x

7 Kisah Mantan Wonderkid Southampton yang jadi Bintang Porno

Senin, 31 Agustus 2015 21:13 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha

Laju kehidupan memang kadang kala membawa kita pada suatu fase yang tak terduga. Kita tentu saja punya pilihan bagaimana menyikapi dan menjalaninya. 

Danny Mountain berada di fase yang tak terduga itu saat dirinya belum genap berusia 20 tahun. Sempat menatap masa depan gemilang di dunia sepakbola, mantan pemain Southampton ini malah terjun ke dunia porno.

Tak jauh beda seperti yang dilakukannya di dunia sepakbola, ketekunan dan keseriusannya melakoni karir barunya tersebut berbuah banyak penghargaan pornografi. 

Bagaimana perjalanan Danny Mountain dari seorang remaja calon bintang sepakbola menjadi seorang bintang film porno? 


1. Karir Sepakbola

Danny Mountain telah menyukai sepakbola sejak masih belia dan masuk akademi Southampton. Saat berusia sembilan tahun, dia telah bermain bersama tim yunior Southampton. 

Menurutnya, pelatih The Saint saat itu, Alan Ball, memprediksi dirinya akan menjadi pemain bintang masa depan. "Saat itu saya masih 12 tahun, Alan Ball dan Geoff Hurst menonton kami latihan. Dia berkata pada ayah saya, 'setiap 10-15 tahun selalu lahir pemain berbakat di negeri ini. Saya yakin anak anda yang akan menjadi pemain berbakat itu," kata Danny menirukan ucapan Alan Ball.

Danny pun optimis dengan masa depannya. Dia berlatih keras dengan keyakinan menjadi pemain bintang. "Selama bertahun-tahun Chelsea, West Ham dan Tottenham tertarik mendapatkan jasaku. Tapi aku sangat setia pada Southampton," katanya.

Namun sayang, saat berusia 16 tahun dia mendapat cedera lutut parah. The Saint sempat membiayai pengobatannya beberapa bulan, namun akhirnya melepasnya pergi. Menurut Danny, dia sakit hati dengan kebijakan mantan klubnya tersebut.


2. Banting Stir

Keputusan Southampton tersebut membuat masa depan cemerlang Danny seperti tiba-tiba menghilang. Kecewa dan frustasi dia rasakan saat itu. Di usianya yang masih muda, Danny yang tak punya keahlian lain selain mengolah bola di lapangan hijau akhirnya belajar pertukangan dan menjadi tukang kayu untuk menafkahi hidupnya.

Dia menjalani pekerjaannya sambil tetap menyisakan kepedihan. Saat-saat itu diingatnya sebagai bagian paling suram dalam hidupnya. Namun tiga tahun kemudian, lembaran baru dalam kehidupannya terbuka. Dia memulai mencelupkan dirinya ke dunia pornografi hingga akhirnya tercebur semakin dalam. 


3. Dunia Porno

Perkenalannya ke dunia esek-esek terjadi saat dia berpacaran dengan seorang model Page Three, rubrik media Inggris, The Sun yang berisi foto-foto gadis bertelanjang dada. Saat itu, agen sang pacar menawari untuk ikut audisi di London. Meski tak tertarik, pacar Danny tetap datang dan Danny pun ikut mengantar dan mengikuti audisi tersebut.

Tak disangka, dia lolos audisi hingga mendapat peran rutin dalam sejumlah film porno. Dia mengaku dirinya tak punya masalah dengan seks. Hanya saja, dirinya kerap merasa grogi berada di depan kamera. Namun dengan semakin seringnya jam terbang dia di depan kamera, Danny pun menikmati perannya di depan kamera.


4. Menjadi Bintang

Totalitas Danny dalam industri pornografi membuatnya diganjar banyak penghargaan. Saat pertamakali muncul, dia masuk nominasi pemain pendatang baru terbaik AVN Award, sebuah ajang penghargaan film porno. 

Pada 2011, Danny terpilih sebagai aktor pendukung terbaik AVN Award. Pada 2012, dia menjadi pemenang kategori Best Group Sex Scene AVN Award. Dannya memang telah menjadi seorang bintang porno terkenal yang telah membintangi banyak film.


5. Tanggapan Orang

Penghasilannya sebagai aktor film porno memang jauh lebih besar dibanding saat dia menjadi pemain sepakbola, apalagi sebagai tukang kayu. Namun kecemerlangannya tak serta merta membuat orang-orang disekitarnya bangga. 

Pacarnya, mengakhiri hubungan asmara setelah tak sengaja menyaksikan Danny tengah 'beraksi' dalam sebuah blue film. Menurutnya, wanita yang dipacarinya membenci pekerjaannya.

Tanggapan yang lebih sulit dia terima saat dirinya memberi tahu sang ibu tentang karir yang dia jalani. Bagi sang ibu, pekerjaan Danny adalah pekerjaan paling busuk yang harus jauh-jauh ditinggalkan. Namun setelah terus menerus diberi penjelasan, Danny akhirnya dapat meyakinkan sang ibu bahwa pekerjaan tersebut merupakan yang terbaik untuk anaknya.

Berbeda dengan sang ibu, ayah Danny memberikan tanggapan berbeda. Saat dia mengatakan pekerjaan barunya, sang ayah justru memberi dukungan padanya.


6. Keluarga

Meski pekerjaannya melakukan hubungan seks, Danny juga menginginkan seorang wanita untuk menjadi pasangan tetapnya. Sebab menurutnya, adegan seks yang dilakukan para pemain di depan kamera hanya dilakukan untuk mencari uang. 

Dia pun akhirnya menikah dengan Eva Angelina, sesama bintang film porno yang pernah menjadi lawan main Danny dalam film. Menurutnya, tak ada perasaan cemburu meski istrinya berhubungan seks dengan pria lain atau sebaliknya, Danny bermain dengan wanita lain. 

Sebab, kata dia, dunia porno seperti sebuah keluarga besar. "Saya tahu semua pemain pria (yang menjadi lawan main istrinya) dan dia tahu semua pemain perempuan (yang menjadi lawan main Danny)," katanya menjelaskan. 

Danny dan Eva menikah pada Desember 2007. Keduanya dianugerahi seorang putri bernama Silvi yang lahir pada 9 Desember 2008. Sayang pernikahan tersebut kandas pada 20 Juli 2014. Danny kemudian menikahi kembali bintang porno yang juga menjadi lawan mainnya, Mia Malkova. 


7. Tetap Main Bola

Meski gagal menjadi bintang di dunia sepakbola, Danny tetap mencintai olahraga tersebut. Setelah merasa dikhianati oleh Southampton, Danny kini menjadi suporter setia Manchester United dan Barcelona.

Dia juga masih kerap bermain bola bersama Vinnie Jones’s Hollywood Allstars yang berisi para selebriti Hollywood. Dia menyebut selebritis macam aktor film transporter, Jason Statham menjadi partner mainnya dalam bermain bola.

SouthamptonSeleb SportsDanny MountainEva AngelinaMia Malkova

Berita Terkini