4 Alasan Real Madrid Dicintai Meski 'Minim' Prestasi
El Real terakhir memenangkan gelar juara La Liga pada musim 2011/2011, sementara untuk Liga Champions, tim yang kini ditangani Rafael Benitez itu terakhir kali menjadi kampiun pada musim 2013/2014.
Di Spanyol, rivalitas Real Madrid terus bergulir, terutama dengan Barcelona yang lebih mendominasi La Liga setidaknya dalam tiga musim terakhir. Orestasi mentereng Barca di Liga Champion bahkan melebihi Madrid yang niotabene disesaki para pemain bintang yang dibeli dengan harga triliunan, sebut saja Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, yang memecahkan rekor transfer dunia.
Kesenjangan Real Madrid dan Barcelona terus berlanjut musim ini, dalam El Clasico perdana musim ini, Los Galacticos harus pasarah dihancurkan Blaugrana empat gol tanpa balas. Dengan prestasi yang tak terlalu bagus di Spanyol dan Eropa, mengapa masih banyak pengemar yang terus mengelu-elukan Madrid, mereka bahkan masih menjadi tim terkaya di dunia hingga saat ini.
Berikut INDOSPORT merangkum beberapa alasan yang membuat Real Madrid terus dicintai para fansnya meskipun tak berprestasi.
1. Memburu Pemain Bintang Demi Keuntungan
David Beckham menjadi kasus nyata jika sebenarnya tujuan utama Madrid membeli pemain bintang bukanlah untuk kepentingan tim, namun lebih kepda keuntungan semata. Ferguson yang saat itu memutuskan melepas Becks ke Bernabeu harus rela kehilangan jutaan dolar akibat menurunnya penjualan marchendise mantan bintang timnas Inggris itu.
Beckham dengan wajah tampan dan gayanya yang mampu menyihir banyak orang menjadi magnet bagi penjualan marchendisenya. Madrid berhasil mendapatkan lebih banyak penggemar dan keuntungan materi dengan kepindahan suami Victoria Beckham itu.
2. Fans yang Tak Loyal
Jika dulu sebagian besar pencinta sepak bola memilih loyal terhadap satu klub yang didukungnya, seiring perkembangan zaman hal tersebut tak lagi terjadi. Banyak orang yang mengidolakan lebih dari satu tim sepak bola dunia saat ini. Hal itu dimanfaatkan Real Madrid yang cerdas melihat peluang. Mereka pun mulai memburu para pemain dengan jutaan penggemar yang berpotensi mengajak mereka untuk beralih menjadi fans klub yang bermarkas di Bernabeu itu.
3. Tak Segan Hamburkan Uang
Manajeman Real Madrid tak segan menggelontorkan trilunan rupiah untuk mendapat pemain bintang, karena modal awal mereka dijamin kembali dengan kehadiran bintang lapangan hijau tersebut. Cristiano Ronaldo diboyong dari Man United pada 2009 dengan nilai transfer sebesar £80 juta atau Rp1,3 triliun, namun kehadiran CR7 yang memiliki banyak penggemar sejak begabung di United mampu membuat klub untung besar. Hal tersebut terjadi kembali saat mereka merekrut Bale dari Tottenham Hotspur untuk kontrak selama enam tahun dengan nilai transfer £85.3 juta atau Rp1,4 triliun.
4. Menggaet Fans Asing dengan Mengadakan Tur Dunia
Fans asing menjadi komoditi panas bagi tiap klub sepak bola Eropa, mereka akan berusaha sekuat tanaga untuk terus mengekspansi Negara-negara dengan jumlah penggemar sepak bola terbesar. Real Madrid juga tak ingin kehilangan hal tersebut, mereka pun rutin mengadakan ‘kunjungan’ ke Negara-negara Asia maupun Amerika Serikat untuk melakukan tur pramusim.
Para fans mereka di berbagai penjuru dunia pun tak segan mengocek dana tak sedikit demi melihat Cristiano Ronaldo maupun Garteh Bale yang beraksi di lapangan. Di musim ini Real Madrid mengadakan tur pramusim mereka di Benua Australia dan tak ketinggalan Negara terbesar di dunia, China.