5 Pemain yang Hanya Bersinar Satu Musim di Liga Primer Inggris (Part I)
Tidak selamanya pemain sepakbola yang memperlihatkan permainan cemerlang di musim perdanannya mampu menjaga kestabilan bermain. Sebab, Kendala cedera dan perubahan taktik hingga pergantian kursi kepelatihan dapat menjadi faktor yang menyulitkan pemain.
Di Liga Inggris yang terkenal dengan permainan cepat dan jadwal pada pun bisa membuat pemain menjadi letih hingga mengalami penurunan performa. Selain itu pun, pergantian pelatih di tiap-tiap klub Inggris sering terjadi terlalu cepat.
Berikut ini INDOSPORT akan merangkum lima pemain yang hanya bersinar satu musim di Liga Primer Inggris.
1. Robinho (Manchester City)
Pemain berdarah Brasil ini didatangkan dari Real Madrid pada musim 2008/2009. Perjalanan kariernya di musim pertama terbilang cukup menjanjikan. Dia mampu memberi kekuatan bagi lini depan The Citizen.
Dalam 31 penampilannya di Liga Primer, Robinho berhasil mengemas 14 gol. Namun, di musim keduanya semua berjalan tidak sebaik sebelumnya. Dia hanya bermain 10 kali di liga tanpa mencetak gol.
2. Tony Yeboah (Leeds United)
Yeboah tampil cemerlang di musim pertamanya berkarier di Liga Primer Inggris. Leeds United mendatangkan pemain ini pada 1995 atau yang tepatnya di pertengahan musim 1994/95.
Di musim perdanannya pun dia berhasil mengemas 12 gol dari 18 penampilan dan membawa Leeds mengakhiri kompetisi di posisi lima.
3. Michu (Swansea City)
Sejak tiba di Liberty Stadium pada musim 2012/2013, pemain berdarah Spanyol ini tampil mengejutkan di bawah asuhan Michael Laudrup dengan mengemas 18 gol dari 35 penampilannya di liga.
Namun, semua berubah drastis di musim berikutnya. Michu hanya mampu mengemas 17 penampilan dan mencetak dua gol The Swans dan harus terpaksa dipinjamkan ke Napoli setelah penampilan buruknya itu.
4. Mido (Tottenham Hotspur)
Pemain berdarah Mesir ini tiba di White Hart Lane pada musim 2004/2005 dengan status pinjaman dari AS Roma. Di musim tersebut dia dinilai bermain cukup baik hingga membuat Spurs tertarik untuk memboyongnya secara penuh.
Namun, setelah di musim berikutnya dia seperti kehilangan gairah di depan gawang lawan. Kemerosotan penampilan pun akhirnya terus Mido alami di setiap pertandingan.
5. Eduardo da Silva (Arsenal)
Pemain yang akrab disapa Dudu ini mengalami musim yang menjanjikan di awal kedatangannya di Emirates Stadium. Dia berhasil menciptakan 17 penampilan dan empat gol di liga pada musim 2007/2008.
Namun, pada musim tersebut dia mengalami nasib buruk kala kakinya patah saat menghadapi Birmingham City. Tekel keras dari Martin Taylor pun membuatnya absen selama satu tahun. Saat kembali pada 19 Februari 2009, dia kembali mengalami nasib buruk setelah mengalami cedera hamstring kala menghadapi Cardiff City di ajang FA Cup.
Setelah itu kariernya pun tak kunjung membaik. Dia terpaksa harus dilepas ke Shakhtar Donetsk pada Juli 2010.