x

Mengenal Pichichi, Mesin Gol Bilbao yang Mati Muda

Sabtu, 23 April 2016 17:24 WIB
Editor: Randy Prasatya

Jauh sebelum kompetisi La Liga muncul, Spanyol telah memiliki pemain sepakbola hebat yang biasa dikenal dengan sebutan Pichichi. Pria bernama lengkap Rafael Moreno Aranzadi ini lahir di Bilbao pada 1892, atau lebih tua dari klub Atletic Bilbao yang berdiri di tahun 1898.

Pichichi pun memulai karier sepakbolanya bersama Bilbao pada 1911. Bersama Los Leones, dia tumbuh sebagai bintang dan menjadi dambaan para etnis Basque.

Berkat kontribusi Pichichi di lini depan, Bilbao berubah menjadi tim yang tangguh di Copa del Rey. Bahkan dia berhasil mengantarkan timnya enam kali melaju ke babak final dan empat di antaranya menjadi juara.

Sebagai catatan, keberhasilan sang pemain hanya terjadi di Copa del Rey. Hal tersebut lantaran La Liga baru berdiri tak lama setelah Pichichi tutup usia.

Lantas bagaimana kisah lengkap tentang Pichichi? Berikut ulasan perjalanan hidup Rafael Moreno Aranzadi yang disajikan oleh INDOSPORT.


1. Keluarga Terpandang dan Laga Debut

Pichichi lahir dari latar belakang keluarga terpandang. Dia memiliki ayah yang bertugas sebagai Walikota Bilbao. Selain itu dia juga memiliki paman bernama Miguel de Unamuno, yang merupakan seorang penulis terkenal di Negeri Matador.

Meski besar di lingkungan keluarga yang hebat, Pichichi tak serta-merta tumbuh mengikuti karier salah satu keluarganya tersebut. Dia justru memilih sepakbola sebagai jalan hidup untuk turut membesarkan namanya dan juga kota kelahirannya.

Pertama kali dirinya bermain untuk Bilbao terjadi pada akhir Maret 1913, namun pada saat itu dia menjalankan debut yang buruk hingga mengantarkan Los Leones pada kekalahan 0-1 melawan Racing Club de Irun.

Kisah awal karier Pichichi tampaknya sangat sulit dipisahkan dengan Racing Club de Irun. Setelah menelan kekalahan pertama di laga debutnya, klub tersebut menjadi tim pertama yang berhasil dia bobol dengan seragam Bilbao.

Kejadian itu terjadi saat Bilbao meresmikan Stadion San Mames pada 21 Agustus 1913, dan pria kelahiran 23 Mei 1892 itu menjadi pencetak gol pertama di markas baru klub.


2. Mesin Gol Bilbao

Ketika mencetak gol pertama ke gawang Racing Club de Irun di laga peresmian stadion klub, pemain yang juga dikenal dengan sebutan Little Duck ini tak berhenti mencetak gol. Berkat pundi-pundi gol yang dia sarangkan ke jala lawan, Bilbao tampil perkasa di Copa del Rey.

Klub kebanggan etnis Basque ini kemudian berhasil menyabet empat gelar Copa del Rey setelah enam kali masuk final sejak diperkuat Pichichi. Selain kesuksesan tim, Pichichi juga berhasil menorehkan catatan yang menakjubkan sepanjang karier sepakbolanya di Copa del Rey, yaitu mengemas 77 gol dari 89 pertandingan.

Torehan gol itu membuat timnas Spanyol tergoda untuk memboyong sang pemain ke Olimpiade musim panas 1920 di Belgia. Dalam ajang multi-event itu, Pichichi berhasil mengemas satu gol saat menaklukan Belanda 3-1 di perebutan medali perak.


3. Pensiun Muda dan Hidup yang Singkat

Setelah merasa puas berkarier di dunia sepakbola, Pichichi memutuskan gantung sepatu pada 1921, atau saat usianya baru memasuki 29 tahun. Keputusan tersebut pun cukup mengejutkan lantaran dirinya beralih menjadi wasit sepakbola.

Pekerjaan baru ini terpaksa dia tekuni setelah tidak lolos seleksi untuk masuk ke dunia militer. Lucunya, perjalanan kariernya di dunia perwasitan dimulai di Stadion San Mames, tempat yang banyak menghadrikan kenangan sepakbola untuk Pichichi.

Malang tidak dapat ditolak. Karier perwasitan Pichichi berjalan amat singkat. Dirinya harus mengembuskan napas terakhir pada 1 Maret 1922 setelah menderita sakit tifus.

Kepergian pemain yang memiliki tinggi badan 154cm ini menjadi pukulan telak untuk penggemar Bilbao. Namun, kematiannya itupun bisa dibilang mengantarkan sang pemain sebagai legenda sepakbola pertama di San Mames. Bahkan Pichichi dibuatkan sebuah patung oleh tim yang membesarkan namanya.


4. Trofi Pichichi

Pichichi memang tak pernah merasakan geliat kompetisi La Liga, namun hingga saat ini namanya masih digunakan sebagai istilah pencetak gol terbanyak di Spanyol sekaligus menjadi sebuah ajang penghargaan yang dibuat oleh surat kabar Marca.

Surat kabar olahraga Spanyol tersebut sudah memperkenalkan Trofi Pichichi sejak 1953, yang diberikan setiap tahun untuk top skor di La Liga dan Segunda Division. Namun, penghargaan ini tidak masuk dalam catatan resmi penyelenggara liga.

Selama berlangsungnya penghargaan ini, Telmo Zarra menjadi pemain yang paling sering meraih Trofi Pichichi, yaitu 6 trofi. Kebetulan seluruh predikat pencetak gol terbanyak dia raih saat berseragam Atletic Bilbao.

In Depth Sports

Berita Terkini