x

8 Pelatih yang Pernah Jadi Pemain Terbaik Peraih Ballon d'Or

Rabu, 13 Januari 2016 19:44 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Ajang penghargaan tokoh sepakbola terbaik Ballon d'Or 2015 telah selesai digelar pada Selasa, (12/01) kemarin.

Lionel Messi sukses kembali menyabet gelar penghargaan pemain terbaik untuk kelima kalinya mengalahkan rival abadinya Cristiano Ronaldo dan rekan setimnya Neymar.

Namun jauh sebelum Ronaldo dan Messi mendominasi ajang penghargaan ini sepanjang delapan tahun terakhir, sejumlah pemain yang kini telah menjadi legenda telah lebih dulu bersaing dan menyabet penghargaan ini.

Sebagian mereka melanjutkan karier sepakbolanya sebagai pelatih dengan mengandalkan kemampuan dan pengalaman mereka sebagai pemain terbaik dunia.

Meskipun tidak seluruhnya bisa mencatatkan hasil gemilang sebagaimana saat mereka menjadi pemain dengan mengantarkan klub yang dibesutnya meraih gelar juara, namun kiprah dan sepak terjang mereka patut diapresiasi.

Pasalnya, kiprah mereka sebagai pelatih sangat berandil besar dalam melahirkan sejumlah kemajuan dalam perkembangan sepakbola di era modern.

Berikut INDOSPORT merangkum sejumlah pelatih yang pernah sukses menyabet gelar penghargaan pemain terbaik versi FIFA, Ballon d'Or pada era keemasannya. 


1. Zinedine Zidane (1998)

Zinedine Zidane merupakan salah satu sosok pesepakbola yang memilik skill bermain di atas rata-rata. Visi bermainnya yang cerdas berhasil mengantarkan sejumlah klub dan tim nasional negaranya meraih trofi dan merengkuh sejumlah gelar juara.

Legenda hidup sepakbola yang berjuluk raja kontrol dan passing ini sukses menyabet gelar pemain terbaik dunia versi FIFA pada tahun 1998.

Kini Zidane baru saja memasuki babak baru dalam karier sepakbolanya setelah dipercaya untuk menjadi pelatih mantan klub yang pernah dibelanya, Real Madrid menggantikan Rafael Benitez.


2. Hristo Stoichkov (1994)

Pria kelahiran 1966 ini langsung mendapat kepercayaan untuk menjadi pelatih tim nasional Bulgaria setelah dirinya memutuskan untuk gantung sepatu.

Stoichkov melatih mulai tim nasional Bulgaria pada tahun 2004 hingga akhir tahun 2007. Namun dirinya gagal meloloskan timnya ke final sebuah turnamen internasional.

Stoichkov juga tercatat gagal membawa Celta Vigo lolos dari degradasi pada tahun 2007 sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke tim Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns pada musim 2009/10.

Stoichkov kemudian kembali ke negaranya untuk melatih klub Litex Lovech pada tahun 2012 sebelum hijrah ke Rusia untuk membesut CSKA Sofia.

Semasa menjadi pemain Stoichkov dikenal sebagai penyerang yang sangat tajam. Namanya bersinar juga bersinar di gelaran Piala Dunia.

Stoichkov pernah menyabet penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA pada tahun 1994.


3. Lothar Matthaus (1990)

Lothar Matthaus merupakan sosok pemain yang bersinar bersama tim nasionalnya di ajang Piala Dunia hingga dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia yang sukses menyabet penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1990.

Melihat dari visi bermainnya yang baik sebagai seorang playmaker brilian, Mattahus mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih Rapid Vienna usai dirinya memutuskan untuk gantung sepatu.

Namun kariernya sebagai pelatih tidak segemilang saat dirinya menjadi pemain. Matthaus sempat menukangi sejumlah klub Eropa seperti Partizan Belgrade, Atletico Paranaense, Red Bull Salzburg, Maccabi Netanya dan tim nasional Hungary dan Bulgaria.

Matthaus akhirnya mengundurkan diri dari kursi kepelatihan pada tahun 2011.


4. Marco van Basten (1988, 89 dan 92)

Van Basten memulai kariernya sebagai pelatih pada tahun 2003 untuk tim muda Ajax B. Satu tahun kemudian akhirnya dia dipercaya menukangi tim nasional Belanda dan berhasil membawa negaranya lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2006 di Jerman dan Euro 2008 di Austria dan Swiss.

Merasa gagal Van Basten akhirnya mengundurkan diri dari pelatih tim nasional dan memilih untuk menjadi pelatih di Eredivisie dan menukangi sejumlah klub seperti Ajax, Heerenveen dan AZ Alkmaar.

Namun tahun lalu dirinya kembali masuk dalam jajaran pelatih tim nasional Belanda sebagai asisten pelatih.

Sebelum menapaki karier sebagai pelatih Marco van Basten namanya dikenal sebagai sosok pemain yang sangat ditakuti di lini pertahanan lawan-lawannya.

Van Basten sukses menyabet penghargaan pemain terbaik dunia Ballon d’Or sebanyak tiga kali pada tahun 1988, 1989 dan 1992 sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu akibat cederanya yang tak kunjung pulih. 


5. Michel Platini (1983, 1984 dan 1985)

Nama Platini merupakan garansi bagi tim nasional Prancis dalam menghadapi sejumlah laga di berbagai level kompetisi internasional khususnya dalam ajang Piala Dunia saat dirinya menjadi seorang pemain.

Platini sukses menyabet gelar penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA sebanyak tiga kali secara berturut-turut pada tahun 1983, 1984 dan 1985.

Namun kariernya sebagai pelatih tidak secemerlang saat ia menjadi pemain. Platini dipercaya untuk membesut tim nasional Prancis setelah dirinya memutuskan untuk pensiun bermain sepakbola.

Platini gagal membawa Prancis meraih trofi Piala Dunia tahun 1990 di Italia dan ia juga gagal mempersembahkan gelar juara Piala Eropa 1992.

Kekalahan Prancis atas Swedia dan Inggris mengakibatkan tim berjuluk ayam jantan itu tersisih di babak penyisihan grup dan menandai akhir dari karier kepelatihan Platini.


6. Kevin Keegan (1978 dan 1979)

Mantan pelatih berdarah Inggris ini memulai kariernya sebagai pelatih dengan menukangi Newcastle United pada tahun 1992 hingga 1997.

Keegan sukses membawa Newcastle promosi ke Liga Primer Inggris pada awal debutnya sebagai pelatih pada musim 1992-1993.

Lepas menukangi Newcastle, Keegan melatih Fulham selama setahun sebelum akhirnya dipercaya menukangi tim nasional Inggris pada tahun 1999.

Sebelum kembali ke Newcastle dan mengakhiri kariernya sebagai pelatih pada tahun 2009, Keegan sempat melatih Manchester City selama empat musim dari 2001 hingga 2005.

Selama menjadi pemain Keegan dikenal sebagai pesepakbola terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Sepanjang kariernya sebagai pesepakbola Keegan berhasil dua kali menyabet gelar pemain terbaik dunia versi FIFA pada tahun 1978 dan 1979.


7. Franz Beckenbauer (1972 dan 1973)

Legenda sepakbola Jerman ini pertama kali menapaki karier sebagai seorang pelatih pada tahun 1984 sebagai pelatih tim nasional Jerman.

Beckenbauer berhasil membawa Jerman ke final Piala Dunia 1986 di Meksiko, sayang timnya harus kalah dari Argentina di final.

Namun empat tahun kemudian, Beckenbauer sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk tim nasional negaranya pada tahun 1990 di Italia.

Setelah itu Beckenbauer memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih tim nasional dan memilih untuk menukangin Marseille di Ligue 1 dan Bayern Munich di Bundesliga.

Sebelum menjadi pelatih Beckenbauer merupakan salah satu pemain terbaik di jagad ini dan sukses menyabet penghargaan Ballon d’Or sebanyak dua kali berturut-turut pada tahun 1972 dan 1973.


8. Luis Suarez (1960)

Luis Suarez pertama kali mengambil peran sebagai pelatih di akademi Genoa selama musim panas tahun 1974 sebelum akhirnya mengambil alih mantan klubnya Inter Milan.

Setelah menjalankan tugas di Cagliari dan SPAL, ia kemudian ditugaskan untuk membesut tim nasional negaranya Spanyol U-21 dan berhasil mempersembahkan kemenangan di Kejuaraan Eropa pada 1986.

Suarez akhirnya dipercaya membesut tim nasional senior 'La Roja' pada gelaran Piala Dunia 1990 di Italia namun gagal. Setelah itu ia kembali ke Inter Milan untuk kedua kalinya.

Suarez semasa menjadi pemain pernah menyabet gelar penghargaan pemain terbaik dunia Ballon d’Or pada tahun 1960.

Zinedine ZidaneLuis SuarezFranz BeckenbauerMarco van BastenMichel PlatiniBallon d'OrHristo StoichkovLothar MatthausKevin Keegan

Berita Terkini