x

4 Gelandang Hebat Arsenal-Muenchen Tempo Dulu

Selasa, 20 Oktober 2015 17:13 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Sepakbola modern saat ini lebih mengandalkan permainan lini tengah sebagai pusat permainan. Tidak heran jika kemudian saat ini sejumlah klub lebih memilih untuk rekrut pemain baru bertipikal pemain gelandang jangkar yang bisa mengatur alur permainan kedua tim. 

Begitu juga dengan dua klub yang dini hari nanti akan saling mengalahkan di Emirates Stadium, Arsenal dan Bayern Muenchen. Di era yang berbeda, kedua tim memiliki gelandang jangkar berkualitas yang membuat kedua tim memiliki rekor permainan terbaik. Siapa saja mereka? 

Berikut 4 gelandang jangkar Arsenal dan Muenchen tempo doeloe versi INDOSPORT: 


1. Stefan Effenberg

Pria kelahiran Hamburg, 02 Agustus 1968 ini ialah nyawa untuk permainan Bayern Muenchen pada era 1998 hingga 2002. Sebagai gelandang jangkar, Stefen Effenberg ialah sosok yang sangat sangar di lini tengah Bayern. Ia jadi tembok tebal pertama untuk tim lawan jika melakukan serangan. 

Effenberg ialah salah satu pesepakbola yang tak kenal kompromi dalam hal penjegalan terhadap pemain lawan. Sejumlah gelar pernah diberikan eks pemain Al Arabi ini, seperti 3x juara DFB Liga Pokal, 3x juara Bundesliga, 1x juara liga Champions serta 1x juara Intercontinental Cup. 

Namun dengan segala hal baik yang ia miliki, Effenberg termasuk pesepakbola yang memiliki sisi emosi yang tinggi dan kerap lakukan permasalahan. Meski begitu hal itu tak menyurutkan pelatih Muenchen untuk memilihnya sebagai seorang kapten, Effenberg dianggap memiliki leadership yang baik di lapangan. 


2. Lothar Matthaus

Satu lagi eks gelandang Bayern Muenchen yang juga memiliki sisi emosi yang hampir sama dengan Effenberg yakni Lothar Matthaus. Pemain yang sudah 12 tahun membela Bayern Muenchen dianggap sebagai legenda hidup  Muenchen bersama dengan Franz Beckenbauer. Namun ia tetap memiliki sisi kelam yang tak terhindarkan. 

Gaya permainan dari Matthaus sedikit berbeda dengan Effenberg. Ia lebih berperan sebagai gelandang pengakut air yang bertugas untuk banyak mengalirkan bola ke para gelandang serang dan penyerang. Serta tugas utamaya jadi penjagal untuk skema serangan lawan. 

Sama dengan Effenberg, Matthaus pun banyak memberikan gelar juara untuk Bayern Muenchen. Ia meraih tujuh gelar Bundesliga, tiga DFB Pokal dan satu trofi UEFA Cup. 


3. Patrick Vieira

Arsenal memiliki gelandang jangkar yang hingga saat ini selalu identik dengan permainan Arsenal beberapa tahun lalu yakni pria kelahiran asal Senegal, berkewarganegaraan Prancis, Patrick Vieira. Vieira ialah gelandang jangkar yang sangat dibutuhkan oleh Arsene Wenger saat ia masih membela klub Meriam London tersebut pada 1996 hingga 2005 lalu. Vieira jadi kunci saat Arsenal raih gelar titel liga Primer Inggris tanpa terkalahkan dalam satu musim. 

Pola permainan Vieira ialah tipikal gelandang bertahan yang sangat displin bertahan di posisinya tak terpancing untuk maju serangan. Ia jadi tukang jagal sejati skema serangan tim lawan. Tackling-tacklingnya tak jarang membuat pemain lawan terpancing untuk berkonfrontasi. 

Meski jadi gelandang bertahan, Vieira pun acapkali bisa mencetak gol. Ia termasuk pesepakbola yang mencetak gol dari sepakan keras. Tercatat Vieira sudah mencetak 29 gol dari 279 laga bersama Arsenal. 


4. Ray Parlour

Parlour ialah gelandang bertahan berkualitas yang juga pernah dimiliki Arsenal di era 90an hingga awal 2000-an. Sebagai pria asli London, Inggris, Parlour memulai karirnya dari akademi sepakboal Arsenal pada 1989 hingga 1992. Ia menjadi antitesis dari seorang Patrick Vieira. Ia tak terlalu menggebu-gebu dalam hal menjagal skema serangan lawan, namun penuh perhatingun dan taktis. Ia juga cukup rajin mengatur skema serangan Arsenal. 

Kerjasamanya dengan winger Arsenal tempo dulu seperti Robert Pires, Reyes dan Fredik Ljunberg menjadi skema cepat serangan Arsenal dengan andalkan Henry begitu mematikan kala itu. Sama dengan Vieira, Parlour juga termasuk jajaran pemain yang berikan gelar liga Primer Inggris tanpa pernah kalah satu kalipun dalam semusim. 

Parlour kemudian pensiun dari sepakbola pada 2012 silam. Klub terakhir yang ia bela ia Wembley. Total selama ia bermain di 4 klub, Parlour sudah lakoni 400 laga dan mencetak 22 gol. 

ArsenalArsene WengerBayern MunchenPatrick VieiraRay ParlourStefan Effenberg

Berita Terkini