang menjadi incaran banyak klub top Eropa. Miranda bisa menjadi tandem terbaik bagi Vidic di lini belakang Inter musim depan.
Begitupun Montoya yang masih terbilang muda. Dengan modal bermain di Barcelona dan selalu tampil reguler bersama Spanyol U-21, Montoya diyakini bisa memperkuat sisi bek sayap kanan Inter musim depan.
3. Memperkuat Tim
Menutup kelemahan musim lalu tentu hanya sekedar menambal lini per lini yang dirasa tak cukup kuat mengarungi satu musim penuh. Memperkuat tim artinya Inter tengah berjuang untuk mengembalikan filosofi dan kekuatan tim yang pernah ada sebelumnya.
Inter ingin membangun tim yang secara keseluruhan bersinergi. Mendatangkan sejumlah pemain yang dibutuhkan, lalu dikombinasikan dengan skema bermain Mancini menjadi misi dalam hal ini.
Mancini merupakan pelatih berkelas. Ia hanya menunggu waktu untuk merancang Inter menjadi tim yang solid untuk jangka waktu yang panjang.
4. Berburu Gelar Serie A
Musim 2014/15, Inter Milan hanya berhasil mengakhiri musim di peringkat ke-8 klasemen Serie A. Tim asuhan Roberto Mancini hanya meraup 55 poin dari 38 laga.
Pencapaian itu tentu jauh dari harapan bagi klub sebesar Inter yang pernah mendominasi tanah Italia.
Bagi Inter, gelar Serie A tentu menjadi prioritas. Musim 2015/16 akan menjadi pembuktian Inter untuk bersaing dengan Juventus, AS Roma dan AC Milan demi kembali meraih gelar Serie A yang terakhir mereka raih pada 2010.
5. Mengembalikan Kejayaan
Inter Milan merupakan tim bersejarah dengan catatan prestasi mengkilap. Kejayaan pernah mereka raih terutama saat berhasil meraih treble winners pada 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho.
Kala itu, Inter tampil tak terbendung dengan limpahan skuad terbaik. Gelar Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions berhasil mereka raih.
Untuk mengembalikan kejayaan tersebut, tentu butuh perubahan mendalam bagi Inter. Mendatangkan pemain secepat mungkin pada bursa transfer kali ini bisa menjadi salah satu solusi meskipun tak bisa instan.
Sejatinya, Inter memiliki potensi untuk kembali melesat menjadi yang terbaik di pentas Italia dan Eropa, terlebih Inter memiliki pelatih sekaliber Roberto Mancini. Hal yang sangat mungkin mereka capai.