Kisah Nano Nano Persib di Stadion GBK
Pihak The Jackmania, basis suporter Persija merekomendasi bahwa tidak mungkin jika final Piala Presiden 2015 berlangsung di stadion Gelora Bung Karno, alasan rivalitas antara Persija dan Persib jadi alasannya.
Pihak Mahaka Sports pun dibuat gamang karena rekomendasi ini. Namun Menkopolhukam, Luhut Panjaitan menjamin keamanan jika laga final antara Persib vs Sriwijaya bisa berlangsung di Stadion GBK.
Wajar memang jika ada ketakutan dari sejumlah pihak jika Persib Bandung bermain di Gelora Bung Karno. Jakarta, pasalnya catatan sejarah menunjukan ada kisah kelam dan naas yang selalu terjadi jika Persib bermain di Gelora Bung Karno.
Sejumlah kisah naas membayangi rekam jejak sepakbola nasional jika anak-anak Bandung bertandang ke Jakarta. Namun bukan hanya kisah kelam yang bayangi, Persib pun pernah membuat biru Stadion GBK pada 1995 silam. Berikut kisah nano nano Persib di stadion Gelora Bung Karno:
1. Stadion GBK Membiru
Jika bertanya ke Bobotoh, hari atau tanggal apa yang paling mereka kenang, tentu jawabannya Minggu, 30 Juli 1995. Di hari tersebut, Persib sukses angkat Piala Liga Indonesia musim 1994/95. Hebatnya lagi, Persib yang kala itu di perkuat Robby Darwis, Sutiono Lamso, serta diarsiteki oleh Indra M Thohir sukses jadi juara di stadion Gelora Bung Karno usai kalahkan Petrokimia Putra dengan skor 1-0.
Sontak, stadion Gelora Bung Karno saat itu langsung berwarna biru, warna khas Persib Bandung. "Saya tidak mungkin melupakan tanggal 30 Juli 1995. Itu kenangan yang sangat luar biasa buat saya," tuturnya dalam perbincangan dengan," kata pencetak gol Persib, Sutiono Lamso.
2. Bobotoh tewas
Minggu, 27 Mei 2012 jadi hari kelam untuk Bobotoh Persib Bandung, pasalnya tiga orang anggota Bobotoh harus merenggang nyawa di Gelora Bung Karno usai laga Persija dan Persib Bandung.
Kasubdit Tanah dan Bangunan (Tahbang) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan saat itu menjelaskan tiga orang ditemukan tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka di sekitar kompleks GBK tidak lama setelah pertandingan berakhir. Salah satu korban tewas yang ditemukan pertama kali adalah Lazuardi yang tergeletak di Parkir Timur depan kolam renang.
3. Batal Digelar
Meski sudah pernah tewaskan fans, laga antara Persija kontra Persib kembali coba digelar di Stadion GBK pada 2013 lalu. Namun belum juga laga tersebut dimulai, laga akhirnya dihentikan lantaran iring-iringan bus yang berisi pemain Persib dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal.
Wakil Ketua Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto saat itu, membantah keterlibatan suporter Jakmania dalam aksi penyerangan bus yang ditumpangi ofisial dan pemain Persib Bandung. Akibat serangan sekelompok orang tesebut, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, batal digelar.